Thursday, October 20, 2011

Pengertian Kecerdasan Emosional



Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri,semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri danbertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hatidan emosi,tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar bebanstress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalamorang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengansebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpindiri dan lingkungan sekitarnya. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepadaanak-anak. Orang-orang yang dikuasai dorongan hati yang kurang memiliki kendalidiri, menderita kekurangmampuan pengendalian moral.

Goleman(1997), mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungansosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hatiindividu yang lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki tingkatemosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulansosial serta lingkungannya. Lebih lanjut Goleman (1997) mengemukakan bahwakecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalammemotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi danmenunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosionaltersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilahkepuasan dan mengatur suasana hati.
Sementara Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwakecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektifmenerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yangmanusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajarmengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta menanggapinyadengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam kehidupansehari-hari.
Selanjutnya Howes dan Herald (1999) mengatakan padaintinya, kecerdasaan emosional merupakan komponen yang membuat seseorangmenjadi pintar menggunakan emosi. Lebih lanjut dijelaskan bahwa emosi manusiaberada diwilayah dari perasaan lubuk hati, naluri yang tersembunyi, dan sensasiemosi yang apabila diakui dan dihormati, kecerdasaan emosional menyediakanpemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan oranglain. Menurut Harmoko (2005) Kecerdasan emosi dapat diartikan kemampuan untukmengenali, mengelola, dan mengekspresikan dengan tepat, termasuk untukmemotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, serta membina hubungandengan orang lain. Jelas bila seorang indiovidu mempunyai kecerdasan emositinggi, dapat hidup lebih bahagia dan sukses karena percaya diri serta mampumenguasai emosi atau mempunyai kesehatan mental yang baik.
Sedangkan menurut Dio (2003), dalam konteks pekerjaan,pengertian kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk mengetahui yang orang lainrasakan, termasuk cara tepat untuk menangani masalah. Orang lain yangdimaksudkan disini bisa meliputi atasan, rekan sejawat, bawahan atau jugapelanggan. Realitas menunjukkan seringkali individu tidak mampu menanganimasalah–masalah emosional di tempat kerja secara memuaskan. Bukan saja tidakmampu memahami perasaan diri sendiri, melainkan juga perasaan orang lain yangberinteraksi dengan kita. Akibatnya sering terjadi kesalahpahaman dan konflikantar pribadi.
Berbeda dengan pemahaman negatif masyarakat tentangemosi yang lebih mengarah pada emosionalitas sebaiknya pengertian emosi dalamlingkup kecerdasan emosi lebih mengarah pada kemampuan yang bersifat positif.Didukung pendapat yang dikemukakan oleh Cooper (1999) bahwa kecerdasan emosimemungkinkan individu untuk dapat merasakan dan memahami dengan benar,selanjutnya mampu menggunakan daya dan kepekaan emosinya sebagai energiinformasi dan pengaruh yang manusiawi. Sebaliknya bila individu tida memilikikematangan emosi maka akan sulit mengelola emosinya secara baik dalam bekerja.Disamping itu individu akan menjadi pekerja yang tidak mampu beradaptasiterhadap perubahan, tidak mampu bersikap terbuka dalam menerima perbedaanpendapat , kurang gigih dan sulit berkembang.
Dari beberapa pendapat diatas dapatlah dikatakan bahwakecerdasan emosional menuntut diri untuk belajar mengakui dan menghargaiperasaan diri sendiri dan orang lain dan untuk menanggapinya dengan tepat,menerapkan dengan efektif energi emosi dalam kehidupan dan pekerjaansehari-hari. 3 (tiga) unsur penting kecerdasan emosional terdiri dari :kecakapan pribadi (mengelola diri sendiri); kecakapan sosial (menangani suatuhubungan) dan keterampilan sosial (kepandaian menggugah tanggapan yangdikehendaki pada orang lain).

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes