Thursday, April 28, 2011

5 Prinsip Pemberian Kredit ( Prinsip 5C)


Anda orang bekerja dibidang ekonomi, khususnya perbankan? Tentu anda mengenal konsep 5C, yaitu Character(karakter), Capacity (kemampuan mengembalikan utang), Collateral(jaminan), Capital (modal), dan Condition (situasi dan kondisi).Bagi orang bank, nasabah yang memenuhi criteria 5C adalah orang yang sempurnauntuk mendapatkan Pembiayaan. Bank melihat orang yang mempunyai karakter kuat,kemampuan mengembalikan uang, jaminan yang berharga, modal yang kuat, dankondisi perekonomian yang aman bagaikan melihat sebuah mutiara. Orang sepertiini adalah nasabah potensial untuk diajak bekerja sama atau orang yang layakmendapatkan penyaluran kredit. Pendeknya orang yang mempunyai 5C yang baikadalah manusia yang ideal, menurut criteria orang bank.


Dalamdunia perbankan pertimbangan yang lazim digunakan untuk mengevaluasi calonnasabah sering disebut dengan prinsip 5C atau “the five C’s principles”.

Prinsip-prinsip 5C tersebut antara lain:

Character adalah data tentang kepribadian dari calonpelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup,keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Character ini untukmengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur berusaha untuk memenuhikewajibannya dengan kata lain ini merupakan willingness to pay.

Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam mengelolausahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman mengelola usaha(business record) nya, sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernahmengalami masa sulit apa tidak, bagaimana mengatasi kesulitan). Capacity inimerupakan ukuran dari ability to play atau kemampuan dalam membayar.

Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki olehperusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporanrugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang diperoleh sepertireturn on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilaiapakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan, dan beberapa besar plafonpembiayaan yang layak diberikan.

Collateral adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabilaternyata calon pelanggan benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya.Collateral ini diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih ada suatukesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai hartayang mungkin bisa dijadikan jaminan.

Condition, pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkankondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatuusaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlumengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes