Monday, April 18, 2011

Pengertian Biaya

Menurut Harnanto (1992, hal. 24), pengertian biaya adalah sebagai berikut: Beban (expenses) adalahpenurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk aruskeluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkanpenurunan ekuitas yang tidak menyangkui pembagian kepada penanam modal. Dalamarti luas, biaya (cost) adalah jumlah uang yang dinyatakan dan sumber-sumber(ekonomi) yang dikorbankan terjadi dan akan terjadi untuk rnendapatkan sesuatuatau mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut lAl/SAK (1994), pengertianbiaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yangtelah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu,sehingga biaya dalam arti luas diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomiuntuk memperoleh aktiva.

2.2 Penggolongan Biaya
Terdapat lima cara penggolongan biaya, menurut Mulyadi (1990, hal. 10), yaitupenggolongan biaya menurut:


a) Obyek pengeluaran.
Dalam penggolongan ini, nama obyek pengelaran merupakan dasar penggolonganbiaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semuapengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut "biaya bahanbakar".
b) Fungsi pokok dalamperusahaan.
Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi, yaitu fungsi produksi fungsipemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaanmanufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok:
1) Biaya produksi.Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produkjadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin danequipment, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji karyawan yangbekerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung maupun yang tidak langsungberhubugan dengan proses produksi.
2) Biaya pemasaran.Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaranproduk. Contohnya adalah biaya biaya promosi, biaya angkutan dari gudangperusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakankegiatan pemasaran, biaya contoh (sample).
3) Biaya administrasi danumum. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi danpemasaran produk. Contohnya biaya ini adalah biaya gaji karyawan, bagiankeuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan masyarakat.
Jumlah biaya pemasaran bisya administrasi dan umum sering pula disebut
istildh biaya komersial (commercial expense)
c) Hubungan biaya dengansesuatu yang dibiayai.
Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dapat dikelompokkanmenjadi dua golongan:
1) Biaya langsung (directcost)
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalahkarena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biayabahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya langsung departemen (directdepartemen cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu.Contohnya adalah biaya tenaga kerja yang bekerja dalam Departemen Pemeliharaandan biaya depresiasi mesin yang dipakai dalam departemen tersebut.
2) Biaya tak langsung(indirect cost)
Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan olehsesuatu yang dibiayai. Biaya tak langsung dalam hubungannya dengan produkdisebut dengan istilah biaya produksi tak langsung atau biaya overhead pabrik(factory overhead cost). Contohnya biaya yang terjadi di Pembangkit TenagaListrik (biaya ini dinikmati oleh departemen-departemen lain dalam perusahaan,baik untuk penerangan maupun untuk menggerakkan mesin dan equipment yangpemakai listrik).
d) Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkanmenjadi:
1) Biaya variabel. Biayavariabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding denganperubahan volume kegiatan. Contohnya adalah biaya bahan baku dan biaya tenagakerja langsung.
2) Biaya semivariabel.Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahanvolume kegiatan. Biaya ini mengandung unsur biaya tetap dan unsur biayavariabel.
3) Biaya semitetap.Biaya semitetap adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentudan berubah dengan jumlah yang kostan pada volume produksi tertentu.
4) Biaya tetap.Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volumekegiatan tertentu. Contohnya adalah gaji direktur produksi.


e) Jangka waktu manfaatnya.
Biaya dapat dibagi menjadi dua pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan.
1) Pengeluaran modal (capital expenditures) adalah biaya yang mempunyai manfaatlebih dari satu periode akuntansi (biasanya satu tahun). Pengeluaran modal inipada saat terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan dibebankan dalamtahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi. diamortisasiatau dideplesi.
2) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures) adalah biaya yang hanyamempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut.
Penggolongan biaya adalah penggolongan proses mengelompokkan secara sistematisatas keseluruhan elemen yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebihringkas untuk dapat memberikan informasi yang lebih punya arti atau lebihpenting. Menurut Supriono (1993, hal. 32), penggolongan biaya terbagi menjadi 6(enam), yaitu:
a) Penggolongan biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan aktivitasperusahaan (Cost Classified Accounting to the Function of Business Activity).Fungsi pokok dan kegiatan perusahaan-perusahaan dapat digolongkan ke dalam:
1) Fungsi produksi, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan
pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual.
2) Fungsi pemasaran, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan
penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan
pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan
sampai dengan pengumpulan kas dari hasil penjualan.
3) Fungsi administrasi dan urnum, adalah fungsi yang berhubungan dengan
kegiatan penentuan kebijakan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan
perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna dan berdaya guna.
4) Fungsi keuangan, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan ataupenyediaan dana yang diperlukan perusahaan.
Atas dasar fungsi tersebut di atas, biaya dapat dikelompokkan menjadi:
1) Biaya produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksiatau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksidigolongkan ke dalam: (a) Biaya bahan baku; (b) Biaya tenaga kerja langsung;(c) Biaya overhead pabrik.
2) Biaya pemasaran, yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampaidengan pengumpuian pihutang menjadi kas. Biaya ini meliputi biaya untukmelaksanakan: (a) fungsi penjualan; (b) fungsi penggudangan produk selesai; (c)fungsi pengepakan dan pengiriman; (d) fungsi advertensi: (e) fungsi pemberiankredit dan pengumpulan pihutang; (6) fungsi pembuatan faktur atau administrasipenjualan.
3) Biaya administrasi dan umum. yaitu semua biaya yang berhubungan
dengan fungsi administrasi dan umum.
4) Biaya keuangan, adalah semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan
fungsi keuangan, misalnya: biaya bunga.
b) Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akandibebankan penggolongan pengeluaran adalah sebagai berikut:
1) Pengeluaran modal (Capital Expenditure). Adalah pengeluaran yang akan dapatmemberikan manfaat (benefit) pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaranyang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
b. Pengeluaran penghasilan (Revenues Expenditures). Adalah pengeluaran yangakan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi di mana pengeluaranterjadi.
c) Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitasatau kegiatan atau volume
1) Biaya tetap (h'txed Coat). Biaya tetap memiliki karakteristik sebagaiberikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahanvolume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.
b. Pada biaya tetap, biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalikdengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendahbiaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
2) Biaya variabel (variable cost). Biaya variabel memiliki karakteristiksebagai berikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding
(proportional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar
volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel, semakin
rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah total biaya variabel.
b. Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan
volume kegiatan, jadi biaya satuan konstan.
3) Biaya semi variabel (Semi variable cost). Biaya semi variabel memilikikarakteristik sebagai berikut:
a. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan
volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding.
b. Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkandengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding.
d) Penggolongan biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang dibiayai.
Biaya dibagi menjadi:
1) Biaya langsung (Direct cost). Biaya langsung adalah biaya yang terjadinyaatau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.
2) Biaya tidak langsung (Indirect cost). Biaya tidak langsung adalah biaya yangterjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusatbiaya tettentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek ataupusat biaya.
Tujuan penggolongan pabrik ke dalam departemen-departemen, disebutdepartemenisasi, adalah:
1) Untuk ketelitian pembebanan harga pokok.
2) Untuk pengendalian biaya.
e) Penggolongan biaya untuk tujuan pengendalian biaya
Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada menejemendikelompokkan ke dalam:
1) Biaya terkendalikan (Controllable cost). Biaya terkendalikan adalah biayayang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalamjangka waktu tertentu.
2) Biaya tidak terkendalikan (Uncontrollable cost). Biaya tidak terkendalikanadalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/pejabattertentu berdasar wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi olehseorang pejabat dalam jangka waktu tertentu.
f) Penggolongan biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan
Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh menejemen data biaya dikelompokkan kedalam;
1) Biaya relevan. Adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan,oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilankeputusan.
2) Biaya tidak relevan (irrelevant cost). Biava tidak relevan adalah biaya yangtidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perludiperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Mas'ud (1996, hal 80), biaya dibagi menjadi lima bagian yaitu:
a) Klasifikasi biaya bendasarkan tingkah laku.
Biaya diklasifikasikan berdasar tingkah laku biaya dalam hubungannya denganvolume produksi/penjualan maka biaya dikelompokkan ke dalam tiga jenis biayayaitu:
1) Biaya variabel. Biaya yang bervariasi langsung (proporsional) dengan
kuantitas yang diproduksi naik (berubah) sebesar perubahan kuantitas
dikalikan biaya variabel per satuan dan sebaliknya apabila turun. Contoh biaya
ini adalah bahan baku (direct material).
2) Biaya tetap. Biaya yang jumlah nilainya akan tetap walaupun jumlah yangdiproduksi/dijual berubah-ubah dalam kepasitas normal. Contoh biaya sewa gedunguntuk pabrik yang dibayar tahunan.
3) Biaya semi variabel. Jenis biaya ini jumlahnya berubah-ubah dalamhubungannya dengan perubahan kuantitas yang diprodusir tctapi perubahannyatidak proporsional. Contoh biaya pengawas dengan insentif sesuai dengankapasitas produksi.
b) Klasifikasi berdasarkan pertanggungjawaban.
Biaya dalam hubungannya dengan pertanggungjawaban dikelompokkan menjadi duayaitu:
1) Biaya terkendali (controlable cost). Merupakan biaya yang dikeluarkan olehsuatu tempat biaya (misalnya departemen atau bagian) dan atas pengeluaran biayatersebut seseorang harus mempertanggungjawabkannya. Sebagai contoh adalah biayaiklan untuk menjual produk, merupakan tanggung jawab bagian penjualan ataumanajer penjualan, dan biaya iklan ini adalah biaya terkendali buat departemenpenjualan.
2) Biaya tak terkendali (Uncontrollable cost). Adalah biaya tidak bisadibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh seorang manajer pusat biaya.Biaya penyusutan mesin misalnya, tidak bisa dipengaruhi dan bukan tanggungjawabmanajer pusat biaya.
c) Klasifikasi biaya herdasar obyek.
Berdasarkan obyeknya, biaya ini dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu:
1) Biaya langsung (direct cost). Adalah biaya yang dikeluarkan atau dibebankandi mana biaya tersebut bisa langsung dihubungkan dengan obyek yang dibiayaiatau dibebani
2) Biaya tak langsung (indirect cost). Adalah biaya yang dikeluarkan ataudibebankan dimana biaya tersebut tidak bisa dihubungkan langsung dengan obyek.
d) Klasifikasi biaya dalam hubungannya dengan produk
Biaya produksi/biaya pabrik merupakan biaya yang dipakai untuk menilaipersediaan yang dicantumkan dalam laporan keuangan, dan jumlahnya relatif lebihbesar daripada jenis biaya lain, dan kegiatan produksi selalu terjadiberulang-ulang dalam pola yang sama secara rutin, dibanding jenis kegiatanseperti litbang, distribusi dan sebagainya.
1) Biaya bahan dasar (material). Dalam arti luas adalah elemen yang digunakansebagai dasar pembuatan barang jadi, tetapi ada kemungkinan barang jadi dariproduk suatu perusahaan merupakan material dari perusahaan lain. Untuk tujuanakuntansi bahan dasar dipisahkan ke dalam dua kategori yaitu:
a. Bahan dasar langsung, yaitu bahan yang menjadi bagian menyeluruh dari
produk jadi.
b. Bahan dasar tak langsung, yaitu merupakan bahan dasar (material) yang
digunakan untuk membuat produk, tetapi jumlahnya sangat kecil, dan
bukan merupakan bagian menyeluruh dari produk jadi.
2) Biaya tenaga kerja (labor). Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakanbahan dasar sampai menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja langsung merupakanbiaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yang langsung menangani pembuatan(proses) dan bahan dasar sampai menjadi barang jadi dan sebaliknya, tenaga kerjatak langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja yangmenyumbangkan jasanya untuk pembuatan bahan dasar menjadi barang jadi tetapitidak langsung menangani pembuatannya misalnya gaji pengawas yang mengawasipara pekerja yang menangani langsung pembuatan kursi tersebut.
3) Biaya overhead pabrik (Factory overhead). Dalam artian ini, biaya overheadpabrik termasuk biaya bahan dasar tak langsung dan biaya tenaga kerja tak taklangsung. Pemisahan langsung dan tak langsung biaya dalam konteks yangmerupakan pemisahan biaya umum tetapi dalam konteks yang lain berbeda, selainitu pemisahan langsung dan tak langsungnya biaya juga dipengaruhi oleh metodapengumpulan biaya.
e) Klasifikasi biaya berdasar fungsi operasi non produksi
Biaya non manufaktur dikelompokkan berdasarkan fungsinya yaitu:
1) Biaya distribusi, biaya yang dikelompokkan dalam biaya distribusiberlain-lainan pada berbagai jenis perusahaan tetapi pada umumnya biayadistribusi mempunyai dua pengertian.
a. Pengertian sempit yaitu biaya untuk menyebar (memasarkan) barang
pada konsumen atau sering disebut biaya pemasaran (marketing expense).
b. Pengertian luas biaya yaitu biaya yang dikeluarkan dari mulai barang
selesai dibuat sampai ke tangan konsumen, di mana yang termasuk jenis
biaya ini meliputi biaya penjualan, biaya pengiriman. advertensi, gaji
salesman dan sebagainya.
2) Biaya administrasi (administrative expense), kelompok biaya administrasipada
umumnya disatukan dengan biaya umum dengan nama biaya administrasi dan
umum (termasuk biaya-biaya unluk mengelola administrasi perusahaan, biaya
bagian akuntansi, dan sebagainya).
3) Biaya riset dan pengembangan (research and development costs), seluruh biaya
untuk penyelidikan dan pengembangan yang berkenaan dengan produk baru
atau penemuan-penemuan lainnya.
4) Biaya-biaya keuangan (financial costs), adalah biaya-biaya yang berhubungandengan pengeluaran; saham obligasi dan surat-surat berharga lainnya, termasukpenyebaran (penjualan) dari sural-surat berharga tersebut.

2.3 Manfaat Penggolongan Biaya
Menurut Mulyadi (1993, hal. 165), manfaat penggolongan biaya sebagai berikut:
a) Untuk mengetahui harga pokok produk yang diproduksi dalam bulan tertentu.
b) Sebagai dasar pengambilan keputusan biaya dimasa yang akan datang.
c) Untuk memperjelas tugas wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap manajer.
Menurut Murti dan John (1998, hal. 424), manfaat penggolongan biaya adalah:
a) Memberikan kemudahan pendistribusian biaya secara merata.
b) Memberikan keadilan atau beban yang pantas terhadap suatu produk.
Menurut Charles (1997, hal. 328) manfaat penggolongan biaya adalah untukmengadakan penilaian persediaan dan untuk pengambilan keputusan sepertipenentuan harga, menambah produk dan mempromosikan produk.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes