Tuesday, April 26, 2011

Target Costing {Theory of Constraints, dan Life-Cycle Costing }


The Cost life cycle merupakan urutan aktivitas
dalam perusahaan mulai daririset dan
pengembangan, kemudian desain,produksi
(atau penyediaan jasa),pemasaran/distribusi,
dan pelayanan kepadapelanggan.

The Sales life cycle merupakan urutan atau
fase-fase hidup produk danjasa dipasar mulai
dari pengenalan produk ataujasa sampai pada
pertumbuhan dalam penjualandan akhirnya
kematangan, penurunan danpenarikan dari
pasar.
Target biaya =Harga kompetitif– laba yang diharapkan.


   Perusahaan mempunyai dua pilihan untuk menurunkan biaya sampaipada level ‘target biaya/target cost’ :
   Dengan cara mengintegrasikan teknologi pemenufakturanbaru, menggunakan teknik-teknik manajemen biaya yang canggih seperti ‘activitybased costing’, dan mencari produktivitas yang lebih tinggi melalui perbaikanorganisasi dan hubungan tenaga kerja, perusahaan akan dapat menurunkan biaya.
   Dengan melakukan desain ulang terhadap produk ataujasa perusahaan dapat menurunkan biaya sampai mencapai level ‘targetbiaya/target cost’
              Banyak perusahaan menggunakan kedua metode,
yaitu pengendalian operasionaluntuk meningkatkan
produktivitas dan ‘targetcosting’ untuk merancang
produk dengan biaya rendah.

Lima tahap pengimplementasianpendekatan ‘target
costing’ :
          Menetukan harga pasar
          Menetukan laba yang diharapkan
          Menghitung taget biaya (target cost) pada hargapasar dikurangi laba yang diharapkan
          Menggunakan rekayasa nilai (value) untukmengidentifikasi cara yang dapat menurunkan biaya produk
          Menggunakan ‘kaizen costing’ dan pengendalianoperasional untuk terus menurunkan biaya.

Rekayasa nilai (value) digunakan dalam targetcosting untuk menurunkan biaya produk dengan cara menganalisis ‘trade off’antara (1) jenis dan level yang berbeda dalam fungsionalitas produk dan (2)biaya produk total.

Analisis fungsional adalah bentuk umum darirekayasa nilai untuk pengkajian kinerja dan biaya dari masing-masing fungsi atauciri utama produk

Analisis desain merupakan bentuk umum darirekayasa nilai (value) untuk produk dalam kelompok kedua, yaituproduk-produk industri dan produk khusus.
       Tim desain menyiapkan beberapa desain produk yang mungkin,masing-masing mempunyai keistimewaan yang serupa yang mempunyai tampilan danbiaya yang berbeda.

       TEORI KENDALA (THEORY OF CONTSTRAINT)
         Kebalikan dari ‘target costing’ yang berfokus pada tahapawal dari ‘cost life cycle’, teori kendala (the theory of constraint)berfokus pada aktivitas produksi (pemanufakturan).
       Langkah-langkah dalam analisis teori kendala (theory ofConstraint/TOC )
      
       Lima langkah dalam analisis TOC :
       1. Mengidentifikasi kendala yang mengikat
       2. Menetukan pemanfaatan yang paling  
      efisien untuk setiap kendala yangmengikat
       3. Mengelola aliran sepanjang kendala
      mengikat
  4. Menambah kapasitas pada kendala yang
           mengikat
       5. Merancang ulang proses pemanufakturan
           ke arahfleksibilitas dan ‘throughput’ yang
      cepat
      
ABC dan Teori Kendala (Theoryof Constraint)

   Activity-based costing (ABC)biasanya digunakan dalam perusahaan yang menggunkan metode manajemen biayaseperti target costing dan teori kendala (theory of constraint). ABCdigunakan untuk menilai profitabilitas produk, seperti TOC yang telahdiilustrasikan sebelumnya. Perbedaannya adalah bahwa TOC menggunakan pendekatanjangka pendek dalam melakukan analisis profitabilitas, sementara ABCmenggunakan analisis jangka panjang. Analisis TOC mempunyai fokus jangka pendekkarena TOC hanya menekan pada biaya yang berkaitan dengan bahan, sementara ABCmemasukkan semua biaya produk.
       LIFE CYCLE  COSTING
       Perbandingan Metode TOC dan ABC Costing
      
       Total biaya selama siklus hidup produk sering kali dipisahkanmenjadi tiga komponen, yaitu biaya hulu, biaya produksi, dan biaya hilir.
  1. Biaya hulu
           riset danpengembangan
           desain : membuatprototipe, pengujian, 
      teknis, dan pengembangan kualitas.
  2. Biaya produksi
      pembelian, biaya produksi langsung, biaya
      produksi tak langsung.
  3. Biaya hilir
           pemasaran dandistribusi, pengemasan,
      pengangkutan, contoh promosi, advertensi.
      pelayanan dan garansi, keluhan,pelayanan,
      pertanggungjawaban produk, dukungan
      kepada pelanggan.
Sementara metode manajemen biaya cenderung hanya memfokuskan pada biayaproduksi, biaya hulu, dan biaya hilir bisa jadi mempunyai porsi yang signifikandari ‘total life cycle cost’,khususnya untuk industri-industri tertentu :

  1. Industri dengan porsi biayahulu dan biaya
      hilir yangtinggi :
      Farmasi dan produsen mobil
  2. Industri dengan porsibiaya hulu tinggi:
      Software komputer, peralatanmedis dan
      industri khusus
  3. Industri dengan porsibiaya hilir yang
      tinggi:
      Eceran, parfum, kosmetik,dan perlengkapan
      toilet


       Pentingnya Desain
       faktorkeberhasilan kritis (critical success facrors) pada tahap desain adalah:
       1. Menurunkan waktu peluncuran ke pasar
  2. Menurunkan biaya pelayanan yang
      diharapkan
  3. Mempermudah pembuatan
  4. Perencanaan dan perancangan proses

       Basic engineering merupakan metode dimana perancangproduk bekerja secara terpisah dari pemasaran dan produksi untuk mengembangkandesain dari rencana dan spesifikasi khusus.
       Prototyping merupakan metode dimana model fungsionaldikembangkan dan diuji coba oleh para tehnisi dan pemakaian yang dipilih untukpercobaan.

       MANAJEMEN BIAYA SELAMA SIKLUS PENJUALAN (SALES LIFECYCLE)
  
Ø Fase 1 : Pengenalan Produk
Ø Fase 2 : Pertumbuhan
Ø Fase 3 : Kematangan
Ø Fase 4 : Penurunan

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes