Saturday, April 30, 2011

Konsep Penyusutan di Dalam Laba Tunai


Fasilitas fisis atau biasa disebut dengan aktiva operasional menghasilkanpendapatan lebih banyak melalui penggunaannya daripada melalui penjualankembali aktiva tersebut. Aktiva ini dapat dipandang sebagai kuantitas jasaekonomi potensial yang dikonsumsi selama menghasilkan pendapatan (Dyckman   dkk, 1996: 590). Fasilitas fisis memberi kontribusijasa ke operasi berupa kapasitas atau daya. Sehingga kos daya atau kapsitasfasilitas fisis tersebut harus diserap menjadi bagian kos produksi dan akhirnyamenjadi beban pendapatan (Suwardjono, 2005: 437). Prinsip-prinsip akuntansimenghendaki adanya penandingan biaya dari semua jenis aktiva operasional denganpendapatan selama umur manfaatnya. Terminologi akuntansi untuk
proses iniberbeda-beda tergantung pada kategori aktiva tersebut :
1.   Penyusutan adalah alokasi periodik biaya aktiva tetap terhadappendapatan periodik yang dihasilkan.
2.   Deplesi adalah alokasi periodik dari biaya sumber daya alam, seperticadangan mineral dan kayu, terhadap pendapatan periodik yang dihasilkan.
3. Amortisasi adalah alokasi periodik dari aktiva takberwujud terhadap pendapatan periodik yang dihasilkan. Istilah amortisasi juga digunakan padaaktiva keuangan dan kewajiban.
Depresiasimerupakan suatu proses alokasi kos secara sistematik dan rasional dan jumlahrupiahnya diukur atas dasar bagian kos potensi jasa yang dianggap telahdimanfaatkan dalam menciptakan pendapatan. Depresiasi sebagai biaya tidakberbeda dengan jenis biaya operasi lainnya. Depresiasi merupakan biaya yangbenar-benar terjadi dan dikeluarkan seperti biaya lainnya. Memang benar biayadepresiasi untuk periode tertentu tidak menunjukan pengeluaran pada periodetersebut. Biaya depresiasi mengukur bagian pengeluaran masa lalu yang dipandanglayak dibebankan terhadap kegiatan atau pendapatan periode berjalan. Jadi dapatdikatakan bahwa kos fasilitas fisis merupakan suatu bentuk ekstrem biayadibayar di muka. Akuntansi depresiasi merupakan sarana untuk membebankan biayadibayar di muka tersebut ke produksi atau periode berjalan (Suwardjono, 2005:437-438).
            Pengertian depresiasi dan amortisasisebagai proses akumulasi dana didasari bahwa untuk dapat mempertahankankelangsungan hidup, perusahaan harus dapat mengganti fasilitas fisik yang habisumurnya. Akibatnya perusahaan harus menyisihkan dana dari pendapatan yangdiperoleh. Dengan mengurangi pendapatan, laba akan berkurang sebesar depresiasidan amortisasi yang dibebankan. Depresiasi dan amortisasi adalah biaya tidaktunai karena depresiasi dan amortisasi tidak memerlukan pengeluaran kas.dianggap sebagai sumber dana untuk menghitung sumber dana atau aliran kas masuk(proceeds) dengan cara menambahkankembali nilai depresiasi dan amortisasi ke laba akuntansi (Suwardjono, 1989:439).
Cara menghitungsemacam ini hanyalah salah satu teknik penghitungan sumber dana dimanadepresiasi dan amortisasi sebagai beban non kas yang artinyabiaya tersebut tidak lagi memerlukan pengeluaran kas sekarang ataupun di masadepan. Sehingga pembebanan depresiasi ke dalam pendapatan serta menambahkan kembali nilai depresiasidan amortisasi ke laba akuntansi dapat dikatakan sebagai teknik dalammenghitung sumber dana.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes