Saturday, April 30, 2011

Kualitas Informasi Laba


M. Yusuf, dkk (2002) menyebutkan bahwainformasi laba harus dilihat dalam kaitannya dengan persepsi pengambilankeputusan. Karena kualitas informasi laba ditentukan oleh kemampuannyamemotivasi tindakan individu dan membantu pengambilan keputusan yang efektif.Hal ini didukung oleh FASB yang menerbitkan SFAC No. 1 yang menganggap bahwalaba akuntansi merupakan pengukuran yang baik atas prestasi perusahaan dan olehkarena itu laba akuntansi hendaknya dapat digunakan dalam prediksi arus kas danlaba di masa yang akan datang.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Hendriksen dalambukunya Accounting Theory edisikelima (1992:338) menetapkan tiga konsep dalam usaha mendefinisikan danmengukur laba menuju tingkatan bahasa. Adapun konsep-konsep tersebut meliputi:
a.  Konsep Laba pada TingkatSintaksis (Struktural)
Pada tingkat sintaksis konsep income dihubungkan dengan konvensi(kebiasaan) dan aturan logis serta konsisten dengan mendasarkan pada premis dankonsep yang telah berkembang dari praktik akuntansi yang ada. Terdapat duapendekatan pengukuran laba (incomemeasurement) pada tingkat sintaksis, yaitu: Pendekatan Transaksi danPendekatan Aktiva.
b.    Konsep Laba pada TingkatSematik (Interpretatif)
Pada konsep ini income ditelaah hubungannya dengan realita ekonomi. Dalam usahanyamemberikan makna interpretatif dari konsep laba akuntansi (accounting income), para akuntan seringkali merujuk pada duakonsep ekonomi. Kedua konsep ekonomi tersebut adalah Konsep Pemeliharaan Modaldan Laba sebagai Alat Ukur Efisiensi.
c.     Konsep Laba pada TingkatPragmatis (Perilaku)
Pada tinmgkat pragmatis (perilaku)konsep income dikaitkan denganpengguna laporan keuangan terhadap informasi yang tersirat dari labaperusahaan. Beberapa reaksi usaha users dapat ditunjukkan dengan prosespengambilan keputusan dari investor dan kreditor, reaksi harga surat terhadap pelaporan income atau reaksiumpan balik (feedback) dari manajemendan akuntan terhadap income yangdilaporkan.
Konsep income ini paling tidak harus memberikan implikasi income sebagai bahan pengambilankeputusan manajemen.
Secara ringkas, laba bersih (net income) disajikan untukmasing-masing kelompok penerima dengan menggunakan konsep-konsep sebagaiberikut :
Tabel 2.1
Konsep Laba, Perhitungandan Penerima Laba
Konsep Laba
Perhitungan Laba
Pihak Penerima Laba
Nilai Tambah
(Value Added)
Harga jual produksi dari jasa dikurangi harga pokok barang dan jasa yang dijual.
Pegawai, pemilik, kreditor dan pemerintah
Laba Bersih Perusahaan
(Enterprise Net Income)
Kelebihan hasil (revenue) dari biaya, seluruh pendapatan (gain) dan rugi. Biaya tidak termasuk bunga, pajak dan bagi hasil.
Pemegang saham, pemegang obligasi dan pemerintah.
Laba Bersih bagi investor
(Net Income to Investor)
Sama seperti enterprise net income tetapi setelah dikurangi pajak penghasilan.
Pemegang saham, pemegang obligai dan kreditor jangka panjang.
Laba bersih bagi pemegang saham residual
(Residual Equity Holders)
Laba bersih kepada pemegang saham dikurangi dividen saham preferen
Pemegang saham biasa (sekarang dan yang potensial) terkecuali prioritas pembayaran tidak terpenuhi.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes