Saturday, April 30, 2011

PENILAIAN PERSEDIAAN SELAIN HARGA POKOK


PERSEDIAAN (LANJUTAN)
Dalam situasi tertentu, persediaan dapat dinilai dimana tidak menggunakan harga pokok. Hal ini
dimungkinkan jika:
1. Harga pokok persediaan pengganti lebih rendah dari harga pokok yang dicatat
2. Persediaan tidak dapat dijual pada harga jual yang normal karena ketidaksempuranaan,
usang, perubahan gaya
Penilaian mana yang terendah antara harga pokok atau harga pasar
Jika harga pasar suatu persediaan lebih rendah daripada harga pokoknya, alternatif lain dalam
menilai persediaan pada harga pokok adalah menggunakan metode mana yang terendah antara

harga pokok atau harga pasar.
Dalam metode ini tidak memperhatikan metode yang digunakan (Harga pokok atau harga pasar
mana yang terendah)
Metode mana yang terendah antara harga pokok atau harga pasar dapat digunakan untuk:
1. Setiap jenis persediaan
2. Kelompok persediaan tertentu
3. Persediaan secara keseluruhan

MENGESTIMASI HARGA POKOK PERSEDIAAN
Harga pokok persediaan dapat diestimasikan untuk digunakan dalam penyusunan perhitungan
rugi laba jika ada bencana seperti kebakaran atau bencana alam lainnya.
Ada 2 metode dalam mengestimasi harga pokok persediaan yaitu:
1. Metode eceran
2. Metode laba kotor


METODE ECERAN UNTUK PENETAPAN HARGA POKOK PERSEDIAAN
Metode ini banyak ditetapkan oleh perusahaan eceran, khususnya Toserba (Toko Serba Ada).
Jika metode ini di pakai, catatan atas barang yang dibeli dilakukan dalam 2 jumlah, yaitu:
1. Harga pokok
2. Harga Eceran
Dalam metode ini, untuk menghitung persediaan akhir menurut harga pokok, maka harus
menghitung persentase harga pokok dengan cara membagi barang tersedia untuk dijual menurut
harga pokok dengan harga eceran yang kemudian dikalikan 100%. Kemudian persentase harga
pokok ini dikalikan dengan persediaan akhir menurut harga eceran.
Keunggulan pemakaian metode ini adalah:
Estimasi persediaan ini tanpa melakukan penghitungan fisik
Menghemat waktu dan biaya (karena tidak melakukan penghitungan secara fisik)
Barang yang hilang dapat dihitung dan dipantau, karena hasil penghitungan fisik harus sama
dengan persediaan menurut harga persediaan eceran.



METODE LABA KOTOR UNTUK PENGESTIMASIAN PERSEDIAAN
Jika metode ini digunakan jumlah penjualan untuk periode dapat dibagi ke dalam 2 komponen
yaitu:
1. Laba Kotor
2. Harga Pokok Penjualan
Metode laba kotor ini akan bermanfaat jika:
1. Persediaan sudah rusak atau musnah karena terbakar, pencurian, atau penyebab lain dan
data yang diperlukan untuk menilai persediaan sudah tidak ada lagi.
2. Pihak bersangkutan mau menguji atau mengecek, keabsahan angka persediaan yang
dihitung dengan cara lain. Penerapan ini disebut sebagai pengujian melalui laba kotor.


0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes