Saturday, April 30, 2011

AKTIVA TETAP DAN AKTIVA TAK BERWUJUD


Aktiva berwujud berumur panjang, yang sifatnya permanen, yang digunakan dalam operasi
normal perusahaan dan yang dibeli bukan untuk dijual lagi dalam operasi normal perusahaan
diklasifikasikan sebagai Aktiva Tetap
Contoh:
Tanah, Bangunan, Peralatan
Sedang aktiva yang berumur panjang dan tidak mempunyai karakteristik fisik dan yang dibeli
bukan untuk dijual kembali serta dipakai dalam operasi normal perusahaan, diklasifikasikan
sebagai Aktiva Tak Berwujud.

Contoh: Goodwill, Hak Paten, Hak Cipta
Akuisisi/Perolehan Aktiva Tetap
Harga perolehan aktiva tetap mencakup pengeluaran yang diperlukan agar aktiva sampai di
tempat dan siap untuk dipakai, mencakup pajak penjualan, beban transportasi, asuransi,
biaya pemasangan, dan pengluaran lainnya yang berkaitan.
Penyusutan Aktiva Tetap Berwujud
Penyusutan yaitu penurunan manfaat secara periodik atau pengalokasian harga perolehan
aktiva secara sistematik selama masa manfaat dari aktiva bersangkutan
Akuntansi untuk penyusutan
Ada 3 faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusutan:
1. Harga perolehan (cost)
Harga perolehan suatu aktiva meliputi seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan
perolehan dan penyiapannya untuk dapat digunakan.
2. Nilai residual atau nilai sisa (residual value / salvage value)
Jumlah yang diperkirakan dapat direalisasikan pada saat aktiva tersebut tidak digunakan
lagi
3. Masa atau umur manfaat aktiva tetap
Aktiva tetap memiliki masa manfaat terbatas. Keterbatasan tersebut karena berbagai
faktor seperti keausan, kecacatan, kemerosotan nilai, kerusakan (kecuali tanah)
Penggunaan metode penyusutan
Ada 4 metode penyusutan aktiva tetap yang dikenal secra umum yaitu:
1. Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)
2. Metode Unit Produksi (Units-of-Production Method)
3. Metode saldo menurun (Declining Balance Method)
4. Metode jumlah angka tahun (Sum-of-the-Years-Digits Method)
Metode Garis Lurus
Dalam metode ini, nilai penyusutan dibebankan secara merata selama estimasi umur aktiva.
Rumus: Harga Perolehan - Taksiran Nilai Residu
Estimasi Umur Manfaat
Contoh (1) (dipakai pada awal tahun):
Harga perolehan Mesin (rupiah) 20.000
Taksiran nilai sisa (nilai residu) 0
Taksiran umur manfaat (tahun) 5
Tanggal pemakaian 01 Jan’95
Maka besarnya penyusutan per tahun:
20.000 - 0
----------- = 4.000 per tahun
5 thn
Jika dibuat tabel penyusutannya, akan nampak seperti dibawah ini:
Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0 20.000
1 4.000 4.000 16.000
2 4.000 8.000 12.000
3 4.000 12.000 8.000
4 4.000 16.000 4.000
5 4.000 20.000 0
Penjelasan:
Akumulasi penyusutan merupakan kumulatif dari beban penyusutan.
Akumulasi penyusutan = akumulasi penyusutan + beban penyusutan
Nilai buku = Harga perolehan - akumulasi penyusutan
atau
Nilai buku = Nilai buku - beban penyusutan
Pengecekan:
Nilai buku pada akhir estimasi umur manfaat harus sama dengan taksiran nilai sisa.
Jika berbeda, berarti telah terjadi kesalahan.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes