Monday, September 26, 2011

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SEJARAH



CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) :

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SEJARAH

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARANPARTISIPATIF PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI.IPS.2 SMA NEGERI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Digulirkannya Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) secara yuridisberdasarkan Permendiknas nomor 22 tahun 2006, mata pelajaran sejarah mengalamipasang surut, karena jam pelajarannya dikurangi

menjadi 1 jam pelajaran padakelas I dan II. Di perparah lagi kelas III hanya program ilmu sosial yangbelajar 3 jam pelajaran sedangkan program ilmu alam tidak belajar sama sekali,pada hal siswa yang program ilmu pengetahuan alam banyak memilih program ilmusosial pada mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) membawah dampak bagipengajaran sejarah dengan berkurangnya jam pengajaran sejarah sedangkan materipengajaran sangat padat, sama saja makanan besar mangkuk kecil.. Dari kerangkadasar ini guru sejarah harus dapat menyiasati pengajaran sejarah dengan tidakmengubah hakikat pembelajaran pengajaran sejarah.
Pengajaran sejarah merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian kegiatanantara guru dan siswa secara timbal balik yang berlangsung dalam situasiedukatif dan kondusif untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui prosespengajaran siswa dapat tumbuh menuju ke dewasaan yang optimal, karena dalampengajaran dapat mengembangkan tiga kemampuan (kompetensi) antara lain:kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan).
Sejarah sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa merupakangambaran masa lalu manusia sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiahdan lengkap. Masa lalu itu terdiri dari urutan waktu dan fakta yang dilengkapidengan tafsiran dan penjelasan sehingga memberi pengertian tentang apa yangtelah berlalu itu. Dari gambaran masa lalu tersebut manusia dapat belajarurutan masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Peristiwa –peristiwa sejarahdi masa lalu harusnya menjadi cermin bagi generasi sekarang dalam kehidupan berbangsadan bernegara. Materi ini yang tertuang dalam pengajaran sejarah di sekolahmenengah atas.
Siswa menjadi kurang termotivasi untuk belajar karena banyak yang tidakmemiliki buku teks dan penunjang sejarah untuk mengajar apalagi jumlah jam yanghanya 1 jam pelajaran seminggu, meskipun di SMA Negeri berdasarkan kesepakatanantara kelompok kerja guru sejarah dengan sekolah dijadikan 2 jam pelajaranseminggu tetap juga menjadi problematika pengajaran ini. Nilai pelajaran yangmasih rendah ditandai dengan banyaknya nilai siswa di bawah KKM. Pengajarannyakurang diminati siswa dengan penyajian yang monoton, materi pelajaran yanggersang dengan tidak dikemas secara apik, baik dari segi metode maupun mediapengajaran, suasana kelas yang kering kerontang dengan tidak banyaknya siswayang mau bertanya dalam proses pengajaran, siswa kurang berani mengemukakangagasan dalam kegiatan belajar, kurang peduli di kelas dengan tidak mempunyaicatatan apalagi untuk memiliki buku teks dan penunjang, suasana kelas yang tidakbergairah untuk meningkatkan hasil belajar sejarah dengan tidak adanya rewarddari guru yang mengajar.
Merujuk permasalahan di atas, diperdapat suatu gambaran bahwa penyebabnyaadalah sebagian siswa kurang tertarik untuk belajar sejarah dibandingkan denganeksakta karena pembelajaran yang tidak membangkitkan minat siswa untuk belajar.Pelajaran ini lebih banyak hafalan untuk memahami suatu materi pelajaranmeskipun didukung dengan afektif pembelajaran ini.
Bertolak dari pengalaman mengajar dan permasalahan yang dijumpai di kelasdengan kurang tertarik belajar sejarah diupayakan dengan suatu tindakan guruuntuk mengatasi permasalahan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajardengan meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. Model pembelajaranpartisipasi dapat mengatasi kesulitan belajar diharapkan pembelajaran lebihbermakna, sehingga siswa senang dan puas dalam belajar. Pembelajaran sejarahakan lebih meransang siswa untuk belajar dengan menggunakan media hand out.Upaya ini akan dapat mengembangkan motivasi untuk belajar kea rah yang lebihbaik. Alternatif penelitian tindakan kelas ini sebagai upaya untuk pemecahanmasalah dalam mengatasi kebekuan dan kebuntuan pengajaran sejaran yang kurangdiminati siswa

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang serius yang perlu segera diatasi dan ditangani.Penulis melihat permasalahan dan faktor penyebabnya yang dapat dirinci masalahtersebut menjadi masalah penelitian tindakan kelas ini antara lain:


Dari segi siswa
1). kurangnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah yangditunjukkan nilai siswa yang masih banyak di bawah KKM
2) siswa kurang bersemangat dalam belajar
3). kurang respon dalam belajar
4). tidak mau mencatat materi esensial pelajaran sejarah,
Dari segi guru
1). Terbatas dalam menggunakan model mengajar yang menarik minat siswa
2). Terbatas dalam menggunakan media pengajaran yang menarik
3). Kurang berinovasi dalam pembelajaran
4). Kurang berupaya untuk memperbaiki proses pengajaran
5). Lebih cenderung mengejar target kurikulum dibandingkan proses pengajaran
6). Perubahan yang mendasar dengan kurikulum KTSP yang baru dimulai tahunajaran 2006/2007
Untuk itu penulis mencari akar permasalahannya dari pengalaman mengajar sejarahdan mengatasi kesulitan dalam proses belajar, sehingga diharapkan adanyaperbaikan proses pengajaran tercapainya hasil belajar yang maksimal.
Bertitik tolak dari rincian permasalahan di atas, dilakukankanlah tindakandengan menggunakan partisipasi belajar dan dirumuskanlah masalah penelitian tindakankelas ini sebagai berikut : “Dapatkah ditingkatkan prestasi belajar sejarahdengan menggunakan model pembelajaran partisipasi siswa di Kelas XI IPS.2 SMANegeri ?.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengungkapkan:
1. Perbaikan proses pembelajaran sejarah yang selama monoton dan membosankandan meningkatkan hasil belajar pengajaran sejarah.
2. Gambaran apakah pembelajaran sejarah dapat ditingkatkan dengan menggunakanmodel pembelajaran partisipasi siswa.
3. Peningkatan prestasi belajar yang diiringi kemampuan dalam kegiatan belajarmengajar sejarah dan menghasilkan pembelajaran yang bermakna.
4. Penggunaan model pembelajaran partisipasi belajar untuk menampilkanpembelajaran yang menyenangkan

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa
a. Untuk meingkatkan prestasi belajar sejarah
b. Meningkatkan proses belajar sejarah dengan tidak banyak mencatat tetapimemahami konsep-konsep
2. Bagi guru
a. Dapat berinovasi dalam mengajar dengan berkreasi dalam pembelajaran sejarah
b. Dapat berkreasi untuk memperbaiki citra proses pengajaran dan hasil belajarsejarah
3. Bagi sekolah
a. Meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah ditunjukkan dengan hasil belajar,uji kompetensi dan ujian block
b. Meningkatkan standar kriteria ketuntasan minimal pada mata pelajaran sejarahkelas XI IPS.2
c. Sebagai bahan masukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran yangbervariasi dapat meningkatkan prestasi belajar.

.... dst.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes