Tuesday, October 4, 2011

PEMIKIRAN TASAWUF AKHLAKI DAN FALSAFI


1. Pemikiran tasawuf akhlaki
Tasawuf disini dimaksudkan untuk merubah dan memperbaiki akhlak yang mulia.
Dalam pemikiran ini tidak hanya bersifat lahiriyah tapi juga batiniyah , dengan
latihan (riyadho) tujuannya adalah menguasai hawa nafsu , untuk itulah tasawuf
akhlaki menerapkan terapi pembinaan mental dan akhlak yang disusun sebagai
berikut
a. terapi takhalli adalah mengosongkan diri dari prilaku dan akhlak tercela,
adalah langkah awal yang harus dijalani seorang sufi, untuk memasuki dunis
tasawuf yang suci. Kerena akhlak tercela adalah perangkap kenikmatan
duniawi. Sebagai penghalang perjalanan seorang hamba pada Tuhannya,
untuk mencapai spiritual yang hakiki, Akhlak tercela lainnya yang paling
berbahaya adalah Riya(suka pamer). Imam Al Ghazali menganggap
penyembuhan diri yang masuk dalam politeisme

b. terapi Tahalli
dlakukan agar seseorang dihiasi oleh sikap, prilaku dan Akhlakul karimah,
Tahp ini dilakukan setelah tahap pertama selesai, lalu mereka akan selalu
berusaha berjalan diatas ketentuan agama, tahap ini adalah isi dari
pembersiha diri dan pengosongan jiwa. Beberaoa hal yang harus diisi dalam
menghiasi beberapa prilaku tadi adalah
1. tobat: penyesalan sungguh2 dalam hati yang disertai dengan permohonan
ampun serta berusaha meninggalkan segala perbuatan yang dpt
menimbukan dosa itu kembali
2. Cemas dan Harap adalah sikap mental tasawuf yang selalu bersandar
kepada salah seorang tokoh yaitu hasan Al-Basri yaitu seatu perasaan yang
timbul karena banyak yang berbuat dosa dan lalai kepada Allah
3. Zuud yaitu sikap mental sufi yang melepaskan diri dari ras ketergantungan
terhadap kenikmatan duniawi dengan mengutamakan kehidupan akherat
yang abadi
4. Al faqr , sikap bermakna , dimana seorang sufi tidak menuntut lebih banya
dari apa yang telah dimiliki, sehingga tidak menuntut sesuatu yang lain,
Sikap ini merupakan benteng terhadap pengaruh kenikmatan duniawi dan
menghindari keserakahan, Pada prinsipnya sikap ini adalah rentetan dari
sikap zuhud, hanya saja zuhud lebih eksrim sedangkan faqr adalah sekedar

pendisiplinan, sikap inipun pada gilirannya akan menimbulkan sikap wara
dalam diri sufi
5. Al-Shabr adalah hal yang paling mendasar dalam tasawuf kaena sabar
mengandung makna keadaan jiwa yang kokoh stabil , konsekwensi dalaam
pendirian , walaupun godaan dan tantangan begitu kuat, sikap ini dilandasi
satu anggapan bahwa segala sesuatu terjadi merupaka kehendak Allah dan
kita harus menerimanya dengan sabar, tapi iktiar juga tetap harus
dijalankan
6. Ridha, sikap ini merupakan kelanjtan dari rasa cinta yang merupakan
perpaduan Mahabbah dan sabar, Ridho dalam hal ini mengandung makna
lapang dada, berjiwa besar, hati terbuka terhadap apa yang bersadar dari
Allah baik meneruma ketentuan agama dan masalah nasib itu sendiri
7. Muraqqabah sikap ini adalah berarti mawas diri atau lebih tepat nya
dengan self correction, sikap dimana kita siap siaga setiap saat untuk
meneliti keadaan diri sendiri. Sikap ini berawal dari sebuah landasan
pemikiran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan mengamati setipa gerak
dan langkah kita selama hidup didunia
2. terapi Tajalli merupakan pemantapan dari tahap tahlli yang bermakna nur ghaib,
yaitu dengan menghayati rasa keber Tuhanan lebih mendalam yang kemudian
menimbulkan rasa rindu yang amat sangat kepada sang Tuhan, karena kaum sufi
berpendapat untuk mencapai kesempurnaan kesucian jiwa , hanya dapat ditempuh
dengan satu jalan yaitu cinta kepada Allah secara mendalam , maka jalan menuju
tuhan akan terbuka dengan lebar.
2.. Pemikiran Tasawuf Falsafi

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes