Wednesday, October 19, 2011

PENGERTIAN BUDAYA POLITIK



1. Pengertian Umum Budaya Politik
Budaya politikmerupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat.Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antaramasyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. O’G Anderson, kebudayaanIndonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompokmassa.
Almond dan Verba mendefinisikanbudaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadapsistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warganegara yang ada di dalam sistem itu. Dengan kata lain, bagaimana distribusipola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsaitu. Lebih jauh mereka menyatakan, bahwa warga negara senantiasamengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraanberdasarkan orientasi yang mereka miliki. Dengan orientasi itu pula merekamenilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik.
Berikutini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagaipedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut :

1.   Budayapolitik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan,adat istiadat, tahayul, dan mitos. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagianbesar masyarakat. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolakatau menerima nilai-nilai dan norma lain.
2.   Budayapolitik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Yang pertamamenekankan pada isi atau materi, seperti sosialisme, demokrasi, ataunasionalisme. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk, peranan, danciri-ciri budaya politik, seperti militan, utopis, terbuka, atau tertutup.
3.   Hakikatdan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsipdasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalahtujuan.
4.   Bentukbudaya politik menyangkut sikap dan norma, yaitu sikap terbuka dan tertutup,tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat.Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan), sikapterhadap mobilitas (mempertahankan status quoatau men­dorong mobilitas), prioritas kebijakan(menekankan ekonomi atau politik).
Denganpengertian budaya politik di atas, nampaknya membawa kita pada suatu pemahamankonsep yang memadukan dua tingkat orientasi politik, yaitu sistem dan individu.Dengan orientasi yang bersifat individual ini, tidaklah berarti bahwa dalammemandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerakke arah individualisme. Jauh dari anggapan yang demikian, pandangan ini melihataspek individu dalam orientasi politik hanya sebagai pengakuan akan adanyafenomena dalam masyarakat secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dariorientasi individual.
1.   1. Pengertian BudayaPolitik Menurut Para Ahli
Terdapatbanyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik, sehinggaterdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui. Namun biladiamati dan dikaji lebih jauh, tentang derajat perbedaan konsep tersebuttidaklah begitu besar, sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yangsama. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentangbudaya politik.
1.   a. Rusadi Sumintapura
Budayapolitik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadapkehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik.
1.   b. Sidney Verba
Budayapolitik adalah suatu sistem kepercayaan empirik, simbol-simbol ekspresif dannilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan.
1.   c. Alan R. Ball
Budayapolitik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap, kepercayaan, emosi dannilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isupolitik.
1.   d. Austin Ranney
Budayapolitik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahanyang dipegang secara bersama-sama; sebuah pola orientasi-orientasi terhadapobjek-objek politik.
1.   e. Gabriel A. Almond danG. Bingham Powell, Jr.
Budayapolitik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagiseluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat padabagian-bagian tertentu dari populasi.
Berdasarkanbeberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli),maka dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagaiberikut :
Pertama : bahwa konsep budaya politik lebihmengedepankan aspek-aspek non-perilaku aktual berupa tindakan, tetapi lebihmenekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti   orientasi,sikap, nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan. Hal inilah yangmenyebabkan   Gabriel A. Almond memandangbahwa budaya politik adalah dimensi psikologis dari sebuahsistem politik yang juga memiliki peranan penting berjalannya sebuahsistem   politik.
Kedua : hal-hal yang diorientasikan dalambudaya politik adalah sistem politik, artinya setiap berbicara budaya politikmaka tidak akan lepas dari pembicaraan sistem politik. Hal-hal yangdiorientasikan dalam sistem politik, yaitu setiap komponen-komponen yangterdiri dari komponen-komponen struktur dan fungsi dalam sistem politik.Seseorang akan memiliki orientasi yang berbeda terhadap sistem politik, denganmelihat fokus yang diorientasikan, apakah dalam tataran struktur politik,fungsi-fungsi dari struktur politik, dan gabungan dari keduanya. Misalorientasi politik terhadap lembaga politik terhadap lembaga legislatif,eksekutif dan sebagainya.
Ketiga : budaya politik merupakan deskripsikonseptual yang menggambarkan komponen-komponen budaya politik dalam tataranmasif (dalam jumlah besar), atau mendeskripsikan masyarakat di suatu negaraatau wilayah, bukan per-individu. Hal ini berkaitan  dengan pemahaman,bahwa budaya politik merupakan refleksi perilaku warga negara secara massalyang memiliki peran besar bagi terciptanya sistem politik yang ideal.
1.   1. Komponen-KomponenBudaya Politik
Seperti dikatakan oleh Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell, Jr.,bahwa budaya politik merupakandimensi psikologis dalam suatu sistem politik. Maksud dari pernyataan inimenurut Ranney, adalah karena budaya politik menjadi satulingkungan psikologis, bagi terselenggaranya konflik-konflik politik (dinamikapolitik) dan terjadinya proses pembuatan kebijakan politik. Sebagai suatulingkungan psikologis, maka komponen-komponen berisikan unsur-unsur psikisdalam diri masyarakat yang terkategori menjadi beberapa unsur.
Menurut Ranney,terdapat dua komponen utama dari budaya politik, yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations) dan orientasi afektif (affective oreintatations). Sementara itu, Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu padaapa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi,bahwa budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut.
Orientasi kognitif :  yaitu berupa pengetahuantentang dan kepercayaan pada politik, peranan dan segala kewajibannya sertainput dan outputnya.
Orientasi afektif : yaitu perasaan terhadap sistem politik,peranannya, para aktor dan pe-nampilannya.
Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentangobyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteriadengan informasi dan perasaan.
1.   C. TIPE-TIPE BUDAYAPOLITIK
1.   1. Berdasarkan SikapYang Ditunjukkan
Padanegara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerjasama yang luas untuk memper­padukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja samadapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budayapolitik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”.
1.   Budaya Politik Militan
Budayapolitik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yangterbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Bila terjadikriris, maka yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan olehperaturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakaremosi.
1.   Budaya Politik Toleransi
Budayapolitik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai,berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untukbekerja sama. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curigaterhadap orang.
Jikapernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, maka hal itudapat men­ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. Kesemuanya itu menutupjalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampirselalu mengundang kerja sama. Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan.Budaya Politik terbagi atas :
1.   a. Budaya Politik Yangmemiliki Sikap Mental Absolut
Budayapolitik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dankepercayaan yang. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Usahayang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan, bukan kebaikan. Polapikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras denganmentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan(bertentangan). Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi,jarang bersifat kritis terhadap tradisi, malah hanya berusaha memeliharakemurnian tradisi. Maka, tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikandan keburukan. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkanpertumbuhan unsur baru.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes