Monday, March 12, 2012

Makalah Khalifah islam


KHALIFAH ISLAM
Sejarah KeKhalifahanIslam
Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaummuslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yangdibai'at dengan bai'at syar'iy untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullahdan Sunnah Rasulullah SAW. Menegakkan syari'at Allah, dan berjihad bersama kaummuslimin melawan musuh-musuh Allah.
Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnyatidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak(jumlahnya)." para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkankepada kami? Nabi SAW menjawab, "penuhilah bai'at yang pertama, dan yangpertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang merekapimpin." (HR. MUSLIM) Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin, agarjangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin).Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaummuslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibatpada kematian.
Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa matidan dipundaknya tidak membai'at Seorang imam (khalifah), maka matinya (seperti)mati (dalam keadaan) jahiliyyah."
Rasulullah SAW juga bersabda : "Jikakalian menyaksikan seorang khalifah, hendaklah kalian taat, walaupun (ia)memukul punggungmu. Sesungguhnya jika tidak ada khalifah, maka akan terjadiKekacauan." (HR. THABARANI)
sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan(kepada kita) untuk taat kepada khalifah. Allah berfirman : "Haiorang-orang yang berfirman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulilamri diantara kamu." (AN NISA :59)
Kaum muslimin telah menjaga wasiat RasulullahSAW tersebut sepanjang 13 abad. Selama interval waktu itu, kaum muslimin tidakpernah menyaksikan suatu kehidupan tanpa ada (dipimpin) seorang khalifah yangmengatur urusan-urusan mereka. Ketika seorang khalifah meninggal atau diganti,ahlul halli wal 'aqdi segera mencari, memilih, dan menentukan penggantikhalifah terdahulu. Hal ini terus berlangsung pada masa-masa islam (saat itu).Setiap masa, kaum muslimin senantiasa menyaksikan bai'at kepada khalifah atasdasar taat. Ini dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga periode paraKhalifah dari Dinasti 'Utsmaniyyah.
Kaum muslimin mengetahui bahwa khalifahpertama dalam sejarah Islam adalah Abu Bakar ra, akan tetapi mayoritas kaummuslimin saat ini, tidak mengetaui bahwa Sultan 'Abdul Majid II adalah khalifahterakhir yang dimiliki oleh umat Islam, pada masa lenyapnya Daulah KhilafahIslamiyyah akibat ulah Musthafa Kamal yang menghancurkan sistem kilafah danmeruntuhnya Dinasti 'Utsmaniyyah. Fenomena initerjadi pada tanggal 27 Rajab1342 H.

Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini,pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104khalifah. Mereka (para khalifah) terdiri dari 5 orang khalifah dari khulafaurraasyidin, 14 khalifah dari dinasti Umayyah, 18 khalifah dari dinasti'Abbasiyyah, diikuti dari Bani Buwaih 8 orang khalifah, dan dari Bani Saljuk 11orang khalifah. Dari sini pusat pemerintahan dipindahkan ke kairo, yangdilanjutkan oleh 18 orang khalifah. Setelah itu khalifah berpindah kepada Bani'Utsman. Dari Bani ini terdapat 30 orang khalifah. Umat masih mengetahuinama-nama para khulafaur rasyidin dibandingkan dengan yang lain. Walaupunmereka juga tidak lupa dengan Khalifah 'Umar bin 'Abd al-'Aziz, Harunal-rasyid, Sultan 'Abdul Majid, serta khalifah-khalifah yang masyur dikenaldalam sejarah.
Masa khulafaurRasyidin
1.Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun11-13 H/632-634 M)
2.
Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
3.
Utsman bin 'Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
4.
Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)
5.Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Setelah mereka,khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun.Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwanbin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
1.Mu'awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
2.Yazid bin Mu'awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
3.Mu'awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)
4.Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
5.'Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)
6.Walid bin 'Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
7.Sulaiman bin 'Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
8.'Umar bin 'Abdul 'Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
9.Yazid bin 'Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)
10.Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
11.Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
12.Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
13.Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
14.Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)


Setelah mereka,khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun.Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwanbin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

I. Dari Bani 'Abbas
1. Abul 'Abbas al-Safaah (tahun 133-137H/750-754 M)
2. Abu Ja'far al-Mansyur (tahun 137-159H/754-775 M)
3. Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
4. Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
5. Harun al-Rasyid (tahun 170-194H/786-809 M)
6. Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
8. Al-Mu'tashim Billah (tahun 218-228H/833-842 M)
9. Al-Watsiq Billah (tahun 228-232H/842-847 M)
10. Al-Mutawakil 'Ala al-Allah (tahun232-247 H/847-861 M)
11. Al-Muntashir Billah (tahun 247-248H/861-862 M)
12. Al-Musta'in Billah (tahun 248-252H/862-866 M)
13. Al-Mu'taz Billah (tahun 252-256H/866-869 M)
14. Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257H/869-870 M)
15. Al-Mu'tamad 'Ala al-Allah (tahun257-279 H/870-892 M)
16. Al-Mu'tadla Billah (tahun 279-290H/892-902 M)
17. Al-Muktafi Billah (tahun 290-296H/902-908 M)
18. .Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320H/908-932 M)

II. Dari Bani Buwaih19.Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
1. Al-Radli Billah (tahun 323-329H/934-940 M)
2. Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333H/940-944 M)
3. Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335H/944-946 M)
4. Al-Muthi' Lillah (tahun 335-364H/946-974 M)
5. Al-Thai'i Lillah (tahun 364-381 H/974-991M)
6. Al-Qadir Billah (tahun 381-423H/991-1031 M)
7. Al-Qa'im Bi Amrillah (tahun 423-468H/1031-1075 M)

III. Dari Bani Saljuk
1. Al Mu'tadi Biamrillah (tahun 468-487H/1075-1094 M)
2. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512H/1094-1118 M)
3. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530H/1118-1135 M)
4. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531H/1135-1136 M)
5. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555H/1136-1160)
6. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566H/1160-1170 M)
7. Al Mustadhi'u Biamrillah (tahun566-576 H/1170-1180 M)
8. An Naashir Liddiinillah (tahun576-622 H/1180-1225 M)
9. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623H/1225-1226 M)
10. Al Mustanshir Billah (tahun 623-640H/1226-1242 M)
11. Al Mu'tashim Billah( tahun 640-656 H/1242-1258 M)
Setelah itu kaum muslimin hidup selama 3,5tahun tanpa seorang khalifah pun. Ini terjadi karena serangan orang-orangTartar ke negeri-negeri Islam dan pusat kekhalifahan di Baghdad. Namundemikian, kaum muslimin di Mesir, pada masa dinasti Mamaluk tidak tinggal diam,dan berusaha mengembalikan kembali kekhilafahan. kemudian mereka membai'at AlMuntashir dari Bani Abbas. Ia adalah putra Khalifah al-Abbas al-DhahirBiamrillah dan saudara laki-laki khalifah Al Mustanshir Billah, paman darikhalifah Al Mu'tashim Billah. Pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Mesir.Khalifah yang diangkat dari mereka ada 18 orang yaitu :
1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M)
2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)
3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)
5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
6. al Mu'tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)
7. Al Mutawakkil 'Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)
8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
9. Al Mu'tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
10. Al Mutawakkil 'Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)
11. Al Musta'in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)
12. Al Mu'tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)
13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
14. Al Qa'im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
16. Al Mutawakkil 'Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)
17. al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
18. Al Mutawakkil 'Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)
Ketika daulah Islamiyah Bani Saljuk berakhirdi anatolia, Kemudian muncul kekuasaan yang berasal dari Bani Utsman denganpemimpinnya "Utsman bin Arthagherl sebagai khalifah pertama Bani Utsman,dan berakhir pada masa khalifah Bayazid II (918 H/1500 M) yang diganti olehputranya Sultan Salim I. Kemuadian khalifah dinasti Abbasiyyah, yakni AlMutawakkil "alallah diganti oleh Sultan Salim. Ia berhasil menyelamatkankunci-kunci al-Haramain al-Syarifah. Dari dinasti Utsmaniyah ini telah berkuasasebanyah 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad keenam belasMasehi. nama-nama mereka adalah sebagai berikut:
1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)
3. salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
8. 'Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)
13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)
14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)
18. "Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)
20. 'Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
24. 'Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)
25. "Abdul 'Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
27.
Abdul Hamid II (tahun 1293-1328H/1876-1909 M)
28. Muhammad Risyad V (tahun1328-1339 H/1909-1918 M)
29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)
30. 'Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M)
Sekali lagi terjadi dalam sejarah kaummuslimin, hilangnya kekhalifahan. Sayangnya, kaum muslimin saat ini tidak terpengaruh,bahkan tidak peduli dengan runtuhnya kekhilafahan. Padahal menjaga kekhilafahantergolong kewajiban yang sangat penting. Dengan lenyapnya institusikekhilafahan, mengakibatkan goncangnya dunia Islam, dan memicu instabilitas diseluruh negeri Islam. Namun sangat disayangkan, tidak ada (pengaruh) apapundalam diri umat, kecuali sebagian kecil saja.
Jika kaum muslimin pada saat terjadinyaserangan pasukan Tartar ke negeri mereka, mereka sempat hidup selama 3,5 tahuntanpa ada khalifah, maka umat Islam saat ini, telah hidup selama lebih dari 75tahun tanpa keberadaan seorang khalifah. Seandainya negara-negara Barat tidakmenjajah dunia Islam, dan seandainya tidak ada penguasa-penguasa muslimbayaran, seandainya tidak ada pengaruh tsaqofah, peradaban, dan berbagaipersepsi kehidupan yang dipaksakan oleh Barat terhadap kaum muslimin, sungguhkembalinya kekhilafahan itu akan jauh lebih mudah. Akan tetapi kehendak Allahberlaku bagi ciptaanNya dan menetapkan umat ini hidup pada masa yang cukuplama.
Umat Islam saat ini hendaknya mulai rindudengan kehidupan mulia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan InsyaAllah Daulah Khilafah itu akan berdiri. Sebagaimana sabda Rasulullah"...kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi".Kami dalam hal ini tidak hanya yakin bahwa kekhilafahan akan tegak, lebih dariitu, kota Roma (sebagai pusat agama Nashrani) dapat ditaklukkan oleh kaummuslimin setelah dikalahkannya Konstantinopel yang sekarang menjadi Istambul.Begitu pula daratan Eropa, Amerika, dan Rusia akan dikalahkan. Kemudian DaulahKhilafah Islamiyah akan menguasai seluruh dunia setelah berdirinya pusat DaulahKhilafah. Sungguh hal ini dapat terwujud dengan Izin Allah. Kita akanmenyaksikannya dalam waktu yang sangat dekat. sumber Islamuda.com
Diposkan oleh Kisah7 di 23:45 http://img2.blogblog.com/img/icon18_edit_allbkg.gif

























2.SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA KHALIFAH

BAB I
PENDAHULUAN
Sejarah kebudayaandalam islam tidak bias lepas dari peranan budaya di masa lalu yangmembutuhkannya hingga seperti sekarang ini. Budaya-budaya tersebut diwariskansecara turun-temurun dikalangan umat Islam sendiri yang kemudian dalamprakteknya seakan sudah menjadi sebuah tradisi yang beradabtasi atau diambildari kebiasaan para sahabat rasul dimasa lalu. Dalam pembahasan berikut penulisberupaya untuk menjelaskan tentang peranan para sahabat dalam membentuk suatukebiasaan yang kemudian selanjutnya menjadi sebuah tradisi yang tidak biaslepas dan secara tidak langsung menjadi salah satu “produk budaya dalam agamaislam itu sendiri”.
RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini agarlebih mudah untuk dipahami maka penulis berupaya untuk memberikan batasanhingga dapat dimengerti dengan jelas isi makalah ini sendiri secara baik denganrumusan sebagai berikut:
1. Siapasahabat-sahabat yang menjadi contoh utama dan sumber budaya setelah rasulwafat?
2. Kebiasaan-kebiasaansahabat apa saja kah yang kemudian menjadi sebuah tradisi dalam islam.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Khalifah Abu Bakar
Bicaramengenai budaya, maka budaya adalah suatu kebiasaan dimasyarakat yang manadijalankan menjadi sebuah tradisi secara turun temurun yang terbentuk polakebiasaan tertentu atau berupa peraturan tidak tertulis namun sebagai manadapat kita pahami bersama bahwa hal demikian sangat di pegang teguh dan kuatoleh masyarakat yang menjaga tradisi tersebut. Demikian pula dalam Islam adanyawarisan tradisi yang dipegang teguh umat islam yang menjaga tradisi tersebut.Demikian pula dalam islam adanya warisan tradisi yang dipegang teguh oleh umatIslam yang mana tidak lain berasal dari kebiasaan-kebiasaan dimasa lalu olehkalangan sahabat yang selanjutnya menjadi budaya dikemudian hari dalammasyarakat islam dalam perkembangannya sampai saat ini.
Salahsatu dari tradisi Islam itu sendiri adalah tidak lain dengan berdakwah sambilberdagang. Indonesia sendiri memaklumi hal tersebut melalui perdagangan yangmana Islam dibawa dan disiarkan oleh pedagang dari Gujarat India. Sejarahmencatat bahwa rasul sendiri adalah seorang pedagang dan dimasa jahiliyah punsalah seorang sahabat yakni Abu Bakar Ash Shiddiq berniaga guna mencukupikebutuhan hidup sembari menyebar luaskan agama Islam setelah beliau masuk Islam[1].
Dimasa Jahiliah beliau terkenal sebagai seorang yang jujur dan berhati suci.Tatkala agama Islam dating segeralah dianutnya. Dalam mengembangkan danmenyiarkan agama Islam beliau mendapat hasil yang baik. Banyakpahlawan-pahlawan Islam menganut agama Islam atas usaha dan seruan beliau AbuBakar.[2]
1. Pembai’atanAbu Bakar
Pada tahun 632 M Abu Bakar akhirnya dibaiat atau di lantik sebagaikhalifah pertama setelah wafat Nabi Muhammad saw. Abu Bakar sangat dikenalsebagai pemimpin yang sederhana, sebagai amirul mu’minin misalnya: Beliau masihtinggal di sebuah rumah di luar kota yang amat sederhana dan selama enam bulanmondar mandir ke tempat kerjanya di Madinah untuk melaksanakan tugas.[3]
Namun sebelumnya sempat terjadi perselisihan tentang siapa pemimpin yangmeneruskan kepemimpinan rasul Ali bin Abi Thalib menginginkan kedudukan beliaudalam Islam. Tetapi bahagian terbanyak dari kaum muslimin menghendaki Abu Bakarmaka dipilihlah beliau menjadi khalifah.[4]Hal ini juga tidak luput dari upaya sahabat lainnya yang lebih berhasilmeyakinkah kaum elite Islam: yaitu Umar bin Khatab yang dengan kepandaiannyamampu menyatukan umat degnan satu suara mengangkat Abu Bakar sebagai khalifahpengganti kepimpinan rasul.[5]
Sesudah Abu Bakar diangkat menjadi khalifah beliau berpidato. Dalampidatonya itu dijelaskannya siasat pemerintahan yang akan beliau jelaskan.[6]
Hanya dua tahun Abu Bakar memangku jabatan sebagai khalifah pertamaIslam, jadi tidak mengalami masa jatuhnya Siria. Pengabdiannya itu terpaksadiakhiri karena maut telah dating tanpa sedapat dicegah. Sejarah mencatatselama masa jabatannya itu Abu Bakar telah berhasil mengangerahkan sejumlah sukses.Permtama, di bawah masa kepemimpinannya Islam telah tersebar di Mesopatimia.Kedua, dalam waktu bersamaan dua tokoh Nabi palus telah berhasil dilenyapkanyaitu Tulaihah dan Musaelamah al Kadzab. Ketiga, di samping itu gagasannyauntuk melakukan kodifikasi Qur’an telah mewujudkan hasil awal yaitumengumpulkan naskah-naskah yang sebelumnya masih terserak.[7]
Dalam masa pemerintahan beliau tidak dapat dipungkiri ada beberapamasalah mencuat dikalangan muslim di antaranya munculnya para Nabi-nabi palsuhingga banyaknya syuhada yang hafiz Alquran sehingga mendorong kodifikasiAlquran itu sendiri sampai masalah pemberontakan suku-suku yang tadinya mengakuberiman menjadi murtad dan berbalik berhianat.
Di dalam kesulitan yang memuncak inilah kelihatannya kebesaran jiwa danketabahan hati Abu Bakar. Dengan tegas dinyatakannya seraya bersumpah, bahwabeliau akan memerangi semua golongan yang telah menyeleweng dari kebenaran,biar yang murtad, maupun mengaku jadi Nabi, ataupun yang tidak mau membayarkanzakat, sehingga semuanya kembali kepada kebenaran atau beliau gugur sebagaisyahid dalam memperjuangkan kemuliaan agama Allah.[8]
Ketegasan Abu Bakar ini disambut dan didukung kuat oleh golongan terbesardari kaum muslimin atau oleh seluruh kaum muslimin[9]walaupun sikap damai, karena huru-hara yang melandan hampir meliputi seluruhtanah Arab.
B. Umar Bin Khatab
Sebagaipengganti dan penerus kepemimpinan Islam, Umar bin Khattab lebih menyukai sebutanamirul mukminin atau pemimpin mereka yang beriman ketimbang sebutan khalifah.Bagaimanapun dia tetap di anggap sebagai khalifah kedua dari kelompokkhulafaurrasyidin atau khalifah yang mendapat petunjuk.
Pengangkatan,itu sebagai hasil penunjukan Abu Bakar sebelum wafat, meskipun setelah ituharus mendapatkan persetujuan para sahabat senior. Ditentukan bahwa meskipundia mendapatkan kekuasaan atas penunjukkan Abu Bakar, untuk selanjutnya diatidak akan melakukan hal yang sama. Dia akan menyerahkan pemilihan kepadamajelis pemilihan yang lebih bebas. Bahkan dalam kesempatan itu dia mintadikoreksi dan ditegur manakala melanggar janji.
Janjinyaitu memang ditepati, sehingga kepemimpinannya di kenal sangat tegas, jujur, danadil, meskipun tetap rendah hati dalam penampilannya. Tokoh itu banyakdiceritakan sebagai orang yang sangat sederhana.[10]
1. Ekspedisike Timur
Ekspedisi ini dipimpin oleh Khalid bin Walid. Dimasa Umar lah kemenanganKhalid dipresembahkan dengan menduduki Damaskus (Damsyik), ibu koa Siria atauSuriah pada tahun 641. Pada tahun 637 M mereka menaklukkan Persia.
2. Ekspedisikekawasan Magribi
Dalam ekspedisi ini dipimpin oleh Amr bin As. Langkah selanjutnya yangdilakukan Khalid bin Walid adalah menjadikan kota Heliopolis sebagai ibu KotaIslam di Mesir. Dalam perkembangan selanjutnya kota itu kelak dikenal sebagaiKairo lama yang kelak menjadi ibu kota Mesir. Tentu saja semua kesuksesan itudilaporkan kepada khalifah Umar di Madinah.
Setelah mendapatkan izin dan restu khalifah pasukan Amr bin As meneruskanekspedisi mereka kekawasan-kawasan matahari tenggelam di jalur utara Afrika.Dalam ungkapan bahasa Arab kawasan itu disebut Magribi, yang berasal darikosakata Ghurubi Syamsi yang berarti tenggelam matahari.[11]
3. Petaadministrasi pemerintahan
Setelah hampir semua kawasan Magribi takluk dibawah kendali Islam, makalengkaplah sudah kawasan Islam terbentang dari Magribi di barat sampai Indiadisebelah timur. Ternyata kawasan seluas itu menimbulkan konsekuensi yang tidakmudah dalam bidang pengaturan administrasi pemerintahan. Hal itulah yangdihadapi khalifah Umar yang dikenal sebagai L’organisateur de la victoire[12]
C. Usman Ibnu Affan
Siapa Usman Ibnu Affan?
Beliau adalah Usman ibnu Affan. Ibnu Abil Ash ibnuUmaaiyah. Dilahirkan diwaktu Rasulullah berusia 5 tahun dan masuk Islam atasseruan Abu Bakar Ash Shiddiq.
1. Usmandi angkat jadi khalifah.
Di waktu Umar kena tikam beliau tiada bermaksud hendak mengangkatpenggantinya. Tetapi kaum muslimin khawatir kalau-kalau terjadi perpecahansesudah Umar meninggal dunia, karena itu mereka mengusulkan agar Umar menunjuksiapa yang akan menjadi pengganti beliau. Beliau mencalonkan enam orang sahabatRasulullah yang telah diberi kabar gembira oleh Rasulullah akan masuk surge,mereka adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang berenam itu aalah.Usman, Ali ibnu Abi Thalib, Thalhah, Zubair ibnu Awwam, Sa’ad ibnu Abi Waqqashdan Abdur Rahman Ibn Auf.
Umar berpulang ke rahmatullah, maka sahabat-sahabat yang berenam ituberkumpul untuk bermusyawarat. Maka, bermusyawarahlah segenap lapisan kaummuslimin, begitu juga dengan para calon (sahabat-sahabat yang ditunjuk olehUmar). Dari permusyawarahan itu dapatlah dia mengambil kesimpulan bahwapendapat tertuju kepada Usman dan Ali. Maka dipilihnyalah Usman, karena Usmanlebih tua dari Ali dan prilakunya lunak.[13]
2. PerluasanIslam di Masa Usman
PerluasanIslam di masa Usman dapat disimpulkan pada 2 bidang:
a. Menumpaspendurhakaan dan pemberontakan yang terjadi di beberapa negeri yang telah masukke bawah kekuasaan Islam di zaman Umar.
b. Melanjutkanperluasan Islam ke daerah: yang sampai di sana telah terhenti perluasan Islamdi masa Umar.
1) Penumpasanpendurhakaan dan pemberontakan
Daerah-daerahyang mendurhaka itu terutama ialah khurasan dan Iskandariah. Usman mengirimkanpasukan ke Khurasan dan Iskandariah tentara yang besar jumlahnya denganperlengkapan yang cukup. Bala tentara ini dapat menghancurkan kaum pemberontak,serta dapat mengembalikan keamanan dan ketentraman dalam daerah tersebut.
2) PerluasanIslam
Denganmempergunakan angkutan laut yang dimpimpin oleh muawiyah Ibnu Abi Sufyan tahun28 H, pula Cyprus dapat pula dimasukkan ke dalam wilayah Islam dan salah satupertempuran paling penting yaitu pertempuran “Dzatis Sawari” (pertempuran tiangkapal).[14]
D. Ali Ibnu Abi Thalib
1. Riwayat hidup Ali Ibnu AbiThalib
AliIbnu Abi Thalib Ibnu Abdil Mutthalib, putera dari paman Rasullah dan suami dariputeri beliau Fatimah. Ali semenjak kecil sudah dididik dengan adab dan budipekerti Islam. Lidahnya amat fasih berbicara. Pengetahuannya dalam agama Islamamat luas. Hamper pada setiap peperangan yang di pimpin oleh Rasulullah, Alitetap ada di dalamnya. Sering Ali dapat merebut kemenangan bagi kaum Muslimindengan mata pedangnya yang tajam.[15]
2. Pembai’atan Ali
Pembai’atanAli adalah pembai’atan dari rakyat terbanyak, yakni orang-orang yang telahmenjatuhkan Usman. Tak ada diantara sahabat-sahabat terkemuka yang dapatmenolak untuk membai’atan Ali, karena tidak seorang, juga diantara mereka yangsanggup menghadapi pancaroba. Oleh karena itu mau tak mau mereka memai’atmembai’at Ali, Kemudian banyak para Muhajirin dan Anshar yang mengikutitindakan mereka. Ali di bai’ah oleh rakyat terbanyak.
Denganmemperhatikan suasana pembai’atan Ali, dapat diambil kesimpulan bahwapembai’atan itu bukanlah dengan sepenuh hati kaum muslimin. Terutama Bani Umaiyah,mereka yang mempelopori orang-orang yang tidak menyetujui Ali.[16]
3. Politik Ali dalam Pemerintahan
Sesudahbeliau dibai’ah menjadi khalifah, dikeluarkannya dua buah ketetapan:
a. Memecat kepala-kepala daerahangkatan Usman
b. Mengambil kembali tanah-tanahyang dibagi-bagikan Usman kepada famili-famili dan kaum kerabatnya tanpa jalanyang sah. Demikian juga hibah atau pemberian Usman kepada siapapun yang tiadaberalasan, diambil Ali kembali.[17]
Banyakpeperangan yang mencetus di masa pemerintahan Ali, dan yang terpenting adalahdua buah, yaitu:
4. Peperangan Jamal
Dinamakanpeperangan Jamal (Unta) karena siti Aisyah istri Rasulullah dan puteri AbuBakar As Shiddiq ikut dalam peperangan ini dengan mengendarai Unta.i[18]
5. Perpangan Shiffin
Peperanganshiffin adalah peperangan antara Ali dan Mu’awiyah.[19]
6. Bertahkim
Akhirnyakedua golongan bersepakat bahwa masing-masingnya memilih seorang hakim. Orangsyam memilih Amr ibnul Ash dengan suara bulat. Tetapi dalam golongan Aliterjadi pertikaian pendapat suara terbanyak memilih Abu Musa al-Asy’ari.[20]
7. Sesudah peristiwa tahkim
Peristiwatahkim telah menguntungkan Mu’awiah, tetapi keuntungan itu bukanlah diumumkanpemberhentian Ali, dan penetapan Mu’awiha, melainkan karena peristiwa tahkimitu telah menimbulkan perpecahan pada lasykar Ali.
Kaumkhawarij mulailah memberontak dan meninggalkan Ali. Malahan berani pulamengerjakan perbuatan-perbuatan dosa, dan melakukan penganiayaan-penganiayaandan pelanggaran-pelanggaran di Irak.
Dalampada itu, keadaan Mu’awiyah di Syam telah stabil. Maka para sahabat yangbesar-besar seperti Sa’ad Ibnu Abi Waqqash, dan Abdullah Ibnu Umar mulailahberdatangan kesana menggabungkan diri dengan Mu’awiyah.
Mua’wiyahpun telah berhasil menggabungkan negeri Mesir ke dalam wilayah kekuasaannya.Demikianlah kekuasaan Ali makin lama makin berkurang, sebaliknya kekuasaanMu’awiyah terus menerus bertambah naik’.[21]
8. akhhir-akhir Riwayat Ali
diwaktubeliau bersiap-siap hendak mengirim balatentara sekali lagi untuk memerangiMu’awiyah, terjadilah suatu komplotan untuk mengakhiri hidup masing-masing dariAli, Mu’awiyah dan (Amr ibnu Ash).
Tetapidiantara ketiga orang itu hanyaolah Ibnu Muljam yang dapat membunuh Ali. IbnuMuljam menusuk Ali dengan pedang, waktu beliau sedang memanggil orang untukbersembahyang.
Dengandemikian berakhirlah riwayat Ali. Dengan berpulang nya Ali kerahmatullahhabislah masa pemerintahan al-Khulafaur Rasyidin.[22]

BAB III
PENUTUP
Dari pembahasan di atasdapat diambil kesimpulan: Dapat kita ketahui bahwa khulafaur Rasyidin itu ada 4orang yaitu: Abu Bakar Ash Shhiddiq, Umar bin AL Khattab, Usman bin Affan danAli bin mereka adalah para khalifah pengganti Rasulullah. Dan banyak sekalijasa-jasa yang telah mereka lakukan untuk islam, mulai daripenaklukan-penaklukan dan perluasan daerah, pemeliharaan Alquran, mempersatukanbanyak Negara menjadi satu Negara yaitu Negara Islam dan ini sudah dilakukansejak zaman Rasulullah, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
Su’ud,Abu, Islamologi Sejarah, Ajaran dan Peranannya dalam Peradaban UmatManusia, Jakarta. PT Rineka Cipta, 2003.
Al-Kandahlawy,Muhammad Yusuf, Sirah Sahabat, Keteladanan orang-orang di Sekitar Nabi,Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1998.
Syalabi,A. Sejarah Kebudayaan Islam 1, Jakarta, PT. Pustaka al-Husna Baru, 2007.












3.Daulah Bani Umayyah
KATAPENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah penulispersembahkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dankarunia-Nya,sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Shalawat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang diutus untukmenjadi rahamat sekalian alam. Seiring dengan itu ,tidak lupa penulis ucapkanterimakasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan motivasi dalammenyelesaikan makalah ini.

Makalah ini menjelaskan tentangsejarah Daulah Umayyah I. Mulai dari latar belakang berdirinya hinggakehancurannya. Penulis menyadari akan kekurangan dari makalah ini. Karena “Takada gading yang tak retak”. Oleh karenaitu,saran dan masukan dari berbagaipihak sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini dan semoga denganselesainya makalah ini dapat berguna bagi pembaca.



Penulis




BABI

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Sepenimggalnya Khalifah Ali bin AbiThalib,kekhalifahan islam dipegang oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Seorang tokohyang kecewa atas kebijaksanaan yang diambil oleh Ali bin Abi Thalib dalammengambil keputusan terhadap kasus pembunuhan Khalifah Ustman bin Affan. Beliaujuga merupakan pendiri Daulah Umayyah.

Dalam makalah ini akan dibahastentang Islam pada masa Daulah Umayyah I atau tepatnya di daerah Damaskus,Suriah. Dan untuk lebih detailnya, perkembangan islam di Damaskus ini akandiuraikan pada bab Pembahasan.


B. RUMUSAN MASALAH
Adapun yang menjadi rumusan masalahdalam makalah ini adalah:
  1. Bagaimana latar belakang berdirinya Daulah Umayyah I di Damaskus
  2. Siapa saja khalifah yang terkenal
  3. Apa saja kebijakan dan karakteristik Daulah
  4. Apa saja penyebab kemajuan, kemunduran dan kehancuran Daulah Umayyah I di Damaskus.
Demikianlah mengenai sedikit isimakalah ini yang dapat tim penulis selesaikan.


BABII
PEMBAHASAN
DAULAHUMAYYAH

Bani Umayyah merupakan masakekhalifahan atau pemerintahan islam yang pertama setelah berakhirnya masapemerintahan Khulafaur Rasyidin.

A. Latar Belakang Berdirinya DaulahUmayyah

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.Kekhalifahan islam dipegang oleh Abu Bakar as-Sidiq dan Bani Umayyah merasabahwa kelas mereka di bawah kelas kaum Anshar dan Muhajirin. Mereka harusmenunjukkan perjuangan mereka dalam membela islam ,untuk memiliki kelas yangsetingkat. Ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah,mereka dikirim ke Suriahuntuk berperang melawan Bizantium. Atas jasanya,Yazid bin Abu Sufyan diangkatmenjadi gubernur disana.

Pada masa pemerintahan Usamn binAffan,Muawiyah bin Abu Sufyan diangkat menjadi gubernur di Suriah menggantikansaudaranya. Selain itu,Bani Umayyah menjadi penguasa disana.

Pada masa pemerintahan Ali bin AbiThalib merupakan awal dari kehancuran umat islam. Hal ini dikarenakan Muawiyahbin Abu Sufyan merasa tidak puas dengan kebijaksanaan Khalifah Ali bin AbiThalib ketika menangani kasus pembunuhan Usman bin Affan. Golongan ini merasasangat kecewa dengan pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah.Akhirnyaperselisihan ini memuncak menjadi Perang Jamal. Pereselisihan antarapihak Ali bin Abi Thalib dengan pihak Muawiyah tidak berakhir sampaidisitu,akan tetapi perselisihan ini memuncak menjadi Perang Shiffin. Dalamperang itu terjadi peristiwa Tahkim atau Arbitrase.akan tetapi peristiwa inimemunculkan satu golongan yang disebut dengan golongan Khawarij. Golongan ini adalahorang-orang yang kecewa dengan peristiwa Tahkim tersebut dari pihak Ali bin AbiThalib.

Ali bin Abi Thalib pun dibunuh olehsalah seorang dari kelompok Khawarij tersebut pada tahun 661 M. MeninggalnyaAli bin Abi Thalib membuat Muawiyah mengumumkan dirinya sebagai khalifah yangbaru dengan berpusat di Damaskus,Suriah. Akan tetapi,Hasan bin Ali,putra Alibin Abin Abi Thalib,tidak mau mengakuinya. Hal ini mulai menyulut pertentangandikalangan umat islam.Akhirnya Hasan bin Ali membuat perjanjian damai denganMuawiyah bin Abu Sufyan. Peristiwa ini dikenal dengan Aumul Jama'ah dan terjadipada tahun 41 atau 661 M.

Perjanjian itu dapat mempersatukankembali umat Islam dalam suatu kepemimpinan politik,dibawah Muawiyah bin AbuSufyan. Di sisi lain perjanjian itu menyebabkan Muawiyah menjadi penguasaabsolute dalam islam. Dinasti Umayyah berkuasa hampir satu abad,teoatnya selama90 tahun,dengan empat belas khalifah.


B. I. Khalifah-khalifah DaulahUmayyah
1.Muawiyah ibn Abi Sufyan {661-681M}
Muawiyah ibn Abi Sufyan adalahpendiri Daulah Bani Umayyah dan menjabat sebagai Khalifah pertama. Iamemindahkan ibu kota dari Madinah al Munawarah kekota Damaskus dalam wilayahSuriah.
2.Yazid ibn Muawiyah {681-683 M}
Lahir pada tahun 22 H/643 M. Padatahun 679 M,Muawiyah mencalonkan anaknya, Yazid, untuk menggantikannya. Yazidmenjabat sebagai khalifah dalam usia 34 tahun pada tahun 681 M. Ketika Yazidnaik tahta, sejumlah tokoh di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya.Pada tahun 680 M, ia pindah ke Kufah atas permintaan golongan Syi'ah yang adadi Irak.

3.Muawiyah ibn Yazid {683-684 M}
Muawiyah ibn Yazid menjabat sebagaikhalifah pada tahun 683-684 M dalam usia 23 tahun.
4. Marwan ibn Al-Hakam {684-685 M}
Ia pernah menjabat sebagai penasihatKhalifah Ustman bin Affan. Untuk mengukuhkan jabatannya,maka ia sengajamengawini janda Khalifah Yazid, Ummu Khalid.
5. Abdul Malik ibn Marwan {685-705M}
Abdul Malik ibn Marwan dilantiksebagai khalifah setelah kematian ayahnya,pada tahun 685 M.
6.Al-Walid ibn Abdul Malik {705-715M}
Masa pemerintahan Walid ibn Malikadalah masa ketentraman,kemakmuran dan ketetertiban.
7. Sulaiman ibn Abdul Malik (715-717M)
Menjadi khalifah pada usia 42 tahun.Masa pemerintahannya berlangsung selama 2 tahun, 8 bulan. Ia tidak memilikikepribadian yang kuat, sehingga mudah dipengaruhi penasihat-penasihat disekitar dirinya.

8. Umar ibn Abdul Aziz (717-720 M)

Menjabat sebagai khalifah pada usia37 tahun. Ia terkenal adil dan sederhana.

9. Yazid ibn Abdul Malik (720-724 M)
Masa pemerintahannya berlangsungselama 4 tahun, 1 bulan. Ia adalah seorang penguasa yang sangat gandrungterhadap kekuasaan.
10. Hisyan ibn Abdul Malik (724-743M)
Menjabat sebagai khalifah pada usiayang ke 35 tahun. Ia terkenal sebagai seorang nearawan yangcakap dan ahlimiliter.
11. Walid ibn Yazid (743-744 M)
Masa pemerintahannya selama 1 tahun,2 bulan. Ia adalah salah seorang khalifah yang berkelakuan buruk.

12. Yazid ibn Walid (Yazid II) (744M)
Masa pemerintahannya berlangsungselama 16 bulan dan dia wafat pada usia 46 tahun. Selain itu, masapemerintahannya penuh kemelut dan kekacauan.

13. Ibrahim ibn Malik (744 M)
Pada masa pemerintahannya keadaannegara semkin kacau dan dia memerintah selama 3 bulan dan wafat pada tahun 132H.

14. Marwan ibn Muhammad (745-750M)
Beliau seorang ahli negar yangbijaksana dan seorang pahlawan. Beberapa pemberontak berhasil ditumpasnya ,tetapi dia tidak mampu menghadapi gerakan Bani Abbasiyah yang telah kuatpendukungnya.

B. II. Kalifah Yang Terkenal
Khalifah-khalifah yang terkenaldiantara ke 14 khalifah tersebut adalah:

1. Muawiyah bin Abu Sufyan
Muawiyah bin Abu Sufyan adalahpendiri Kekhalifahan Bani Umayyah. Ia memerintah selama sembilan belas tahun.Pada masa pemerintahannya islam menyebar kearah barat dan timur.

2. Abdul Malik bin Marwan
Pada masa pemerintaha Abdul Malikbin Marwan,pemberontakan-pemberontakan kaum Syi'ah masih berlanjut. Yangtermasyhur di antaranya adalah pemberontakan Mukhtar di Kufah pada tahun 685 -687 M. Mukhtar mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali, yaitu umatIslam bukan Arab, berasal dari Persia, Armenia dan lain-lain yang pada masaBani Umayyah dianggap sebagai warga negara kelas dua. Ekspansi ke timur yangdilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik.

3. Al-Walid bin Abdul Malik
Masa pemerintahan Walid adalah masaketenteraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Padamasa pemerintahannyayang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatuekspedisi militer dari Afrika utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa,yaitu pada tahun 711 M. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, diaberhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi'ah. Dia juga memberikebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinandan kepercayaannya.

4. Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz memerintah dalamwaktu tidak lama,hanya sampai tahun 720 M atau hanya selama tiga tahun.Walaupun sebentar, ia berhasil mencapai banyak kemajuan.

5. Hisyam bin Abdul Malik

Kerusuhan terus berlanjut hinggamasa pemerintahan Khalifah berikutnya, Hisyam ibn Abd al-Malik (724-743 M).Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantanganberat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan itu berasal dari kalangan BaniHasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangatserius. Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini, mampu menggulingkandinasti Umawiyah dan menggantikannya dengan dinasti baru, Bani Abbas.Sebenarnya Hisyam ibn Abd al-Malik adalah seorang khalifah yang kuat danterampil. Akan tetapi, karena gerakan oposisi terlalu kuat, khalifah tidakberdaya mematahkannya. Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik, khalifah-khalifahBani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal inimakin memperkuat golongan oposisi.


C. Kebijakan dan KarakteristikDaulah

Adapun kebijakan para khalifahDaulah Umayyah yang menjadikan Daulah Umayyah maju sekaligus sebagai penciriatau karakter daulah tersebut adalah:



  1. Pada masa Mu'awiyyah tergolong cemerlang. Ia berhasil menciptakan keamanan dalam negeri dan mengatarkan negara dan rakyatnya kepada kemakmuran serta kekayaan meliputi perluasan wilayah hingga Afrika Utara, wilayah Khurasan dan Bukhara (Turkistan) setelah menyeberangi sungai Oxus .

  1. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand.Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat me¬nguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan. . Selain itu, Khalifah Abd al-Malik juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

  1. Selain melakukan pembenahan administrasi pemerintahan, Khalifah Abdul Malik bin Marwan juga berhasil mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab.

  1. Pada masa pemerintahan Walid menampakkan kejayaan Dinasti Umayyah. Wilayah kekuasaannya pun bertambah luas sampai ke Spanyol di Barat dan Sina ( India ) di Timur.. Dia membangun panti untuk orang cacat, juga membangun jalan-jalan raya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan yang megah dan masjid-masjid.



5. Pada masa pemerintahan Umar binAbdul Aziz, dia melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan sarana pelayananumum, speerti perbaikan lahan pertanian, penggalian sumur baru, penginapan bagimusafir dan lain-lain..


D. Kemajuan, Kemunduran danKehancuran Daulah Umayyah

D. I. Kemajuan-kemajuan DaulahUmayyah
Selain melakukan ekspansi keberbagai wilayah, ada beberapa hal penting yang di capai Daulah Umayyah, yaitu:
a. Menetapkan Bahasa Arab sebagaiBahasa resmi;
b. Mendirikan masjid Agung diDamaskus;
c. Membuat mata uang bertuliskankalimat syahadat;
d. Mendirikan rumah sakit diberbagai wilayah;
e. Menyempurnakan peraturanpemerintah;

f. Melakukan pembukuan Hadits Nabi.
Selain itu, Pada masa Daulah BaniUmayyah perkembangan kebudayaan mengalami kemajuan dan juga bidang seni,terutama seni bahasa, seni suara, seni rupa, dan seni bangunan (Arsitektur).
D. II. Kemunduran dan KehancuranDaulah Umayyah
Adabeberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanyakepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:

• Sistem pergantian khalifah melaluigaris keturunan adalah sesuatu yang baru (bid'ah) bagi tradisi Islam yang lebihmenekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidak jelasan sistempergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat dikalangan anggota keluarga istana.
• Latar belakang terbentuknyadinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yangterjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi'ah(para pengikut Abdullah bin Saba' al-Yahudi )dan Khawarij terusmenjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhirmaupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah.Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
• Pada masa kekuasaan Bani Umayyah,pertentangan etnis antara suku Arabia Utara ( BaniQays ) dan Arabia Selatan ( Bani Kalb )yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan inimengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalangpersatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (nonArab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidakpuas karena status mawali itumenggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arabyang diperlihatkan pada masa BaniUmayyah.
• Lemahnya pemerintahan daulat BaniUmayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehinggaanak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala merekamewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karenaperhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
• Penyebab langsung tergulingnyakekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipeloporioleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib .



BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Daulah bani Umayyah I didirikan olehMuawiyah bin Abu Sufyan. Khalifah yang memimpin Daulah ini ada 14 orang. Selainitu, masing-masing khalifah ada yang membuat kemajuan dan ada juga yangmenyebabkan kemunduran Daulah Umayyah. Salah satu kemajuan yang di capai olehdaulah ini adalah berhasilnya menetaokan bahasa Aarb sebagai bahasa resmi dan mendirikanmesjid agung di Damaskus.

Salah satu penyebab kehancuran danruntuhnya daulah ini adalah . Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah jugadisebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anakkhalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisikekuasaan.

B. Saran

Belajar dari masa lalu merupakansesuatu yang perlu kita lakukan. Dari uraian di atas kita dapat mengambilpelajaran bahwa kita harus berusaha dengan maksimal agar bisa membuatperubahan. Di samping itu kita sebagai umat Islam juga harus bisa menjagapersatuan dan kesatuan agar musuh-musuh Islam tidak bisa menghancurkan kita.

DAFTARPUSTAKA


Yatim, Badri. 2004. SejarahPeradaban Islam. Jakarta .

Internet . id.wikipedia.org.
Internet .cossac
Internet. ilmupedia.com
Internet. makalah -ibnu.blogspot.com
Internet : hitsuke.blogspot.com 

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

About

Featured Posts Coolbthemes