Saturday, April 30, 2011

MEMBANGUN KEPUASAN DAN NILAI PELANGGAN


Falsafah baru Pemasaran:
Perusahaan yang berpusat kepada pelanggan: sebuah perusahaan yang memfokuskan pada
pengembangan pelanggan dalam merancang strategi pemsaran dan menyerahkan nilai
superior kepada pelanggan sasarannya.
Nilai bagi pelanggan:
Ø Penilaian konsumen mengenai kapasitas produk secara keseluruhan adalah untuk
memuaskan kebutuhan.
Ø Merupakan perbedaan antara nilai total bagi pelanggan dan biaya total pelanggan dari

tawaran pemasaran.
Ø Nilai total pelanggan: total dari semua nilai produk, jasa, personel dan citra yang
diterima pembeli dari tawaran pemasaran.
Ø Biaya total pelanggan: total dari semua biaya moneter, waktu, energi dan fisik yang
berkaitan dengan tawaran pemasaran.

Kepuasan pelanggan:
Ø Tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan,
dibandingkan dengan harapan.
Ø Metode untuk menelusuri kepuasan pelanggan:
a. Sistem keluhan dan saran
b. Survei kepuasan pelanggan
c. Pembeli siluman adalah menyewa orang untuk berpura-pura sebagai pembeli, guna
melaporkan pengalaman mereka membeli produk perusahaan dan produk pesaing
d. Analisis pelanggan yang hilang

Ø Penemuan Profesor Claes Fornell dari University of Michigan mengenai kepuasan
pelanggan terhadap hasil produksi:
a. Kepuasan pelanggan akan lebih rendah pada industri yang menawarkan produk
homogen kepada pasar yang heterogen. Di lain pihak, industri yang menawarkan
produk homogen bermutu tinggi ke pasar homogen, akan mendapatkan tingkat
kepuasan tinggi.
b. Kepuasan pelanggan lebih rendah, kalau pembeli menghadapi biaya tinggi untuk
berganti pemasok. Mereka terpaksa membeli dari pemasoknya sekarang, meskipun
tingkat kepuasan mereka rendah.
c. Industri yang tergantung dari pembelian ulang, umumnya memiliki tingkat
kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.
d. Seiring dengan meningkatnya pangsa pasar, kepuasan pelanggan bisa turun.
Penyebabnya adalah lebih banyak pelanggan dengan permintaan heterogen yang
ditarik untuk membeli barang yang relatif homogen.

Menyampaikan Nilai bagi pelanggan dan kepuasan pelanggan:
Rantai nilai:
Ø Alat utama untuk mengidentifikasi cara menciptakan nilai bagi pelanggan yang lebih
tinggi
Ø Setiap perusahaan terdiri dari kumpulan aktivitas yang dilaksanakan untuk merancang,
meproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung produk perusahaan.
Ø Rantai nilai memecah perusahaan menjadi 9 aktivitas dalam nilai usaha untuk memahami
tingkah laku biaya dalam bisnis spesifik dan sumber potensial untuk membedakan
dari pesaing.
Ø Dalam konsep rantai nilai, perusahaan harus juga mencermati biaya dan kinerja dalam
setiap aktivitas. Selain itu juga harus memperhatikan pesaing.
Ø Kesuksesan perusahaan dalam hal ini, tergantung pada seberapa baik aktivitas dilakukan
dan dikoordinasikan satu sama lain, sehingga perusahaan harus lebih menekankan


pada lancarnya manajemen proses bisnis inti, yang terdiri:
a. Proses pengembangan produk, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam mengidentifikasi,
meriset dan mengembangkan produk baru secara cepat, dengan mutu
tinggi dan biaya yang wajar.
b. Proses manajemen persediaan, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam
pengembangan dan pengelolaan tingkat persediaan yang tepat, sehingga tersedia
pasokan yang cukup, sambil menghindari biaya yang tinggi.
c. Proses pemesanan sampai pengiriman barang, adalah semua aktivitas yang termasuk
dalam menerima pesanan, menyetujui, mengirimkan barang tepat waktu dan
menagih pembayaran.
d. Proses pelayanan pelanggan, adalah semua aktivitas yang termasuk dalam usaha
mempermudah pelanggan untuk menghubungi pihak yang tepat dalam perusahaan
untuk mendapatkan layanan, jawaban dan penyelesaian masalah.
Ø Sistem penyampaian nilai
Sistem yang terdiri dari rantai nilai dari perusahaan dan pemasok, distributor dan
akhirnya pelanggan.
Mempertahankan pelanggan
Ø Biaya kehilangan pelanggan


4 tahap untuk menganalisis biaya kehilangan pelanggan:
a. Perusahaan perlu menetapkan dan mengukur tingkat bertahannya pelanggan.
b. Perusahaan harus membedakan berbagai penyebab hilangnya pelanggan dan menentukan
penyebab mana yang bisa dikelola dengan baik.
c. Perusahaan harus memperkirakan kehilangan keuntungan dari pelanggan yang hilang.
d. Perusahaan perlu menghitung berapa biaya untuk mengurangi tingkat kehilangan
pelanggan.
Ø Perlunya mempertahankan pelanggan
a. Karena biaya untuk menarik pelanggan baru sangat mahal
b. Cara mempetahankan pelanggan:
§ Menyulitkan pembeli untuk berganti pemasok
§ Memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi
Pemasaran yang akrab dengan pelanggan
Adalah proses menciptakan, mempertahankan dan meningkatan hubungan yang kuat, bernilai
tinggi dengan pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya.


5 tingkat hubungan dengan pelanggan:
a. Hubungan biasa: Wiraniaga menjual produk, tetapi tidak melakukan tindak lanjut
apapun
b. Hubungan reaktif: Wiranianga menjual produk dan mendorong pelanggan untuk
menghubunginya, apabila ada pertanyaan atau masalah.
c. Hubungan bertanggung jawab: Wiraniaga menghubungi pelanggan, segera setelah
penjualan, untuk menanyakan apakah produk memenuhi harapan pelanggan atau
tidak. Wiraniaga juga meminta saran perbaikan dari pelanggan dan ketidakpuasan
secara terperinci.
d. Hubungan proaktif: Wiraniaga menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan
saran untuk peningkatan penggunaan produk atau produk baru yang berguna.
e. Hubungan kemitraan: perusahaan terus bekerja sama dengan pelanggan untuk
mencapai penghematan bagi pelanggan atau membantu pelanggan untuk bekerja lebih
baik
Tabel tingkat hubungan dengan pelanggan:
Marjin tinggi Marjin sedang Marjin rendah
Jumlah pelanggan
Banyak
Bertanggung jawab reaktif Biasa
Jumlah pelanggan
sedang
Proaktif Bertanggung jawab Reaktif
Jumlah pelanggan
sedikit
Kemitraan Proaktif Bertanggung jawab

Pendekatan yang digunakan untuk membina nilai bagi pelanggan:
1. Manfaat keuangan
2. Manfaat sosial
3. Manfaat struktural

Mengimplementasikan Pemasaran Mutu Terpadu:
Ø Mutu: Totalitas sifat-sifat dan karakteristik dari suatu produk yang berhubungan
dengan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/tersirat.

Ø Beberapa pemahaman tentang mutu:
a. Mutu harus disadari pelanggan: Kerja bermutu harus dimulai dengan kebutuhan
pelanggan dan berakhir dengan kesadaran pelanggan. Kalau pelanggan menginginkan
kehandalan, ketahanan atau kinerja yang lebih tinggi, maka hal- hal itulah
yang disebut mutu oleh pelanggan. Peningkatan mutu hanya berarti kalau disadari
oleh pelanggan, dengan cara mendengarkan suara pelanggan dalam perancangan,
rekayasa, pembuatan ddistribusi.
b. Mutu harus ditampilkan dalam setiap kegiatan perusahaan, tidak hanya pada produk
perusahaan. Mutu tidak hanya melekat pada produk, tetapi juga pada mutu iklan,
pelayanan, brosur produk, pengiriman barang, pelayanan purna jual dan sebagainya.
c. Mutu memerlukan komitmen sepenuhnya. Mutu hanya bisa diberikan oleh
perusahaan yang seluruh karyawannya memiliki komitmen pada mutu, serta termotivasi
dan terlatih untuk menghantarkan mutu. Perusahaan yang berhasil adalah
perusahaan yang meniadakan dinding antar bagian, yaitu karyawan bekerja sebagai
tim untuk melaksanakan proses bisnis utama serta hasil yang diharapkan.
d. Mutu memerlukan mitra yang bermutu. Mutu hanya bisa diberikan oleh perusahaan
yang mitra dalam rantainya juga memiliki komitmen pada mutu. Karena itu,
perusahaan yang berwawasan mutu, bertanggung jawab untuk mencari dan bekerja
sama dengan pemasok dan penyalur yang bermutu juga.
e. Mutu selalu dapat ditiungkatkan. Perusahaan terbaik percaya pada “KAIZEN”,
yaitu perbaikan terus-menerus pada semuanya oleh semua orang. Cara terbaik untuk
meningkatkan mutu adalah mengukur unjuk kerja perusahaan dibandingkan
dengan saingan “terbaik di kelasnya” dan berusaha meniru atau bahkan melompatinya.
f. Peningkatan mutu sering memerlukan lompatan jauh ke depan. Walaupun mutu
harus terus ditingkatkan, kadang-kadang perusahaan perlu menetapkan sasaran
berupa lompatan jauh. Peningkatan kecil-kecilan dapat dilakukan dengan bekerja
lebih keras. Namun peningkatan besar-besaran perlu cara-cara baru, dengan bekerja
lebih cerdik.
g. Mutu tidak perlu lebih mahal. Gagasan lama berpendapat bahwa: mutu lebih baik,
memerlukan biaya lebih mahal dan produksi yang lambat. Namun mutu sebenarnya
diperbaiki dengan belajar untuk “melakukan benar sejak awal”. Mutu tidak
dapat diperikas saja, namun harus dirancang. Kalau semuanya benar sejak awal,
maka akan banyak biaya yang ditiadakan.
h. Mutu itu perlu, namun belum tentu cukup. Perbaikan mutu suatu perusahaan benar-
benar perlu, karena pembeli semakin menuntut. Namun, mutu yang lebih baik,
belum tentu memberikan keunggulan, apalagi jika pesaing juga meningkatkan
mutunya.
i. Gerakan mutu tidak dapat menyelamatkan produk yang buruk.
Ø Total Quality Management (TQM):
Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan
daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa (pelayanan),
manusia, proses dan lingkungannya.
Penekanan TQM adalah mutu yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu
dengan baik, sejak dari awalnya dengan tujuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan.


Ø Peran pemasaran dalam mutu terpadu:
a. Manajemen pemasaran harus berpartisipasi dalam merumuskan strategi dan kebijakan
yang dirancang untuk membantu keberhasilan perusahaan lewat keunggulan
mutu terpadu.
b. Pemasar harus menyampaikan mutu pemasaran, disamping mutu produksi.

Ø Peran pemasar dalam menetapkan dan menyampaikan produk bermutu kepada pelanggan
a. Tahu kebutuhan dan tuntutan pelanggan
b. Memastikan pesanan pelanggan terpenuhi secara tepat
c. Menjalin hubungan dengan pelanggan
d. Mengumpulkan dan menyampaikan ide pelanggan ke bagian yang tepat dalam
perusahaan.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes