Monday, September 26, 2011

METODE PENCAPAIAN KONSEP



 BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang.

Pendidikan pada hakekatnya adalahusaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk mengembangkan kemampuan dankepribadiannya. Pendidikan ini memegang peranan penting dalam membina manusiayang memiliki pengetahuan dan ketrampilan, serta manusia-manusia yang memilikisikap positif terhadap segala hal, sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikanmerupakan suatu usaha yang sangat penting dan dianggap pokok dalam kehidupanmanusia.

Bentuk kongkret dari pendidikanyang dilakukan oleh manusia tersebut tampak dalam aktivitas belajar mengajarsebagaimana Sudjana (1989) mengatakan bahwa proses belajar mengajar merupakansuatu kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Keberhasilan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang -Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 akan tercapai biladidukung oleh komponen – komponen pilar pendidikan yang meliputi motivasibelajar siswa, materi pembelajaran, proses pembelajaran, dan tujuanpembelajaran.


Keempat pilar sebagaimanatersebut di atas, komponen proses pembelajaran merupakan komponen yang memegangperanan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran inimenunjuk pada kegiatan di mana didalamnya terdapat integrasi dan interaksikomponen-komponen pembelajaran yaitu guru, siswa, materi dan metodepembelajaran.

Guru sebagai ujung tombak dalampencapaian tujuan pendidikan, perlu memilih strategi pembelajaran yang efektifdan efisien. Pengelolaan proses pembelajaran yang efektif merupakan titik awalkeberhasilan pembelajaran yang bermuara akan meningkatkan prestasi belajarsiswa (Chabibah, 2006 : 24). Terkait dengan proses pembelajaran, guru memilikiperan sentral berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran, sebab guru dalamposisi ini bertindak sebagai perancang atau desainer sekaligus pengelola prosespembelajaran sedemikian hingga hasil dari proses pembelajaran tersebut tercapai.Namun demikian, peran guru dalam mendesain dan mengelola proses belajarmengajar di kelas seringkali dihadapkan pada kondisi-kondisi dimana rancanganpembelajaran yang didesainnya tidak berjalan dengan lancar sesuai harapan.

Tidak berkembangnya salah satufaktor dalam proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar yaitu guru,murid, materi dan metode pembelajaran sudah barang tentu berpengaruh padaproses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas. Bahkan kondisi tersebutakan berpengaruh pula pada hasil pembelajaran terutama tampak pada hasilbelajar siswa.


Kondisi demikian terjadi pulapada kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Mulok Pembukuan di kelas VIII ASMP Negeri 2 Xxx, dimana dari kondisi awal kegiatan belajar mengajar di SMPNegeri 2 Xxx untuk mata pelajaran Mulok Pembukuan menunjukkan hasil belajarsiswa rendah dan belum mencapai kriteria ketuntasan belajar (SKM) dimana dari20 siswa, 16 orang siswa atau 80 % siswa kelas VIII A hasil belajarnya kurangdari 65 sebagai batas SKM. Hasil refleksi diri menunjukkan bahwa rendahnyaprestasi belajar tersebut diantaranya adalah sikap pasif siswa dalam prosespembelajaran, proses pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi, dominasiguru masih sangat besar sehingga siswa kurang mandiri sehingga mempengaruhiprestasi belajar.
Dari refleksitersebut, akar permasalahan yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi padaintinya adalah penggunaan metode pembelajaran yang dalam hal ini guru lebihbanyak menggunakan metode ceramah dan penugasan sehingga kurang mampumeningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu perlu adanya upaya untukmeningkatkan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode yang dapatmendorong keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan mengurangi dominasiguru dalam pengajaran dengan harapa dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Untuk tujuan tersebut dalam penelitian ini diterapkan metode pembelajarankooperatif dengan model pencapaian konsep.

B.  Identifikasi Masalah.

Berdasarkan kondisi sebagaimanatersebut di atas, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini dapatdiidentifikasikan sebagai berikut :
1.   Siswa cenderung bersikap pasifdalam proses pembelajaran.
2.   Proses pembelajaran yang monoton dan kurangbervariasi.
3.   Dominasi guru masih lebih besar.
4.   Siswa jarang bertanya.
5.   Siswa belum maksimal dalam menjelaskankembali konsep yang diterima.
6.   Hasil belajar siswa relatif rendah dan belummencapai KKM.

C.  Pembatasan dan Perumusan Masalah.

Bertolak dari luasnyapermasalahan yang diteliti, serta adanya keterbatasan waktu, tenaga dan biaya,maka dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada penggunaan modelpencapaian konsep pada mata pelajaran Mulok Pembukuan dalam meningkatkanprestasi belajar siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Xxx.
Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah tersebut, maka rumusanmasalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah meningkatkan hasil belajarsiswa melalui penggunaan model pencapaian konsep pada mata pelajaran MulokPembukuan pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Xxx ?”

D.  Tujuan Penelitian.

Mengacu pada uraian permasalahandi atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untukmeningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Xxx matapelajaran Mulok Pembukuan melalui penggunaan model pencapaian konsep.

E.  Manfaat Hasil Penelitian.

Dengan melakukan penelitiantentang penggunaan model pencapaian konsep pada mata pelajaran Mulok Pembukuanuntuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Xxx,diharapkan dapat diperoleh beberapa manfaat antara lain :
  1. Untuk siswa, hasil penelitian ini sebagai media meningkatkan aktivitas belajar untuk lebih menguasai dan memahami materi pelajaran melalui penguasaan konsep-konsep pokok pelajaran yang diajarkan di kelas terutama mata pelajaran Mulok Pembukuan.
  2. Untuk peneliti, hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan gagasan untuk pengembangan dan peningkatan ketrampilan mengorganisasi, memformulasi, dan mengkondisikan kegiatan belajar mengajar di kelas terutama untuk mata pelajaran Mulok Pembukuan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.
  3. Untuk Sekolah, hasil penelitian diharapkan dapat memberi informasi dan atau sebagai acuan untuk pengembangan teknologi pembelajaran terutama pembelajaran mata pelajaran Mulok Pembukuan di SMP Negeri 2 Xxx

BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A.  Landasan Teori.

1.   Belajar,Pembelajaran dan Prestasi Belajar.

Belajar merupakan salah satukebutuhan manusia yang penting dalam usahanya mempertahankan hidup danmengembangkan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Belajar menjadi kebutuhanyang penting karena dengan semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi yang mendorong pembaharuan dalam segala aspek kehidupan manusia,menuntut manusia untuk mengejar pembaharuan dan kemajuan itu. Upaya untukmengejar hal tersebut harus dilakukan sendiri melalui suatu proses yang disebutbelajar.

Pengertian belajar sebagaimanaterdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994 : 14) adalah suatu upaya yangdilakukan manusia dengan jalan berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.Menurut Dimyati (1984 : 124), belajar adalah proses yang melibatkan manusiasecara orang perorang sebagai suatu persatuan organisme, sehingga terjadiperubahan pada pengetahuan, ketrampilan dan sikap.

Dari pengertian belajar yangterakhir tampak bahwa dalam belajar terdapat suatu proses perubahan dalam dirimanusia sebagai subjek belajar tersebut. Lebih lanjut Kamus Besar Bahasa  Indonesia (1994 : 14) mengartikan bahwabelajar sebagai suatu perubahan tingkah laku manusia atau tanggapan yangdisebabkan oleh pengalaman.sebagai suatu proses perubahan tingkah laku manusiasebagai subjek belajar.

Perubahan yang dieroleh individuatau manusia sebagai subjek belajar dapat diperoleh atau dicapai melalui suatuproses belajar atau pembelajaran. Pembelajaran mengandung arti perolehanperubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat dari pengalaman(Syah, 1995 : 89). Menurut Gagne pembelajaran merupakan seperangkan peristiwayang mempengaruhi subjek didik sedemikian rupa sehingga proses belajar dapatterjadi secara langsung.

Proses dalam belajar dapatdilakukan manusia (individu) diberbagai tempat dan berbagai waktu.Pengorganisasian secara sistematis memperhatikan kedua hal tersebut secaraformal dilakukan dalam suatu wadah lembaga pendidikan yang secara khususmengatur dan mengorganisasikan kegiatan belajar sedemikain hingga proses dantujuan pembelajaran dapat terlaksana dan tercapai.

Dalam proses pembelajaran yangdilakukan dalam wadah lembaga pndidikan formal yang dalam hal ini adalah sekolah,terdapat suatu aktivitas belajar dan mengajar, menyampaikan dan memberikaninformasi – pengetahuan antara pendidik (pengajar/guru) dan peserta didik(siswa). Proses dan tujuan dari kegiatan belajar mengajar secara keseluruhandidesain oleh guru memperhatikan kondisi yang ada baik itu kondisi pesertadidik, kemampuan pendidik dan lingkungan tempat proses tersebut berada.

Bertolak dari pengertianpengajaran yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran yakni seperangkatperistiwa yang dapat mempengaruhi objek didik sedemikian rupa sehingga prosesbelajar mengajar dapat terjadi (Gagne, 1988), Sunaryo (1989 : 67) mengatakanbahwa guru perlu memiliki kemampuan membuat perencanaan pengajaran berupadesain pembelajaran. Desain yang dirancang oleh guru diarahkan agar siswasebagai peserta didik dapat mencapai tingkat belajar yang seoptimal mungkinyang ditandai dengan tercapainya prestasi belajar siswa.

Prestasi belajar menurut KamusBesar Bahasa Indonesia (1994 : 787) adalah penguasaan pengetahuan atauketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengannilai tes atau nilai angka yang diberikan guru. Prestasi belajar siswa inimerupakan implementasi hasil belajar siswa sebagai hasil proses pembelajaranyang diterimanya. Anonim (2003 : 29) mengatakan bahwa hasil belajar dalantinjauan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah pernyataan unjuk kerja yangdiharapkan dikuasai siswa setelah mengalami pembelajaran dalam kompetensitertentu.

Terkait dengan prestasi belajarsiswa, dalam KBK tahun 2004, hasil belajar siswa diukur berdasarkan standaryang dikenal dengan Kriteria ketuntasan Minimal (KKM). KKM ini dinyatakan dalambentuk persentase berkisar antara 0 – 100. Dalam menentukan KKM denganmempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitasindikator dan kemampuan sumber daya pendukung. Dari standar KKM yangmenunjukkan batas minimal pencapaian ketuntasan yang dicapai siswa, makaprestasi belajar siswa diukur berdasarkan kemampuan siswa mencapai standarketuntasan tersebut yang berarti bahwa nilai prosentase ketuntasan siswamerupakan hasil belajar siswa yang tinggi rendahnya menunjukkan prestasibelajar yang dicapai siswa untuk mata pelajaran tertentu.

2.   Metode PembelajaranKooperatif.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan proses aktifbagi siswa dan guru urituk mengembangkan potensi siswa sehingga mereka akan“tahu” terhadap pengetahuan dan pada akhirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu(Anonim, 2003 : 12).

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes