Saturday, May 14, 2011

LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI


PENGERTIAN LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
Laporan Harga Pokok Produksi adalah laporan aktivitas suatu departemen produksi selama satu periode. Laporan Harga Pokok Produksi dibuat setiap akhir periode (bulan). Isi laporan harga pokok produksi adalah:
1. Laporan produksi secara fisik.

2. Laporan tentang biaya yang dibebankan dan harus dipertanggung-jawabkan oleh departemen tersebut.
3. Pertanggungjawaban biaya yang dibebankan pada departemen tersebut.
Langkah-langkah dalam menyusun Laporan Harga Pokok Produksi:
1. Skedule kuantitas untuk mempertanggungjawaban arus fisik.
Kuantitas fisik produk harus dilaporkan pada bagian ini. Kuantitas fisik produk yang diterima (transfer masuk) harus sama dengan yang ditransfer keluar. Yang dimaksud dengan transfer masuk adalah penerimaan produk yang akan di proses pada departemen yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud dengan transfer keluar adalah unit produk yang selesai diproses dan kemudian ditransfer ke gudang atau ke departemen lain, dan produk yang sampai akhir periode belum selesai diproses (Persediaan PDP akhir).
Unit Transfer Masuk = Unit Transfer Keluar
2. Skedul biaya yang harus dipertanggungjawabkan.
Semua biaya yang dipergunakan dalam proses produksi di suatu departemen diakumulasikan dan dilaporkan menurut unsur biaya. Biaya yang harus dipertanggungjawabkan adalah semua biaya yang melekat pada Persediaan PDP awal dan semua biaya produksi yang terjadi pada periode yang bersangkutan.
3. Menghitung unit produk equivalen (UPE)
Menghitung output yang dinyatakan dalam Unit Produk Equivalensi (UPE). Karena ada 2 jenis output yaitu produk yang sudah 100% selesai dan yang belum 100% selesai, maka seluruh output dihitung dengan menggunakan satuan seolah-olah telah mencapai 100% selesai (equivalensi).
4. Menghitung biaya per unit produk equivalensi
5. Melaporkan pertanggungjawaban biaya.
Biaya yang terjadi di Departemen harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Biaya yang terjadi, umumnya dipergunakan untuk:
a) Membuat produk jadi (produk yang ditransfer ke gudang barang jadi atau ditransfer ke departemen lain). Biaya yang dipergunakan untuk membuat produk jadi, merupakan Harga Pokok Produk Jadi.
Halaman 79
Akuntansi Biaya – Daljono
b) Memproduksi Produk Dalam Proses (Produk yang belum jadi pada saat akhir periode). Biaya yang dipergunakan untuk memproses PDP akhir periode, merupakan Harga Pokok Persediaan PDP akhir periode.
Jumlah biaya yang dipergunakan untuk memproses Produk Jadi dan Persediaan PDP akhir, harus sama dengan jumlah biaya yang harus dipertanggungjawabkan (total biaya pada langkah ke 2)
CONTOH (Produk diolah dalam 1 departemen)
CV. VIRGO memproduksi sabun cuci, Produk yang sudah selesai langsung ditransferkan ke Gudang Barang Jadi. Data berikut berhubungan dengan produksi bulan Januari 2003:
Bahan dimasukan untuk proses prod 120.000 unit. Produk jadi ditransfer ke gudang Barang Jadi 90.000 unit. Pada Akhir periode terdapat Produk yang belum selesai diproses sejumlah 30.000 unit dengan kondisi tingkat penyelesaian 100 % Bahan, dan tingkat penyelesaian untuk Tenaga Kerja & Overhead Pabrik 50 % selesai.
Biaya yang terjadi selama bulan Januari:
Biaya Bahan: Rp 32.400,- BTK: Rp 35.700,- dan BOP: Rp 33.600,-
DIMINTA:
1. Buatlah Laporan Harga Pokok Produksi
2. Buatlah jurnal yang dibutuhkan selama bulan Januari
Penyelesaian:
Untuk memudahkan pemahaman tentang keadaan perusahaan CV Virgo diatas, berikut ini diringkaskan dalam bentuk gambar sederhana.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes