Monday, September 26, 2011

METODE TEHNIK MENCARI PASANGAN



BAB  I

PENDAHULUAN



  1. Latar Belakang Masalah.

      Tercapainya tujuan Pendidikan diIndonesia tidak dapat terlepas dari peran guru , siswa , masyarakat maupunlembaga terkait lainnya. Sebagai salah satu upaya peningkatan kwalitaspendidikan menuju tercapainya tujuan tersebut perlu disampaikan suatu upayaperbaikan sistim pembelajaran  inovatifyang merangsang siswa untuk mencintai yang akhirnya mau mempelajari secaraseksama terhadap suatu mata pelajaran.
Mata pelajaran sejarah dalamkonsep umum seringkali dipandang sebagai mata pelajaran hafalan yangmembosankan  hal tersebut dapat kita ihatdari adanya ketidak tuntasan  siswa kelasX saat ulangan harian pada masing-masing kompetensi dasar, sehingga para gurusejarah harus mulai mengembangkan sistim pembelajaran inofativ untukmembangkitkan minat siswa terhadap pelajaran sejarah.


Hal tersebut yang mendorongpenulis untuk melakukan penelitian yang diberi judul  “ METODE TEHNIK MENCARI PASANGAN SEBAGAIUPAYA MENINGKATAN MOTIVASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DISMA NEGERI 2 XXX 

  1. Identifikasi masalah.

Identifikasi masalah merupakaninterpretasi guru :
      a.Siswa mengalami kesulitan belajar yang disebabkan oleh metode yang
          disampaikan oleh guru.
            b. Kesulitan belajarsiswa nampak pada menurunnya motivasi belajarnya
            c. Menurunnya motivasisiswa menyebabkan hasil penilaian siswa yang
                diperoleh kurang maksimal

C. Perumusan Masalah.
           Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut,maka dapat
    dirumuskan masalah  sebagaiberikut :
     1.Apakah Metode tehnik mencari pasangan dapat meningkatkan motivasi
        hasil belajar siswa  ?
     2.Seberapa jauh metode tehnik mencari pasangan dapat meningkatkan
        motivasihasil belajar siswa ?.

  1. Tujuan dan kegunaan penelitian.
      1. Tujuan penelitian
a. Untuk mengetahui  perubahan hasil belajar siswa setelah 
    menggunakan  metode tehnik  berpasangan.
           b. Untuk mengetahui seberapa jauh penggunaan  metode tehnik
                berpasangan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri
     2.Kegunaan Penelitian.
   a. Untukmeningkatkan Prestasi belajar siswa khususnya kelas X.
   b. Mengembangkan metode pembelajaranCooperatif Learning sehingga
      pembelajaran sejarah tidak monoton.
   c.Memberikan motivasi guru untuk menerapkan metode pemelajaran
      terpadu       
              d. Menunjang tercapainya tujuan pendidikanNasional.
     
  1. Ruang lingkup penelitian.
            Ruang lingkup penelitian ini didalam penelitian ini dapat dijelaskan 
            sebagai berikut :
1.     Daerah penelitian atau populasi di dalam penelitian iniadalah siswa
Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Xxx.
2.     Aspek-aspek yang diteliti adalah :
a. Metodetehnik mencari pasangan
b. Motivasi hasil belajar siswa.
     
  1. Strategi pendekatan Metodologi .

1. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatip / Inferensial dengan daerah
   generalisasi SekolahMenengah Atas Negeri 2 Xxx.
2. Masalah yang akan diteliti adalah apakah Metodetehnik mencari
                pasangan dapatmeningkatkan motivasi hasil belajar siswa.

  1. Hipotesis.
MenurutSutrino Hadi (1982) Hipotesis adalah pernyataan yang masih
lemah kebenarannyadan perlu dibuktikan..
           Ha             :  Metode Tehnik mencari pasangan dapatmeningkatkan
                                 motivasihasill belajar siswa pada mata pelajaran sejarah
                                 kelas X  di SMA Negeri 2 Xxx.
            Ho            :  Metode mencari pasangan tidak dapatmeningkatkan motivasi 
               hasil belajar siswa pada matapelajaran sejarah  kelas X
              di SMA Negeri 2 Xxx. 









BAB  II
KAJIAN PUSTAKA

       2.1.Pengertian tehnik mencari pasangan.

Tehnik menurut kamus WJS Poerwodarmintoadalah  Metode atau sistim dalammengerjakan sesuatu ( 1158 ) Sedangkan Tehnik mencari pasangan ( make-A Match)menurut Loma Curan 1994  : adalah suatucara untuk memberi kesempatan pada siswa untuk mencari pasangannya sesuaidengan topik yang digunakan saat itu dengan langkah - langkah sebagai berikut :

1.      Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisibeberapa konsep atau topik yang cocock untuk sesi review. Satu bagian kartusoal dan bagian lainnya kartu jawaban.
2.     Setiap siswa mendapat satu kartu
3.     Setiap siswa memikirkan jawaban dari kartu yangdipegangnya.
4.     Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yangcocok dengan kartunya.
5.     Setiap siswa dapat mencocokan kartunya sebelum bataswaktu diberi poin
6.     sisiwa mempresentasikan hasil jawabannya.

             Menurut Anita Lie tahun 1999 dalambuku Cooperati Learning  :              menyebutkan bahwa tehnik mencaripasangan merupakan salah satu bentuk tehnik pembe lajaran gotong royong denganberpusat pada aktivitas siswa serta menghilangkan dominasi guru danmenggunakanberbagai macam metode secara terpadu.
      
       2.2. Metode Mengajar.
             
MenurutProf.DR. Winarno Surakhmad :metodeadalah cara yang sebaik baiknya mencapai tujuan. Sedangkan mengajar adalahsuatu usaha yang bersifat sadar tujuan yang dengan sistimatis terarah padaperubahan tingkah laku menuju kedewasaan anak didik.
             
Perubahan yangdimaksud itu menunjukkan pada suatu proses yang harus  
dilalui. Tanpa proses ituperubahan tidak mungkin terjadi jika tanpa proses tujuan tak dapat dicapai danproses yang dinaksud disni adalah  prosespendidikan atau proses educatif.
Dalam strategi pembelajarankomponen yang paling dominan adalah pendekatan dan metode pembelajaran
          
Atas dasarpendekatan dan metode inilah, guru menyusun strategi dan langkah langkahpenyampaian materi pembeajaran untuk mencapai tujuan.

Pelaksanaanpembelajaran atau proses pembelajaran merupakan proses transaksional untukmengembangkan potensai siswa secara aktif dan kreatifseoiptimal mungkin agarterwujud aktivitas dan kreativitas siswa selama proses pembelajaran perlumempertahankan motivasi belajarnya. Untuk itu proses pembelajaran dibuatpenggalan-penggalan kegiatan yaitu pendahuluan , inti dan penutup
            Kegiatanpendahuluan untuk menarik perhatian siswa sehingga mereka termotivasi secaraaktif dan kreatif pada kegiatan berikutnya, maka yang perlu dilakukan antaralain : menunjukkan essensi tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran ,mendiskripsikan pokok-pokok materi yang akan dipelajari dan menunjukkan manfaatapa yang dapat dipetik dari usahanya dalam mempelajari atau menunjukkan manfaatapa yang dapat dipetik dari usahanya dalam mempelajari materi itu bagikepentingannya sehari-sehari.

           Penilaian Hasil Belajar

            Penilaian atau evaluasiadalah seluruh alat atau sarana yang digunakan disekolah untuk mengukur kinerjasiswa secara formal, baik berupa kuis, tes, evaluasi tertulis dan pemberiannilai/grades ( Slavin,1994,486 ).
            Didalam Kurikulum berbasisKompetensi dijelaskan tentang evaluasi yaitu penentuan nilai suatu progrtam danpenentuan pencapaian tujuan suatu program.
Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada obyektertentu berdasarkan sustu criteria tertentu.

Sedangkan proses pemberian nilai dapat sajaberbentuk interpretasi yang diakhiri dengan Judgement. Keduanya merupakan temapenilaian yang membandingkan antara criteria dan kenyataan dalam kontekssituasi tertentu. Atas dasar itulah maka kegiatan penilaian selalauada obyekatau program, ada criteria dan ada interpretasi/ Judgement ( Nana Sudjana, 2004; 3 ).
           
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberiannilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan criteria tertentu.
Jika dihubungkan dengan pandangan diatas, dimana penilaian selalu ada obyekyang dinilai dalam konteks ini tentunya yang dimaksud dengan obyek disiniadalah hasil belajar siswa.
           
Hasil belajar siswa seringkali dihubungkan denganperubahan tingkah laku yang dalam arti luas mencakup bidang kognitif, afektifdan psikomotorik . Lebih jauh penilaian hasil belajar dilaksanakan untukmemberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa danguru dalam mencapai tujuan atau kompetensi dasar yang telah ditetapkansebelumnya.

Sekali lagi penilain dalam pembelajaran merupakanbagian integral dari proses belajar mengajar itu sendiri dimana hubungan denganmetode dan tujuan pembelajaran sangat erat.  

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes