Thursday, October 20, 2011

PENGERTIAN ORGANISASI



Definisi danPengertian Organisasi
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuanbersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh duaorang atau lebih.
Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formaldipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb)sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus UmumBahasa Indonesia)
Organisasi adalah sistem sosialyang memiliki identitas kolektif yang tegas, daftar anggota yang terperinci,program kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian anggota. (Janu Murdiyamokodan Citra Handayani, Sosiologi untuk SMU Kelas I)

Organisasi (Yunani: ???????, organon – alat) adalah suatu kelompok orang yangmemiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah,istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuanindividualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalamsuatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agartujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras danharmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari keduabelah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-samaberusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab,sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasakeadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurusorganisasi/pejabat yang berwenang.
Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untukmencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarkiotoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Scheinmeliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian denganbagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usahasuatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).
Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasioleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkandiri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yangrasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat padasuatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisanibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrangorame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Pengertian Pengorganisasian.
Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalahmerupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikansebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengantujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasilpengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalamorganisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja danmeninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-bedatersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasijuga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah danpenyampaian laporan.
A. Pengertian Arti Definisi Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian sertaposisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankankegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkandengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain danbagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasiyang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
B. 4 Elemen Struktur Organisasi
Empat elemen dalam struktur organisasi yaitu :
1. Adanya spesialisasi kegiatan kerja
2. Adanya standardisasi kegiatan kerja
3. Adanya koordinasi kegiatan kerja
4. Besaran seluruh organisasi.
Contoh Fungsi Organisasi nelayan
Organisasi ini berfungsi:
* Sebagai wadah pemersatu dan silaturahmi Masyarakat Nelayan TradisionalIndonesia yang terpencar di sepanjang Pesisir pantai Indonesia sebagai bagiandari NKRI.
* Mewujudkan masyarakat Nelayan Tradisional yang sehat, sejahtera dan cerdasserta terjamin hak kehidupannya secara adil sebagai bagian dari masyarakatIndonesia.
* Menyelenggarakan berbagai usaha/ kegiatan serta menggali segenap potensi yangada dalam rangka memberi manfaat dan daya guna yang sebesar besarnya atas lautdan perairan bagi masyarakat Nelayan Tradisional khususnya dan masyarakatIndonesia pada umumnya.
* Meningkatkan kualitas Masyarakat Nelayan tradisional dan lingkungannyamelalui pengembangan budaya bahari
* Meningkatkan kualitas SDM Masyarakat Nelayan Tradisional melalui berbagaipendidikan dan pelatihan teknis guna meningkatkan kemampuan daya saing sertapendidikan umum bagi kelurganya.
* Meningkatkan sarana & prasarana perikanan & kelautan untuk NelayanTradisional.
• A. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik (1)
• 1. Robert Owen (1771 – 1858)
• – Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilanperusahaan.
• – Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai,dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangatburuk.

• 2. Charles Babbage (1792 – 1871)
• - Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya denganpembagian pekerjaan. Sehingga setiap pekerja dapat dididik dalam suatuketerampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuaidengan spesialisasinya.
• Teori Manajemen Ilmiah / Klasik (2)
• 3. Frederick W. Taylor :
• Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitiantentang studi waktu kerja (time & motion studies ). Dengan penekanan waktupenyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metodeini disebut sistem upah differensial.
• Teori Manajemen Ilmiah / Klasik (3)
• 4. Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :
• Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :
• 1. Kerjasama saling menguntungkan antara
• manajer dan karyawan.
• 2. Mengenal metode seleksi yang tepat.
• 3. Sistem bonus dan instruksi.
• Hennry L. Gantt menolak sistem upah differensial, karena hanya berdampakkecil terhadap motivasi kerja.
• Teori Manajemen Ilmiah / Klasik (4)
• 5. Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 -1972) :
• – Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dankelelahan dalam pekerjaan.
• - Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiapgerakan yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan.
• - Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapatmengurangi kelelahan.
• Teori Manajemen Ilmiah / Klasik (4)
• 6. Herrrington Emerson (1853 – 1931) :
• – Penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah pemborosandan inefisinesi.
• - Oleh karena itu ia menganjurkan :
• 1. Tujuan jelas 7. Urutan instruksi
• 2. Kegiatan logis 8. Standar kegiatan
• 3. Staf memadai 9. Kondisi standar
• 4. Disiplin kerja 10. Operasi standar
• 5. Balas jasa yang adil 11. Instruksi standar
• 6. Laporan terpecaya 12. Balas jasa insentif

• B. TEORI ORGANISASI KLASIK HENRY FAYOL (1841-1925) (1)
• Teori organisasi klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas:
• 1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan
• mengorganisirnya.
• 2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan
• menjual produk.
• 3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.
• 4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.
• 5. Accountancy ; kegiatan akuntansi

• B. TEORI ORGANISASI KLASIK HENRY FAYOL (1841-1925) (2)
• 6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen
• yang terdiri atas :
• – Planning ; kegiatan perencanaan
• – Organizing ; kegiatan mengorganisasikan
• – Coordinating ; kegiatan pengkoordinasian
• – Commanding ; kegiatan pengarahan
• – Controlling ; kegiatan pengawasan
• AZAS-AZAS UMUM HENRY FAYOL (1841-1925)
• - Pembagian kerja
• - Asas wewenang dan tanggungjawab
• - Disiplin
• - Kesatuan perintah
• - Kesatuan arah
• - Asas kepentingan umum
• - Pemberian janji yang wajar
• - Pemusatan wewenang
• - Rantai berkala
• - Asas keteraturan
• - Asas keadilan
• - Kestabilan masa jabatan
• - Inisiatif
• - Asas kesatuan
• B. TEORI ORGANISASI KLASIK James D. Mooney :
• Menurut James, kaidah yang diperlukan dalam menetapkan organisasi manajemenadalah :
• a. Koordinasi
• b. Prinsip skala
• c. Prinsip fungsional
• d. Prinsip staf
• C. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)
• Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan,yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompokhubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga adasuatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistemsosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agarproduktifitasnya bisa lebih tinggi.
• D. Teori Behavioral Science (1)
• 1. Abraham maslow
• Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilakumanusia dan dinamika proses motivasi.
• 2. Douglas Mc Gregor
• Dengan teori X dan teori Y.
• 3. Frederich Herzberg
• Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.
• 4. Robert Blake dan Jane Mouton
• Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.
• 5. Rensis Likert
• Mengidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif
• mengenai empat sistem manajemen.
• D. Teori Behavioral Science (2)
• 6. Fred Fiedler
• Menyarankan pendekatan contingency pada studi
• kepemimpinan.
• 7. Chris Argyris
• Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau
• sistem antar hubungan budaya.
• 8. Edgar Schein
• Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.
• Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilakuorang per orang, perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.
• E. Teori Aliran Kuantitatif
• – Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapatdipertanggungjawabkan keilmiahannya.
• - Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasa dimulaidengan langkah sebagai berikut :
• 1. Merumuskan masalah
• 2. Menyusun model aritmatik
• 3. Mendapatkan penyelesaikan dari model
• 4. Mengkaji model dan hasil model
• 5. Menetapkan pengawasan atas hasil
• 6. Mengadkan implementasi
• - Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistikdan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebagai informasi yangdibutuhkan pihak manajemen.

• Teori Organisasi Struktural Klasik
• KOMUNIKASI ORGANISASI
• ANGGAPAN DASAR (ASUMSI) TEORI KLASIK (1)
• 1. Organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang telahditetapkan
• 2. Bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan,teknologi dan partisipannya
• 3. Pekerjaan organisasi paling efektif bila ada tantangan lingkungan dankepentingan pribadi terhalang oleh norma-norma rasionalitas
• 4. Spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performan individu.
• ANGGAPAN DASAR (ASUMSI) TEORI KLASIK (2)
• 5. Koordinasi dan control paling baik melalui praktek otoritas danaturan-aturan yang tidak bersifat pribadi
• 6. Struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan
• 7. Masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidaktepat, dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali( Bolman, 1988 )
• Secara bersama-sama Weber dan Taylor menyajikan teori-teori organisasi dan manajemenyang hampir secara khusus membahas anatomi organisasi formal yang dapat disebutsebagai teori-teori struktural klasik.
• UNSUR KUNCI TEORI ORGANISASI KLASIK
• Ada empat kunci dari teori klasik :
• 1. Pembagian kerja, adalah bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaanterhadap tenaga kerja yang ada dalam organisasi.
• 2. Hierarki proses fungsional, adalah setiap organisasi terdapat adanyatingkatan karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalamorganisasi.
• 3. Struktur, adalah jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi. (Lini danStaf)
• 4. Pengawasan yang ketat, pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendakibanyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan. Sedangkan pada organisasiyang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran komunikasi.
• KOMUNIKASI – ORGANISASI SOSIAL (Berlo, 1960)
• Komunikasi berhubungan dengan Organisasi Sosial dengan tiga cara :
• Pertama, sistem sosial dihasilkan lewat komunikasi. Keseragaman perilaku dantekanan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma dihasilkan lewat komunikasidiantara anggota-anggota kelompok.
• Kedua, bila suatu sistem sosial telah berkembang, ia menentukan komunikasianggota-anggotanya. Sistem sosial mempengaruhi bagaimana, ke, dan dari siapa,dan dengan pengaruh bagaimana komunikasi terjadi diantara anggota-anggotasistem.
• Ketiga, pengetahuan mengenai suatu sistem sosial dapat membantu kita membuatprediksi yang akurat mengenai orang-orang tanpa mengetahui lebih banyakdaripada peranan-peranan yang mereka duduki dalam sistem.
• CIRI ORGANISASI FORMAL = BIROKRASI (Max Weber) – 1
• (1) Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antarajabatan-jabatan. Blok-blok bangunan dasar dari organisasi formal adalahjabatan-jabatan.
• (2) Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugasorganisasi disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi
• (3) Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni,satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugasjabatan adalah ketika ia secara sah menduduki jabatannya.
• CIRI ORGANISASI FORMAL = BIROKRASI (Max Weber) -2
• (4) Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatananhierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkansetiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusanbawahannya serta keputusan-keputusannya sendiri.
• (5) Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkansecara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalamorganisasi.
• (6) Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni,peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkanmemiliki orientasi yang impersonal dalam hubungan mereka dengan langganan danpejabat lainnya.
• CIRI ORGANISASI FORMAL = BIROKRASI (Max Weber) – 3
• (7) Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakanbagian dari organisasi.
• (8) Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupanorganisasi.
• (9) Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasiteknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi lainnya.
• (10) Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis,kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.
• KOMUNIKASI JABATAN DAN HUBUNGAN INFORMAL (1)
• Ciri-ciri suatu organisasi formal berkaitan dengan suatu fenomena yangdisebut komunikasi jabatan ( positional communication ) (Redfield, 1953)
• Hubungan dibentuk antara jabatan-jabatan, bukan antara orang-orang, dankeseluruhan organisasi terdiri dari jaringan jabatan
• Mereka yang menduduki jabatan diharuskan berkomunikasi dengan cara yangsesuai dengan jabatan mereka
• Sekalipun demikian, dalam praktek komunikasi jabatan ini membingungkan,karena tidak semua jabatan dan interaksi secara saksama sesuai dengan diagramjabatan
• KOMUNIKASI JABATAN DAN HUBUNGAN INFORMAL (2)
• Meskipun analisis Weber tentang teori organisasi dapat menguraikan banyakorganisasi yang beroperasi dewasa ini, sejumlah pemikiran dan teori lainmemberikan sumbangan untuk memahami cara kerja organisasi, dan khususnya,komunikasi organisasi
• Terdapat dua jenis teori lagi, disamping teori komunikasi, yang memberikanpandangan yang berguna, yakni teori manajemen dan teori organisasi
• Terkadang para penulis membuat sedikit perbedaan antara teori pengelolaan(managing ) dan teori pengorganisasian (organizing) karena kedua teori itusering sangat mirip, tetapi terkadang berbeda.
• ORGANISASI SWASTA: Suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan usahauntuk menghasilkan barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen
• Perbedaan Sifat & Karakteristik Organisasi S e ktor Publik & S e ktorSwasta Accrual Accounting Cash Accounting Sistem Akuntansi 6 Tertutup untukpublik Terbuka untuk publik Karakteristik Anggaran 5 Fleksibel: datar, piramid,lintas fungsional, dsb. Birokratis, kaku & hierarkis Struktur organisasi 4Kepada pemegang saham & kreditur Kepada masyarakat (publik) & parlemen(DPR/DPRD) Pertanggungjawaban 3 Pembiayaan Intern (modal sendiri, laba ditahan,penjualan aktiva) dan pembiayaan Ekstern (utang Bank, utang obligasi, dll)Pajak, retribusi, utang, utang obligasi pemerintah, laba BUMN/ BUMD, penjualanaset negara Sumber Pendanaan 2 Profit motive Non profit motive TujuanOrganisasi 1 Sektor Swasta Sektor Publik Tinjauan No.
• Persamaan Organisasi Swasta & Sektor Publik
• Merupakan bagian yang integral dari sistem ekonomi suatu negara
• Menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan
• Menghadapi masalah kelangkaan sumber daya sehingga dituntut untuk menggunakansumber daya secara ekonomis, efisien, & efektif ( Value for Money Concept)
• Membutuhkan informasi yang handal & relevan untuk melaksanakan fungsimanajemen
• Pada beberapa hal, menghasilkan produk yang sama (misal: pendidikan,kesehatan, transportasi massa)
• LINGKUNGAN ORGANISASI
• Lingkungan umum : mencakup kondisi yang mungkin mempunyai dampak terhadaporganisasi namun relevansinya tidak sedemikian jelas.
• Lingkungan khusus: bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan bagiorganisasi dalam mencapai tujuannya. Menjadi perhatian manajemen karena terdiridari konstituensi kritis ( + or -)
• Lingkungan khusus tiap organisasi berbeda tergantng pada domain yangdipilihnya.
• (lanjutan) Lingkungan organisasi
• Domain : pilihan yg dibuat organisasi bagi dirinya sendiri yang menyangkutrangkaian produk atau jasa yang ditawarkan dan pasar yang dilayaninya. (nicheorg)
• Konsep domain penting krn menentukan titik ketergantungan organisasi padalingkungan khususnya.
• Lingkungan aktual dan lingkungan yang dipersepsikan
• Ketidakpastian lingkungan : statis dan dinamis
• Struktur mekanis dan organis : (Burns and Stalker) desentralisasisentralisasi KONTROL keahlian wewenang PENGARUH rendah tinggi FORMALISASIlateral vertikal KOMUNIKASI fleksibel kaku DEFINISI TUGAS organis mekanisKARAKTERISTIK
• Fred Emery dan Eric Trist : 4 macam lingkungan organisasi
• Lingkungan placid randomized : permintaan didistribusikan secara acak,perubahan lamban, perubahan dapat diramalkan,ancaman paling sedikit.
• Lingkungan placid-clustered : perubahan lamban, ancaman thd organisasi lebihbersifat kelompok. Misalnya pemasok masukan dan distributor keluaran membentukkoalisi/aliansi.
• Fred Emery dan Eric Trist : 4 macam lingkungan organisasi (lanjutan)
• Lingkungan disturbed-reactive : terdapat banyak pesaing yang mencari tujuanyang sama. Organisasi mengembangkan serangkaian inisiatif taktis, memperhitungkanreaksi pesaing, menyusun strategi tindakan balik. Persaingan ini membutuhkanfleksibilitas dan strukturnya cenderung terdesentralisasi.
• Fred Emery dan Eric Trist : 4 macam lingkungan organisasi (lanjutan)
• Lingkungan turbulent-field : paling dinamis, ketidakpastian paling besar,perubahan selalu terjadi dan elemen dlm lingkungan semakin saling berhubungan (multiplier effect )
• Paul Lawrence dan Jay Lorsch
• Perusahaan yang lebih berhasil pada masing-masing industri akan mempunyaipenyesuaian yang lebih baik daripada yang kurang berhasil
• Lingkungan eksternal : tingkat perubahan dalam lingkungan dari waktu kewaktu, kejelasan informasi yang dipegang manajemen, waktu yang dibutuhkanunutuk mendapatkan umpan balikdari lingkungan thd aktivitas yang dilakukanorganisasi.
• Lingkungan internal : dimensi diferensiasi dan integrasi
• • BEBERAPA PERMASALAHAN YANG DIHADAPI ORGANISASI
• PENDAHULUAN
• Pada dasarnya keberhasilan organisasi untuk menentukan ukuran kinerja yangtepat dan bagaimana menggunakan hasil pengukuran kinerja tersebut akanberdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
• Peningkatan kinerja organisasi ini pada akhirnya ditujukan agar organisasimencapai suatu keunggulan ( excellence ) dalam mengelola ekspektasi pasar.
• Pencapaian suatu tingkat kinerja yang baik dapat terlihat dari keberhasilanorganisasi tersebut mencapai visi dan misi organisasi melalui keberhasilanimplementasi strateginya.
• PERMASALAHAN DALAM PERENCANAAN STRATEGI (1)
o Perencanaan strategis tidak dijadikan sebagai suatu proses yang berkelanjutan
o Visi dan missi organisasi sulit dimengerti, kabur makna dan tidak cobadijabarkan kedalam berbagai langkah nyata yang terlihat keterhubungannya
o Strategi tidak diformulasikan dengan baik
o Strategi tidak terhubung dengan sasaran-sasaran ( goals ) departemen, tim,dan individu
o Strategi tidak terhubung dengan alokasi sumber daya organisasi
o Tujuan-tujuan strategis organisasi tidak terlihat keterhubungannya denganstrategy organisasi
• PERMASALAHAN DALAM PERENCANAAN STRATEGI (2)
o Tujuan-tujuan strategis organisasi tersebar dan tidak terlihatketerhubungannya ( cause and effect relationship ) antara satu dengan yanglainnya
o Tidak terdapat ukuran keberhasilan pencapaian tujuan strategis organisasiyang tepat
o Organisasi tidak menetapkan target keberhasilan suatu tujuan satrategisorganisasi
o Umpan balik (feed back ) yang diperoleh organisasi bersifat taktisumpan-balik bukan strategis
• PERMASALAHAN DARI SEGI KEPEMIMPINAN
• Pimpinan tidak dapat mengarahkan dan menjelaskan dengan mudah dan ringkasvisi, misi dan strategi organisasi
• P ara pimpinan tidak menyediakan waktu yang cukup untuk mengevaluasipencapaian visi dan missi organisasi dan keberhasilan implementasi strategiorganisasi
• Visi , misi dan strategi organisasi tidak dimengerti oleh seluruh bagianorganisasi
• Tidak terciptanya budaya tumbuh kembang kepemimpinan dalam diri setiap orangdalam organisasi untuk secara sadar mencapai keberhasilan visi dan missiorganisasi
• PERMASALAHAN DARI SEGI PELANGGAN
o Organisasi kesulitan untuk membangun loyalitas pelanggan
o Organisasi tidak secara jelas memahami espektasi pelanggan atau tidak bisamenentukan secara jelas value proposition yang diharapkan oleh parapelanggannya
o Kesalahan melakukan segmentasi pelanggan
o Pelanggan diperlakukan sebagai pihak yang membutuhkan bukan sebaliknya
o Pelanggan sering diasumsikan akan datang dan dapat dipertahankan dengansendirinya tanpa perlu melakukan proses pemasaran yang baik
o Organisasi yang melakukan penjualan barang bukan penyedia layanan atau jasa
• PERMASALAHAN DARI SEGI PROSES BISNIS INTERNAL
o Sulitnya melakukan efisiensi operasional organisasi
o Proses pemberian layanan tidak atau kurang responsif
o Layanan yang ada tidak pas dengan ekspektasi pasar atau value propositionyang diharapkan oleh para pelanggannya
o Suatu jenis dan kualitas suatu proses layanan diperuntukkan bagi seluruhsegmen pasar yang jelas mempunyai harapan yang berbeda-beda
o Hasil dari internal proses organisasi tidak dapat memberikan masukan strategis( strategic feedback ) bagi peningkatan kinerja organisasi
• PERMASALAHAN DARI SEGI PROSES PEMBELAJARAN DAN PERTUMBUHAN ORGANISASI
o Sulitnya meningkatkan dan memobilisasi pengetahuan serta keterampilan yangdimiliki untuk peningkatan kinerja organisasi,
o Tidak terbangunnya budaya pelayanan prima ( service excellence ) sebagaibudaya peningkatan kinerja organisasi
o Sumberdaya manusia yang ada bekerja tanpa mengetahui keterhubungannya dengankinerja organisasi
o Sumberdaya manusia yang ada sangat jarang atau hampir tidak pernah memberikanmasukan strategis ( strategic feedback ) bagi pengembangan kinerja organisasi
o Sumberdaya manusia yang ada tidak pernah ikut dalam evalusasi pencapaiankinerja organisasi,
o Kurangnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatankinerja organisasi
• PERMASALAHAN DARI SEGI PENGUKURAN KINERJA (performance measurement)
• Organisasi belum mempunyai ukuran-ukuran kinerja di luar ukuran kinerjakeuangan
• Or ganisasi mengalami kesulitan menentukan ukuran-ukuran kinerja yang akandigunakan
• Or ganisasi tidak mempunyai suatu kerangka kerja penyusunan dan evaluasipengukuran kinerja organisasi
• Uku ran kinerja yang sudah digunakan sering kali bersifat ukuran kinerjakeuangan dan ukuran kinerja yang bersifat operasional dan berdimensi jangkapendek, bukan ukuran kinerja strategis dan menunjang keberhasilan organisasi dimasa depan
• Or ganisasi seringkali merasa puas dengan sistem pengukuran kinerja yangtelah dimiliki tanpa secara berkelanjutan mengevaluasi keberadaan, ketepatandan keakuratan pengukuran kinerjanya
• Pe ngukuran kinerja yang sudah dimiliki belum mampu mengintegrasikan danmeningkatkan kinerja organisasi
• • KEPEMIMPINAN DALAM DINAMIKA ORGANISASI
• KEPEMIMPINAN
• Definisi : Proses mempengaruhi (influencing) atau membujuk (inducing)orang-orang lain untuk mengambil langkah guna mencapai tujuan atau sasaranbersama.
• Ketrampilan manajerial Conceptual skills Human skill Technical skills LowerMiddle Top
• Tantangan manajer:
• harus memiliki visi yang jelas
• harus memiliki etika & tanggung jawab sosial
• harus memiliki kepekaan untuk menanggapi keaneka ragaman
• V I S I
• Sebuah pandangan masa depan yang realistis, menarik, dapat dipercaya bagiorganisasi, suatu keadaan yang lebih baik dalam arti tertentu dari pada keadaansekarang.
• KARAKTERISTIK VISI :
• Ringkas
• Jelas
• Abstraksi
• Tantangan
• Orientasi masa depan
• Disukai
• Mudah di komunikasikan
• Bisa di bayangkan
• Dapat dilaksanakan
• Terfokus
• Fleksibel
• Menarik
• FORMULASI VISI :
• Menghimpun informasi
• Memproses informasi
• Mengonseptualisasi informasi
• Mengevaluasi Visi
• Sintesa
• Foresight
• Hindsight
• Worldview
• Depth perseption
• Peripherel vision
• A process of revision
• Pemimpin yg Efektif :
• Pemimpin yang mampu meyakinkan pengikutnya bahwa kepentingan pribadi merekamenjadi bagian dari kepentingan organisasi, shg pengikut scr sukarelamenjalankan seperti apa yang dikehendaki pemimpinnya dan organisasinya.
• • Kategori
• Hub.Pemimpin-Angg.
• Struktur Tugas
• Kekuasaan Posisi 

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes