Saturday, April 30, 2011

Perkembangan Akuntansi Syariah


Dalam penyusunan akuntansi Islam kemungkinan ada persamaan dengan akuntansi
konvensional khususnya dalam teknik dan operasionalnya. Seperti dalam bentuk
pemakaian buku besar, sistem pencatatan, proses penyusunan bisa sama. Namun
perbedaan akan kembali mengemuka ketika membahas subtansi dari isi laporannya,
karena berbedanya filosofi.
Dalam kaitan ini menarik disimak produk Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK)
Syariah yang sudah dihasilkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan disahkan per
Mei 2002. PSAK ini diterapkan per 1 Januari 2003. Produk ini memang membawa ke
era baru bagi industri keuangan di tanah air yang berprinsip syariah.

PSAK tersebut dinilai tidak konsisten dengan jiwa syariah khususnya dalam
filosofinya. Sistem ini masih kental mengadopsi filosofi akuntansi konvensional yang
menggunakan sistem acrual basis. Sistem ini kurang pas dengan jiwa syariah karena
menempatkan pendapatan yang belum nyata dalam laporan keuangan.
Penerapan sistem cash basis sangat fundamental. Seperti halnya bank syariah tidak
bisa mengalami negative spread karena menggunakan prinsip bagi hasil. Jadi kalau
sistem cash basis ini dihilangkan, ciri akuntansi syariah ikut hilang.
Sistem akuntansi dasar akrual (acrual basis) tidak sensitif dalam mencegah
terjadinya kejahatan keuangan. Kasus WorldCom, Enron, semula berawal dari
sistem akuntansi akrual tersebut. Laporan keuangan mereka bagus, tapi cash flow
mereka buruk. Itu terjadi, karena pendekatan dasar akrual memang membuka
peluang kecurangan dalam pembukuan. Tragedi WorldCom terjadi karena akuntan
memanfaatkan celah-celah dasar akrual, yang akhirnya merugikan para pemilik
saham. Kebangkrutan tersebut terjadi karena banyak keuntungan yang masih
berbentuk potensi dibukukan dan diakui sebagai pendapatan.
Terlepas dari kelemahan PSAK itu, yang jelas teori akuntansi syariah harus terus
didukung untuk terus disempurnakan. Agar akuntansi tidak lagi bicara angka, tapi
juga penegakan keadilan dan kebenaran. Dan, agar tidak ada lagi WorldCom-
WorldCom lain yang menjadi ikon dari dongeng kebangkrutan.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes