Thursday, September 29, 2011

MANFAAT DAN FUNGSI INTERNET DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI



Di bidang E-Business / E-Commerce

Dari namanya,kita sudah bisa menebak kalau ini berkaitan dengan kegiatan yang bersifat komersial.Tidak salah memang, karena istilah e-commerce yang akan kita bahas ini memangmengacu pada kegiatan komersial di internet. Contoh paling umum dari
kegiatan e-commerce tentu sajaadalah aktifitas transaksi perdagangan melalui sarana
internet. Dengan memanfaatkane-commerce, para penjual (merchant) dapat menjajakan
produknya secara lintas negarakarena memang sifat internet sendiri yang tidak mengenal
batasan geografis. Transaksidapat berlangsung secara real time dari sudut mana saja di
dunia asalkan terhubung dalamjaringan internet.
Umumnya transaksi melalui saranae-commerce dilakukan melalui sarana suatu situs web
yang dalam hal ini berlakusebagai semacam etalase bagi produk yang dijajakan. Dari
situs web ini, para pembeli(customer) dapat melihat bentuk dan spesifikasi produk
bersangkutan lengkap dengan hargayang dipatok. Berikutnya, apabila si calon pembeli
tertarik, maka ia dapat melakukantransaksi pembelian di situs tersebut dengan sarana

kartu kredit. Berbeda dengantransaksi kartu kredit pada umumnya yang menggunakan
peralatan khusus, transaksi kartukredit di internet cukup dilakukan dengan memasukkan
nomor kartu kredit beserta waktukadaluwarsanya pada formulir yang disediakan.
Di tahap selanjutnya, program diserver e-commerce akan melakukan verifikasi terhadap
nomor kartu kredit yangdiinputkan. Apabila nomor kartu yang dimasukkan valid, maka
transaksi dianggap sah danbarang yang dipesan akan dikirimkan ke alamat pembeli.
Tentu saja sebelumnya saatmengisi formulir pemesanan, calon pembeli telah mengisikan
alamat lengkap kemana barangyang akan dibelinya harus dikirimkan. Harga barang yang
dibeli kemudian akan dimasukkandalam rekening tagihan dari kartu kredit yang
digunakan.
Aktifitas e-commerce sebenarnyabukan melulu berkisar pada usaha perdagangan. Kalau
kita rajin menjelajahisitus-situs web, kita bisa menjumpai aneka usaha yang pada intinya
berusaha mengeduk keuntungandari lalu-lintas akses internet. Ambil contoh situs lelang
online di www.ebay.com yangdemikian populer, juga situs penyedia jasa yang mengutip
bayaran untuk netters yang inginmenggunakan layanannya. Tidak ketinggalan pula situssitus
khusus dewasa. Bahkan untuk yangterakhir ini justeru disebut-sebut sebagai
pelopor dari bisnis e-commerce.
Seperti halnya kegiatan bisniskonvensional, iklan juga memegang peranan penting
dalam e-commerce. Para pengelola situs web banyak mendapatkan pemasukandari iklan
yang ditayangkan di situs webyang dikelolanya (umumnya berbentuk iklan banner atau
popup window). Tengok saja Yahoo atau DetikCom sebagai contoh dimanatiap
halamannya selalu dijejali olehbanner iklan yang mencolok mata. Wajar saja, sebab dari
sanalah sumber pembiayaanlayanan (plus sumber keuntungan) mereka berasal.
Tapi dengan makin banyaknyasitus web yang muncul juga berarti semakin ketatnya
persaingan. Menjaring iklan disebuah situs web tentu saja tidak gampang. Para
pemasang iklan umumnya hanyaberminat memasang iklannya pada situs dengan trafik
kunjungan yang tinggi. Ituartinya para pengelola situs harus berusaha memancing
sebanyak mungkin pengunjung kesitus mereka. Caranya tentu saja dengan memajang
content yang beragam sehinggapengunjung bisa betah berlama-lama di situsnya--syukursyukur
kalau mereka akan balik lagi dikesempatan berikut atau lebih baik lagi apabila
sampai menjadi pengunjung setia.
Sayangnya mengundang pengunjung dengan cara ini jelasbutuh usaha dan biaya yang
tidak sedikit, sementara itu efektifitas pemasangan banneriklan di situs web sendiri
sebenarnya masih diragukan. Parapengunjung situs web umumnya datang dengan tujuan
untuk mencari informasi sehingga kemungkinan besar tidaksempat melirik ke bannerbanner
yang terpajang di situs web bersangkutan. Alih-alihmemperhatikan, para
pengunjung kerap malahan merasa terganggu dengan adanya banneriklan di sebuah
halaman web. Walhasil banyak situs web yang tidak mampumembiayai operasionalnya
karena pemasukan dari iklan ternyata tidak mampumengimbangi besarnya modal yang
dikucurkan. Karena itulah beberapa waktu terakhir ini kitabanyak melihat situs web
komersial (dikenal sebagai'DotCom') yang bertumbangan

Di bidang E-Banking

Electronic Banking, atau e-banking bisadiartikan sebagai aktifitas perbankan di internet.
Layanan ini memungkinkan nasabah sebuah bank dapatmelakukan hampir semua jenis
transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya viaweb. Mirip dengan
penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorangnasabah dapat melakukan
aktifitas pengecekan rekening, transfer dana antarrekening, hingga pembayaran tagihantagihan
rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekeningbanknya. Jelas banyak
keuntungan yang bisa didapatkan nasabah denganmemanfaatkan layanan ini, terutama
bila dilihat dari waktu dan tenaga yang dapat dihematkarena transaksi e-banking jelas
bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjangnasabah dapat terhubung
dengan jaringan internet.
Untuk dapat menggunakan layanan ini, seorang nasabah akandibekali dengan login dan
kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitase-banking milik bank bersangkutan.
Selanjutnya, nasabah dapat melakukan login dan melakukanaktifitas perbankan melalui
situs web bank bersangkutan.
E-banking sebenarnya bukan barang baru di internet,tapi di Indonesiasendiri, baru
beberapa tahun belakangan ini marak diaplikasikan olehbeberapa bank papan atas.
Konon ini berkaitan dengan keamanan nasabah yang tentunyamenjadi perhatian utama
dari para pengelola bankdisamping masalah infrastruktur bank bersangkutan.
Keamanan memang merupakan isu utama dalam e-banking karenasebagaimana kegiatan
lainnya di internet, transaksi perbankan di internet jugarawan terhadap pengintaian dan
penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Sebuah situs ebanking
diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangatketat untuk
menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanyadimanfaatkan oleh mereka
yang memang betul-betul berhak. Salah satu teknikpengamanan yang sering dugunakan
dalam e-banking adalah melalui SSL (Secure Socket Layer)maupun lewat protokol
HTTPS (Secure HTTP).

Di bidang E-Government

Istilah ini baru kedengaran beberapa waktu belakangan ini,seiring dengan maraknya
pemanfaatan teknologi internet dalam bidang pemerintahan.Walaupun namanya egovernmet,
tapi jangan dibayangkan ini adalah sistem pemerintahanyang sepenuhnya
berbasis internet. E-government, khususnya di Indonesia,masih diartikan secara sempit
sebagai sebuah sistem di internet (entah web, alamat emailkontak, atau milis) yang
mengeksploitir potensi di suatu daerah dengan maksudmengundang pihak-pihak yang
mungkin dapat memberikan keuntungan bagi daerahbersangkutan, entah itu sebagai
investor atau turis.
Kalau kita menengok ke situs-situs pemerintah daerah di Indonesia yangmengaku
sebagai "e-government", sebenarnya tidakubahnya dengan etalase yang memajang data
statisik, potensi wisata, dan kekayaan alam suatu daerah,dan tidak ketinggalan pula
kesempatan (baca: undangan) bagi para investor untukmenanamkan modalnya di daerah
bersangkutan. Content yang berkaitan dengan pemerintahan (government)sendiri
malahan tidak mendapat perhatian yang cukup.
Ini mungkin hanya masalah istilah, tapi rasanya cukup mengganggujuga, khususnya
kalau dibandingkan dengan aktifitas elektronik lainnya diinternet yang memang betulbetul
mengacu ke namanya. Namun demikian, mudah-mudahan kitajuga sedang menuju
ke arah yang lebih maju dalam hal pemanfaatan internetuntuk keperluan pemerintahan
sehingga kelak slogan e-government ini betul-betuldiaplikasikan secara utuh dan
bukannya sekedar sebagai"etalase" potensi daerah seperti yang sekarang kita saksikan.
Salah satu contoh penerapane-Government dalam artian sesungguhnya dapat dijumpai di
negara tetangga kita, Singapura.Untuk penerapan e-Governement di negaranya,
pemerintah Singapura telahmenjalankan proyek ambisius yang disebut eGAP (Electronic
Government Action Plan). Proyekyang setiap tahapnya menyedot anggaran sebesar US$
743 juta ini bertujuan untukmewujudkan pelayanan publik secara online di negara
tersebut.
Tahap pertama proyek ini telahberhasil membangun 1600 layanan publik secara online.
Layanan ini tidak hanya memberiinformasi, tetapi juga sanggup melakukan transaksi
semacam memesan fasilitasolahraga, mendaftarkan perusahaan, membuat paspor baru,
dan sebagainya. Program initelah berhasil membuat 75 persen penduduk Singapura
mulai berkomunikasi denganbirokrasi secara online via internet. Dalam proyek eGAP
tahap II yang dimulai pada tahun2003, pemerintah negara pulau tersebut mengharapkan
90 persen warga negaranya dapatberkomunikasi secara online pada 2006 nanti.

Di bidang E-Learning

Istilah e-Learning dapatdidefinisikan sebagai sebuah bentuk penerapan teknologi
informasi di bidang pendidikandalam bentuk sekolah maya. Definisi e-Learning sendiri
sebenarnya sangat luas, bahkansebuah portal informasi tentang suatu topik (seperti
halnya situs ini) juga dapattercakup dalam e-Learning ini. Namun istilah e-Learning
lebih tepat ditujukan sebagaiusaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajarmengajar
di sekolah dalam bentuk digitalyang dijembatani oleh teknologi Internet.
Dalam teknologi e-Learning,semua proses belajar-mengajar yang biasa ditemui dalam
sebuah ruang kelas, dilakukansecara live namun virtual, artinya dalam saat yang sama,
seorang guru mengajar di depansebuah komputer yang ada di suatu tempat, sedangkan
para siswa mengikuti pelajarantersebut dari komputer lain di tempat yang berbeda.
Dalam hal ini, secara langsungguru dan siswa tidak saling berkomunikasi, namun secara
tidak langsung mereka salingberinteraksi pada waktu yang sama.
Semua proses belajar-mengajar hanya dilakukan di depansebuah komputer yang
terhubung ke jaringan internet, dan semua fasilitas yangyang biasa tersedia di sebuah
sekolah dapat tergantikan fungsinya hanya oleh menu yangterpampang pada layar
monitor komputer. Materi pelajaran pun dapat diperolehsecara langsung dalam bentuk
file-file yang dapat di-download, sedangkan interaksiantara guru dan siswa dalam bentuk
pemberian tugas dapat dilakukan secara lebih intensifdalam bentuk forum diskusi dan
email.
Pemanfaatan e-Learning membuahkan beberapa keuntungan,diantaranya dari segi
finansial dengan berkurangnya biaya yang diperlukan untukmengimplementasikan
sistem secara keseluruhan jika dibandingkan dengan biayayang dibutuhkan untuk
mendirikan bangunan sekolah beserta seluruh perangkatpendukungnya, termasuk
pengajar. Dari sisi peserta didik, biaya yang diperlukanuntuk mengikuti sekolah
konvensional, misalnya transportasi, pembelian buku, dansebagainya dapat dikurangi,
namun sebagai gantinya diperlukan biaya akses internet.Dari sisi penyelenggara, biaya
pengadaan e-Learning sendiri dapat direduksi, disampingjumlah peserta didik yang dapat
ditampung jauh melebihi yang dapat ditangani oleh metodekonvensional dalam kondisi
geografis yang lebih luas.
Namun, dibalik segala kelebihan yang ditawarkan, penerapane-Learning, khususnya di
Indonesiamasih menyimpan masalah, antara lain pada keterbatasan akses internet serta
kurangnya pemahaman masyarakat akan teknologi internet.e-Learning juga kurang
cocok untuk digunakan pada level pendidikan dasar danmenengah, khususnya karena
kendala sosialisasi. Seperti kita ketahui, tujuan kegiatanbelajar-mengajar di sekolah
bukan hanya untuk menimba ilmu pengetahuan, melainkan jugamelatih anak untuk
bersosialisasi dengan teman sebaya maupun lingkungan diluar rumah. Hal semacam ini
tidak bisa didapati dalam sekolah maya via e-Learning. Disampingitu, sistem belajar
jarak jauh sangat mensyaratkan kemandirian, sehingga lebihcocok untuk diterapkan pada
lembaga pendidikan tinggi maupun kursus.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes