Saturday, October 22, 2011

LAPORAN KEUANGAN


Seperti telah diuraikan padaBab 1 dan 2, bahwa tujuan akhir akuntansi keuangan adalah untuk mewajibkanlaporan keuangan, sebagai informasi ekonomi bagi pihak-pihak yang memerlukan.Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa: “Laporan Keuangan adalah laporanyang dirancang untuk para pembuat keputusan, baik didalam maupun diluarperusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan”.

A.     TUJUAN
Menurut PrinsipAkuntansi Indonesia (PAI) tahun 1984, tujuan laporan keuangan dapat dinyatakansebagai berikut :
1.       Untuk memberikan informasikeuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatuperusahaan.
2.       Untuk memberikan informasi yangdapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangikewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangkamemperoleh data.
3.       Untuk memberikan informasikeuangan yang membantu para pemakai laporan dalam menaksir potensi perusahaandalam menghasilkan laba.
4.       Untuk memberikan informasipenting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan,seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
5.       Untuk mengungkapkan sejauhmungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevanuntuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansiyang dianut perusahaan.


B.     SYARAT-SYARAT LAPORAN
Agar informasikeuangan dapat bermanfaat, harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.       Relevan, artinya informasi yangdisajikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan utnukpengambilan keputusan.
2.       Dapat dimengerti artinya bahwalaporan keuangan harus disajikan secara jelas dan mudah dipahami oleh parapemakainya.
3.       Daya uji, artinya bahwa laporankeuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansi danprinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya olehpihak lain.
4.       Netral, artinya bahwa laporankeuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentinganpemakai tertentu.
5.       Tepat waktu, artinya bahwalaporan keuangan harus disajikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagaidasar pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanyapengambilan keputusan tersebut.
6.       Daya banding, artinya bahwalaporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahuntertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentudengan laporan keuangan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.       Lengkap, artinya bahwa laporankeuangan yagn disusun meliputi semua data akuntansi keuangan dan memenuhisyarat-syarat tersebut diatas serta tidak menyesatkan pembaca.

C.     JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuanganmeliputi :
1.       Neraca
2.       Laporan Rugi – Laba
3.       Laporan Perubahan PosisiKeuangan
4.       Catatan atas Laporan Keuangan.

Pada buku I hanyaakan dibahas tentang Neraca, Laporan Rugi – Laba dan Laporan perubahan Modal,sedang Laporan perubahan Posisi keuangan akan dibahas pada buku III.

1.      Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalahlaporan keuangan yang disusun secara sistematis yang menggambarkan posisikeuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri dari Harta, Hutang dan Modal.
a.       Unsur/ Komponen Neraca :
Harta / Aktiva,terdiri dari :
      Harta lancar
Investasi
      Harta tetap
Hartatidak berwujud
Hartalain-lain.
Hutang/ Pasiva / kewajiba, terdiri atas:
      Hutang lancar / jangka pendek
      Hutang jangka panjang
      Hutang lain-lain.
Modalterdiri atas :
      Modal……. (nama pemilik) untuk perusahaan perseorangan/ persekutuan
      Modal saham, (untuk perusahaan bentuk PT)
      Modal ditahan, (untuk perusahaan bentukPT)
      Simpanan Pokok, (untuk koperasi)
      Dana Cadangan, (untuk koperasi)

b.      Penyajian Unsur /Komponen Neraca
Penyajiankomponen-komponen neraca lazimnya sesuai dengan klasifikasi sebagai berikut :
1)       Harta/ Aktiva diklasifiakasikanmenurut urutan likuiditas.
a)       Harta lancar disusunberdasarkan urutan likuiditas dari yang paling lancar ke yang kurang lancar.
b)       Harta tetap dari unsur umurpemakaian yaitu sejak umur yang paling lama semapai dengan umur yang tidak lamaatau dari tanah sampai dengan peralatan.
2)       Hutang diklasifikasikan menuruturutan jatuh tempo, dari yang berjangka pendek ke yang berjangka panjang.
3)       Modal diklasifiaksikan berdasarkansifat kekekalannya.
4)       Perkiraan Lawan (ContraAccount), disajikan sebagai unsur pengurang atas pos neraca yang bersangkutan,sebagai contoh, akumulasi penyusutan disajikan sebagai pengurang terhadapjumlah aktiva tetap.
5)       Dalam menyusun neraca harus dituliskanjudul/ kepala yang memuat Nama Perusahaan, nama laporan dan tanggal Neraca.

c.       Bentuk Neraca
Neracadapat disusun dalam bentuk :
1)       Bentuk rekening/ Skontro(Account Form)
Dalambentuk ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi debet, untuk merinci harta/ aktiva,dan sisi kredit,
2)       Bentuk laporan (Report Form)
Dalambentuk ini susunan Harta, Hutang dan modal disusun berturut-turut dari atas kebawah.



Contoh:
1.Neraca bentuk Rekening/ Skontro/ Account Form
                 

2. Neraca Bentuk Laporan/ Report Form


2.      Laporan Rugi – Laba (Profit andLoss Statement)
Laporan rugi-labaadalah suatu laporan keuangan yang memberikan informasi keberhasilan yangdicapai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan, didalam menjalankanusahanya selama jangka waktu (periode) tertentu, yang dinilai dengan jumlahsatuan uang.
Rugi atau labaperusahaan dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah beban selama satuperiode akuntansi.
Dalam penyusunanlaporan rugi-laba perlu ditulis judul laporan, yang memuat nama Perusahaan,nama laporan dan periode laporan tersebut.
a.       Unsur-unsur laporan Rugi – Laba
1)       Pendapatan yaitu semua pendapatanyang diperoleh selama satu periode akuntansi.
2)       Biaya/ beban yaitu semua biayadan beban yang dikeluarkan selama periode akuntansi.

b.      Bentuk laporan Rugi – Laba
1)       Bentuk Single Step yaitu semuapendapatan digabungkan menjadi satu kelompok, kemudian dua kelompok tersebutdiselesaikan.
Jika jumlahpendapatan lebih besar dari jumlah beban, menghasilkan laba bersih.
Jika jumlahpendapatan lebih kecil dari jumlah beban, menghasilkan rugi berish.

Contoh
Laporan Rugi Laba(Bentuk Single Step)

2)       Bentuk Multiple Step/ Bertahap yaitubentuk laporan rugi-laba yang disusun dengan cara memisahkan pendapat maupunbeban dalam kelompok operasional dan non operasional.
Dalam bentuk ini,penyajian bagian pertama adalah rincian pendapatan operasional kemudian bagiankedua rincian beban operasional.
Denganmembandingkan dua bagian tersebut diperoleh laba/ rugi operasional/ usahapokok.
Bagian ketigaadalah rincian pendapatan dan beban non operasional. Hasil dari kelompok ketigadigabung dengan laba/ rugi operasional diperoleh laba/ rugi bersih.








Contoh :
Laporan Rugi-Laba(Bentuk Multiple Step)

3.      Laporan Perubahan Modal (CpitalStatement)
Laporan perubahanmodal adalah suatu laporan atau informasi yang menggambarkan perubahan yangterjadi atas modal pada suatu periode. Dalam menyusun laporan perubahan modalperlu dituliskan judul laporan, yang memuat nama perusahaan, nama laporan, danperiode laporan tersebut.
a.       Unsur-unsur laporan perubahanmodal
o  Modalawal yaitu modal yang ditanamkan/ yang ada pada awal periode akuntansi.
o  Saldolaba/ rugi pada periode yang bersangkutan.
Laba akanmenambah modal, sedangkan rugi akan mengurangi modal
o  Pengambilanatau setoran pemilik
Jika adapengambilan berarti modal berkurang dan jika ada penyetoran berarti modalbertambah.









            Contoh 1. (untuk perusahaan perseorangan)




Contoh 2. (untukPerubahan berbentuk PT/ Perseroan Terbatas, dinamakan laba ditahan)

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes