Tuesday, October 4, 2011

PENGERTIAN / ARTI TASAWUF


STUDI TASAWUF
TASAWUF, menurut etimologi , AHLU SUFFAH = kelompok orang pada zaman
rasulullah hidupnya banyak di serambi serambi mesjidm mereka mengabdikan hidupnya
untuk beribadah kepada Alah. Ada lagi mengatakan Tasawuf berasal dari kata SHAFA
( fi’il mabni majhul) orang yang bersih dan suci, orang yang menyucikan dirinya
Dihadapan Allah.. Ada yang mengartikan berasal dari bahasa Yunani SAUFI yang berarti
kebijaksanaan. SHUF yang berarti bulu domba (wol)
Tasawuf berdasarkan istilah, (1) menurut Al-Jurairi, Memasuki segala budi
(Akhlak) yang bersifat suni dan keluar dari budi pekerti yang rendah. (2) Menurut Al-
Junaidi , ia memberikan rumus bahwa tasawuf adalah bahwa yang hak adlaah yang
mematikanmu dan Hak-lah yang menghidupkanmu. Adalh beserta Allah tampa adanya
penghubung.



Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang
mengganggu perasaan kebanyakan mahluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang
asal (isntink) kita, memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. Menjauhkan
segala seruahan dari hawa nafsu.mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada
ilmu-ilmu hakikat, memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal . Menaburkan
nasihat kepada semua umat manusia, memegang teguh janji dengan Allah dalam hal
hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat.
Dari Al-Junaid dapat disimpulkan tasawuf adalah memberikan hati dari apa yang
mengganggu perasaan kebanyakan mahluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang
asal (isntink) kita, memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia. Menjauhkan
segala seruahan dari hawa nafsu.mendekatkan sifat suci kerohanian dan bergantung pada
ilmu-ilmu hakikat, memaki barang-barang yang penting dan terlebih kekal . Menaburkan
nasihat kepada semua umat manusia, memegang teguh janji dengan Allah dalam hal
hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syariat.
FASE PERKEMBANGAN TASAWUF :
1. Fase Askestisme (zuhud) berkembang pada abad kedua Hijriah, sikap semacam
ini dipandang pengantar kemunculan tasawuf diman setiap individu dari kalangan
muslim memusatkan dirinya pada ibadah dan pendekatan diri pada Allah SWT,
mereka tidak mementingkan kenikmatan duniawi dan kemudian berpusat pada
kenikmatan akherat, Tokoh yang populer pada fase ini adalah hasan Al Basri (110
H) dan Rabiah Al Adawiyah (185 H) keduanya dalam sejarah disebuth seorang
zahid
2. Fase Akhlaki
Pada fase ini tasawuf berkembang pada abad ketiga Hijriah , dimana para sufi
mulai ekspansi pada wilayah prilaku dan moral manusia. Pada saat manusia ketika
itu berada ditengah-tengah terjadinya dekadensi moral yang cukup akut, sehingga
dari sini tasawuf mulai berkembang dengan pesat sebagai ilmu moral keagamaan
dan mendapat respon yang baik dari masyarakat islam , dari sini kemudian
nampaklah bahwa ajaran tasawuf semakin sederhana dan mudah dipraktekkan
dengan standart akhlak
3. Fase AL Hallaj
1 abad kemudian , muncul tasawuf jenis lain yang lebih ekslusif dan fenomental
yang diwakili oleh al-hallaj, beliau mengajarkan tentang kebersatuan manusia
dengan Tuhan Konsep yang dibawanya adalah wahdatul wujud (bersatu dengan
wujud yang satu). Dari konsep ini kemudian Al-Hallaj diputuskan bersalah dan
harus dihukum mati, untuk sebuah konsistensi paham tasawufnya, Dimana
masyarakat islam masih sangat indentik dengan jenis tasawif aklaki, kemudian al-
Hallaj dianggap membahayakan stabilitas umat
4. Fase Tasawuf moderat
kemunculan tasawuf pada fase ini, muncul sekitar abad ke lima hijriyah dengan
seorang tokohnya yanitu Imam Ghazali, yang sepenuhnya hanya menerima
tasawuf yang berdasarkan al-Quran dan Al-Hadist, serta menekankan kembali
askestisme. Al-Ghazali telah berhasil menempatkan prinsip-prinsip tawawuf yang
moderat, akibat pengaruh kepribadian iman al_Ghazali yang begitu besar, maka
pengaruh tasawuf dengan dasar moderat ini telah meluas hampir keseluruh
pelosok dunia islam, lalu mulailah bermunculan para tokoh sufi yang kemudian

mengembangkan tarekat tertentu untuk murid-murid mereka, seperti Sayyid
Ahmad Ar-Rijai dan Sayyed Abdul Qadir Jaelani.
4. Fase Tasawuf Falsafi
Pada fase ini tasawuf mulai dipadukan denganfilsafat yang muncul pada abad ke 6
hijriah , tokoh yang muncul Syuhrowardi al Maqtul (549 H) , Syek Akbar
Mulyadin Ibn Araby (638 H) dan Ibn faridh (632 H) mereka memcoba
menggabungkan pola pikir tasawuf yang akhlaki dan askestisme dengan filsafat
yunani khususnya neo-Platonisme. Teori –teori yang mendalam khususnya
mengenai jiwa, moral, ilmu tentang wijud menjadi hal yang urgensi dalam prinsip
berfikir mereka.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes