Monday, April 25, 2011

EVA dan Residual Income


Akuntansidan Penilaian Kinerja
Laporankeuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan, yang disebut neracayang mengungkapkan nilai aktiva, utang dan modal pada suatu saat tertentu, danlaporan laba rugi yang melaporkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periodetertentu biasanya meliputi periode satu tahun.
Untukmengukur tingkat pengembalian suatu investasi atau modal terdapat beberapa alatukur, mulai dari ROI (return on investment), ROE (return on equity), EPS(earning per share), dan lain-lain.
Indikatoryang paling sering digunakan selama ini dalam menilai kinerja adalah ROI (returnon investment). ROI adalah perbandingan antara laba dengan jumlahinvestasi. ROI menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalamkeseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Perhitungan ROI didapatdari keuntungan netto sesudah pajak dibagi jumlah aktiva dan hasilnya berupapersentase. Namun, perhitungan ROI dirasakan mempunyai beberapa kelemahan:
  1. ROI tidak membawa keadilan bagi sesama pusat pendapatan. Kenaikan dalam ROI belum tentu berarti bagus bagi para pemegang saham.
  2. Banyaknya biaya diluar kendali
  3. Dampak jangka panjang
EconomicValue Added (EVA)

Sebagaialternatif dari ROI adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur labaekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapattercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua modal biaya operasi (operatingcost) dan biaya modal (cost of capital).
Rumus EVA
l  EVA = NOPAT – Capital Charges
Keterangan:
NOPAT = NetOperating Profit After Tax/Keuntungan bersih setelah pajak    
CapitalCharges = Invested Capital x Cost of Capital
Atau bisajuga
l  EVA= EBIT-Tax-WACC
Ket:
EBIT= LabaUsaha Sebelum Bunga dan Pajak
Tax = PajakPenghasilan Perusahaan
WACC =Biaya modal rata-rata
Berdasarkanrumus diatas maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan manajemen dalammengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan EVA, antara lain:
l  Menghitung biaya modal
l  Menghitung besarnya strukturpermodalan/pendanaan
l  Menghitung biaya modal rata-ratatertimbang (WACC)
l  Menghitung nilai EVA
UkuranKinerja
Hasilpenilaian kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan ukuran EVA dapatdikelompokkan kedalam 3 kategori yang berbeda, yaitu sebagai berikut:
l  Nilai EVA>0 atau EVA bernilaipositif
Pada posisiini berarti manajemen perusahaan telah berhasil menciptakan nilai tambahekonomi bagi perusahaan.
l  Nilai EVA = 0
Pada posisiini berarti manajemen perusahaan berada pada posisi titik impas. Perusahaantidak mengalami kemunduran tetapi sekaligus tidak mengalami kemajuan secaraekonomi
l  Nilai EVA < 0 atau EVA bernilainegatif
Pada posisiini berarti tidak terjadi proses pertambahan nilai ekonomis bagi perusahaa,dalam arti laba yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan para kreditor danpemegang saham perusahaan (investor).
LangkahPerbaikan dan Manfaatnya
Terdapattiga cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk meningkatkan EVA dari tahun ketahun, yaitu sebagai berikut:
l  Tingkatkan keuntungan tanpamenggunakan penambahan modal
l  Merestrukturisasi pendanaan perusahaanyang dapat meminimalkan biaya modalnya
l  Investasikan modal padaproyek-proyek dengan return yang tinggi
Keunggulandan Kelemahan EVA
KeunggulanEVA:
l  EVA dapat menyeleraskan tujuanmanajemen dan kepentingan pemegang saham dimana EVA digunakan sebagai ukuranoperasional dari manajemen yang mencerminkan keberhasilan perusahaan didalammenciptakan nilai tambah bagi pemegang saham atau investor
l  EVA memberikan pedoman bagimanajemen untuk meningkatkan laba operasi tanpa tambahan dana/modal, mengekposurpemberian pinjaman (piutang), dan menginvestasikan dana yang memberikan imbalantinggi.
l  EVA merupakan sistem manajemenkeuangan yang dapat memecahkan semua masalah bisnis, mulai dari strategi danpergerakkanya sampai keputusan operasional sehari-hari
KelemahanEVA:
l  Sulitnya menentukan biaya modal yangbenar-benar akurat, khususnya biaya modal sendiri. Terutama dalam perusahaan gopublic biasanya mengalami kesulitan dalam perhitungan sahamnya.
l  Analisis EVA hanya mengukur faktorkuantitatif saja. Sedangkan, untuk mengukur kinerja perusahaan secara optimum,perusahaan harus dikur berdasarkan faktor kuantitatif dan kualitatif
ResidualIncome (RI)
ResidualIncome (RI) adalah laba yang dihasilkan diatas target pengembalian investasipada suatu pusat laba.
RI =Laba – (Investasi x Target ROI)
Keunggulandan kelemahan RI
KeunggulanRI:
l  Membuat semua pusat laba memilikisasaran yang sama untuk pusat investasi yang sebanding
l  Dapat digunakan tarif beban modalyang berbeda untuk aktiva yang memiliki resiko yang berbeda
KelemahanRI:
l  RI hanya mendorong manajer pusatlaba untuk berorientasi pada tujuan-tujuan jangka pendek, karena kinerjanyadibatasi hanya untuk satu periode akuntansi saja.
l  RI sangat dipengaruhi oleh metodedepresiasi yang digunakan perusahaan.
l  Karena hasil akhir RI adalah berupaangka absolut, bukan rasio maka sulit untuk membandingkan RI dari satu pusatlaba dengan RI dari pusat laba lainnya yang memiliki jumlah investasi yangberbeda.
Biaya modal(Cost of Capital)
Biaya modaladalah biaya yang harus dibayar oleh perusahaan atas penggunaan dana untukinvestasi yang dilakukan perusahaan, baik dana yang berasal dari utang ataudari pemegang saham.
Biayamodal = Tarif bunga pinjaman – (tarif pajak x tarif bunga pinjaman)
Atau
BiayaModal = (tarif deviden x nilai nominal saham) : harga pasar saham
Atau
Biayamodal = (deviden lembar saham saat ini : harga pasar saham) + tingkatpertumbuhan rata-rata deviden yang diharapkan 

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes