Monday, October 17, 2011

makalah pengertian identifikasi masalah dan tujuan penelitian


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Manusiamerupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaan manusia bukan hanyadari segi fisik, akan tetapi manusia juga dianugerahi kesempurnaan akal. Akalmanusia merupakan sesuatu yang khas yang membedakan manusia dengan mahluklainnya. Kesempurnaan akal manusia ini menyebabkan pengetahuan manusia terusberkembang dari waktu ke waktu. Rasa keingintahuan manusia menuntutnya untukmencari tahu hal-hal yang ingin diketahuinya. Sehingga manusia dapat memperolehhal yang ingin diketahuinya tersebut. Untuk hal-hal yang ingin diketahuinyatersebut, manusia dapat melakukan dua jenis usaha. Usaha yang paling seringdilakukan adalah melalui penalaran akal sehat (common sense). Akan tetapi tidak semua keingintahuan manusia bisaterjawab melalui penalaran akal sehat. Apabila keingintahuan yang tidak bisaterjawab melalui mekanisme penalaran akal sehat, maka alternatif lain yangdapat dilakukan adalah melalui penelitian ilmiah.

Penelitanialah suatu kegiatan untuk memilih judul, merumuskan masalah, kemudian diikutidengan pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data yang dilakukandengan metode ilmiah secara efisien dan sistematis yang hasilnya berguna untukmengetahui suatu keadaan atau masalah dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuanatau untuk membuat keputusan dalam rangka pemecahan masalah.
MenurutIndriantoro dan Supomo (1999), penelitian dapat dilihat sebagai proses yangmencakup dua tahap: penemuan masalah dan pemecahan masalah. Penemuan masalahdalam penelitian meliputi: identifikasi bidang masalah, penentuan pemilihanpokok masalah (topik) dan perumusan atau formulasi masalah. Penemuan masalahmerupakan tahap penelitian yang paling sulit karena masalah penelitianmempengaruhi strategi yang diterapkan dalam pemecahan penelitian. Seperti yangdikemukakan oleh Einstein dan Infield dalam(Indriantoro dan Supomo, 1999), formulasi masalah penelitian sering merupakantahap penelitian yang jauh lebih esensial dibandingkan dengan tahap pemecahanmasalah. Bahkan menurut Isaac dan Michael dalam(Indriantoro dan Supomo, 1999), formulasi masalah penelitian dengan baikmerupakan setengah dari tahap pemecahan masalah.
Tidak mudahbagi peneliti untuk merumuskan masalah penelitian, terutama bagi penelitianpemula. Masalah penelitian yang sering dirumuskan terlalu umum sehingga denganpokok permasalahan yang tidak jelas akan menyulitkan tahap pemecahan masalah,yang meliputi penentuan konsep-konsep teoritis yang ditelaah dan pemilihanmetode pengujian data. Semakin spesifik perumusan masalah, penelitian semakinmudah dilakukan pengujian secara empiris, perlu pendekatan sistematis untukmerumuskan masalah penelitian yang baik memudahkan tahap pemecahan masalahsehingga memudahkan pula untuk menetapkan suatu tujuan penelitian.
Mengingatarti penting dari masalah tersebut, maka alangkah baiknya apabila pengetahuanmengenai masalah yang mencakup pengertian, serta proses penentuan masalahsampai proses perumusan masalah dapat dipahami secara lebih mendalam.

1.2  Tujuan
1. Mengetahui tahap-tahap yang perlu diperhatikandalam proses identifikasi perumusan masalah.
2.  Mengetahui macam-macam tujuan dalam penelitian.
      


BAB2. BAHASAN MATERI


2.1 Identifikasi Perumusan Masalah Penelitian
2.1.1 Definisi Masalah
Beberapa definisi masalah dari beberapa literature yang berbedaantara lain sebagai berikut:
1.    Problem is a thing that is difficult to deal with or understand ; aquestion to be answered or solved; esp. by reasoning or calculating (Kamus Oxford, 1995 dalam Notohadiprawiro, 2006).
2.    Masalah diartikan sebagai sesuatu yangharus diselesaikan (dipecahkan); soal, persoalan. Permasalahan:  hal yang menjadikan masalah; hal yangdimasalahkan. Masalah adalah faktor yang dapat menyebabkan tidak tercapainyatujuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Sugiono 1999).
3.    Masalah merupakan suatu kesulitanyang dirasakan, konkrit dan memerlukan solusi. Suatu kesenjangan antara apayang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan atau antara apa yangdiperlukan dengan apa yang tersedia atau antara harapan dengan kenyataan dansebagainya (Suryabrata, 2000).
4.    Persolan juga dapat diartikan sebagai tafsir sesuatu yang teramatilewat tanggap rasa, cerapan dan konsep yang ketiganya merupakan cetusan alamfikir dan alam rasa (Notohadiprawiro, 2006)
5.    Hal-hal yang dapat dipermasalahkan dalam penelitian merupakanmasalah atau peluang, dimana pendefinisiannya harus jelas baik keluasannya maupun kedalamannya.Masalah diartikan sebagai suatu situasi dimana suatu fakta yang terjadisudah menyimpang dari batas-batas toleransi yang diharapkan. Sedangkan peluangmerupakan suatu kondisi eksternal yang menguntungkan jika dapat diraih denganusaha-usaha tertentu, tetapi juga dapat menjadi ancaman bila peluang itu dapatdimanfaatkan oleh pesaing(Subiyanto, 1999).
Contoh statement masalah:
a.    Adanya gejala penurunan kualitasperairan danau
b.    Penjualan pakan ikan tidak meningkat danmenurun dari waktu ke waktu padahal biaya promosi meningkat.

Contoh Peluang:
a.    Adanya potensi sumber daya perairan yangpotensial tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.
b.    Adanya tawaran SDM yang menguasaiteknologi tertentu yang ternyata dibutuhkan dalam usaha budidaya ikan.
c.    Penggunaan sistem yang terkomputersasiakan mempercepat proses transaksi.
Jadi berdasarkan beberapa pengertian diatas, masalah dalampenelitian yang dimaksud ialah merupakan pangkal penelitian. Tidak akan adapenelitian jika tidak ada persoalan. Persoalan (masalah) ialah segala sesuatuyang dihadapi atau dirasakan seseorang yang menimbulkan dalam diri orang yangbersangkutan suatu keinginan atau kebutuhan untuk membahasnya, mencarijawabannya atau menetapkan cara penyelesaiannya.

2.1.2 Sumber Permasalahan
Suatu masalah tidak harusmenuntut/menimbulkan suatu penelitian tetapi penelitian dilakukan karena adanyamasalah. Jadi seseorang yang akan melakukan penelitian harus menentukanterlebih dulu masalahnya.
Sumber permasalahan berada di dalamlingkungan tempat pengamat berada atau dapat berada di jasmani pengamat. MenurutPurwanto (2008), upaya untuk melakukan pencarian dan pendataan masalah-masalahyang akan dibahas dapat dilakukan dari sumber-sumber masalah  sebagai berikut:
1. Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian
2. Pengamatan Sepintas/Fakta di lapangan
3. Pengalaman Pribadi
4. Pertemuan Ilmiah: Seminar, Diskusi, Lokakarya, Konferensi danlain-lain
5. Pernyataan Pemegang Otoritas
6. Perasaan Intuitif Pribadi
Sumber persoalan adalah sesuatu yang obyektif, akan tetapipersoalan selalu bersifat subyektif. Kejadian yang sama dapat menimbulkanpersoalan yang berbeda dalam diri pengamat yang berbeda (Notohadiprawiro. 2006).

2.1.3 Pemilihan Masalah
Dalam dunia nyata banyak masalah yang harus diselesaikan dengan segeradalam waktu tertentu, namun tidak semua masalah tersebut dapat diangkat menjadimaslaah penelitian. Oleh karena identifikasi masalah merupakan hal yang sangatpenting untuk dilakukan.
Selanjutnya Notohadiprawiro (2006)menjelaskan bahwa setelah masalah-masalah diidentifikasi, belum menjadi jaminanbahwa semua masalah tersebut layak dan sesuai untuk diteliti. Sehingga perludipilih salah satu atau beberapa masalah yang paling baik dan layak untukditeliti.
Menurut Suryabrata (2000), beberapa kesalahan yang terjadi dalam memilihpermasalahan penelitian antara lain:
1.      Permasalahan penelitian tidak diambildari akar masalah yang sesungguhnya
2.      Permasalahan yang akan dipecahkan tidaksesuai dengan kemampuan peneliti baik dalam penguasaan teori, waktu, tenaga dandana.
3.      Permasalahan yang akan dipecahkan tidaksesuai dengan faktor-faktor pendukung yang ada.
Untuk itu perlu diperhatikan beberapapertimbangan dalam memilih masalah yang akan digunakan sebagai dasarpenelitian. Berdasarkan Suryabrata (2000), pertimbangan pemilihan masalah inidapat dilakukan dengan 2 arah  yaitu:
1. Dari Arah Masalahnya
Pertimbangankelayakan berdasarkan arah masalah atau sudut obyektifnya atau nilaipenelitiannya. Apakah penelitian memberikan sumbangan kepada pengembangan danpenerapan IPTEKS atau pemecahan masalah praktis ?
2.  Dari Arah Penelitinya
Pertimbanganberdasarkan kelayakan dan kesesuaian penelitinya menyangkut kelayakan biaya,waktu, sarana, kemampuan keilmuan
Sedangkan menurut Notohadiprawiro (2006), beberapa pertimbangandalam pemilihan masalah diuraikan menjadi 3 hal yaitu:
1.   PertimbanganIlmiah:
a.    Apakah masalah tersebut dapat ditelitisecara ilmiah? Yaitu masalah yang realitasnya dapat diamati dan datanyatersedia dan dapat dikumpulkan.
b.    Apakah masalah tersebut memberikanmanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan?
c.    Dengan metode bagaimana masalah dapatditeliti?
2.    Pertimbangan Non-Ilmiah:
a.    Apa manfaat hasil penelitian bagikepentingan praktis atau masyarakat?
b.    Apakah masalah terlalu peka untukditeliti?  Resistensi sosial, budaya,ideologi
3.    Pertimbangan Peneliti:
a.    Penguasaan teori dan metodologi
b.    Minat peneliti terhadap masalaah
c.    Kemampuan pengumpulan dan analisis data
d.   Ketersediaan waktu, dana dan sumberdaya
Lebih lanjut Notohadiprawiro (2006) menjelaskan bahwa permasalahan dalampenelitian yang baik yaitu:
1.    Bermanfaat, artinya mempunyai nilai dan kelayakan penelitian dari segimanfaat/kontribusi dan berguna untuk mengembangkan suatu teori
2.    Fisibel/dapat dipecahkan (konkrit) dimana ada data dan metodepemecahannya
3.    Dapat dilaksanakan yang meliputikemampuan teori dari peneliti, waktu yang tersedia, tenaga yang tersedia, dananyang tersedia, adanya factor pendukung, tersedianya data, treedianya izin daripihak yang berwenang.
4.    Adanya factor pendukung yang meliputitersedianya data dan tersedianya izin dari pihak yang berwenang.
5.    Spesifik mengenai bidang tertentu (jelas ruang lingkuppembahasannya).

2.1.4 Perumusan MasalahPenelitian
Setelah masalah diketahui, selanjutnya dibuat suatu rumusan masalah.Rumusan masalah dapat diartikan sebagai suatu pernyataan yang lengkap dan rincimengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi danpembatasan masalah (Suryabrata, 2000). Lebih lanjut Notohadiprawiro (2006)menjelaskan bahwa, merumuskan masalah berarti mendeskripsikan dengan jelasmasalah yang dihadapi atau proses penyederhanaan masalah yang kompleks, menjadimasalah yang dapat diteliti atau dapat juga diartikan sebagai merumuskankaitan-kaitan antara kesenjangan pengetahuan ilmiah atau teknologi yang akanditeliti dengan kesenjangan pengetahuan ilmiah yang lebih luas. Rumusan masalahpenelitian biasanya terdiri atas beberapa kalimat pertanyaan yang dibuat secarajelas dan tegas yang dapat mengarahkan solusi atau alternatif solusinya.
Perumusanpersolan adalah sangat penting dan justru merupakan syarat untuk bisa memakaiprosedur ilmiah, sebab akan memudahkan di dalam pengarahan pengumpulan datadalam rangka untuk memperoleh relevan data. Merumuskan persolan berarti merincilebih lanjut persoalan yang masih umum sifatnya, kalau perlu mempersempitpersolan agar menjadi lebih professional serta membuat daftar soal-sola yangakan diselidiki (list of problem)dengan demikian memudahkan untuk pembuatan data yang diperlukan yangberhubungan dengan persoalan-persolan tersbut (list of relevant data). Hal inimemudahkan pembuatan questionnaire (Subiyanto, 1999).
Tujuan dilakukannya perumusan masalah adalah Pada dasarnya merumuskan persolan bertujuan untuk memperjelas ruanglingkup penelitian, serta agar penelitimaupun pengguna hasil penelitian mempunyai persepsi yang sama dengan penelitianyang dihasilkan.
BerdasarkanIndriantoro dan Supomo (1999), di dalam rangka perumusan persoalan penelitianperlu diperhatikan beberapa syarat yang sangat berguna untk mendalami persoalanyang sedang dalam penyelidikan sehingga dapat dirumuskan dengan mudah.
Syarat-syarattersebut yang perlu diperhatikan ialah sebgai berikut:
1.   Mendapat informasi daritangan pertama (first hand information)
Maksudnyaialah agar memperoleh ide-ide baru atau memperjelas persoalan yang sedangdihadapi dengan menanyakan langsung kepada orang yang berkepentingan atau yangpaling mengetetahui masalahnya. Misalnya persolan perdangangan ditanyakankepada pejabat dari Departemen Perdagangan, persoalan pertanian kepada pejabatDepartemen Pertanian persoalan perikanan kepada pejabat Departemen Perikanandan lain sebagainya.
2.   Mempelajari semua informasiyang mungkin ada dengan membaca literatur-literatur (by reading)
Mempelajariliteratur serta pengalaman-pengalaman orang lain sebetulnya sudah berartimempelajari subjek penelitian itu sendiri. Literatur-literatur yang digunakandapat berupa buku-buku, majalah, jurnal, atau bentuk publikasi-publikasilainnnya. Dengan bantuan informasi yang diperoleh melalui literatur- literaturatau pengalaman-pengalaman orang lain ditambah dengan ketajaman daya fikirsendiri, orang yang melakukan penelitian (researcher)mencoba untuk menganalisis hubungan factor-faktor (relationship among the factors) dan kekuatan-kukuatan (forces) di dalam persolan berdasarkanlogika, konsep-konsep serta hokum-hukum ilmu pengethuan yang telahdipelajarinya. Di dalam usaha mengenal literatur, pedoman-pedoman yang perludiperhatikan yaitu:
a.   Pelajari hasil-hasil yangtelah dikemukakan orang lain dalam bidang yang bersangkuatan atau dalam bidangyang hampir bersamaan
b.   Pelajari metode-metodepenelitian yang telah dipergunakan
c.   Kumpulkan data darisumber-sumber yang telah ada
d.  Pelajari analisis—analisisyang telah dibuat
3.      Masalah harus dirumuskan dengan jelas,singkat dan padat serta tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
4.    Hendaknya dilakukan pembatasan masalah yang bertujuan agar penelitian dapatmengarah ke inti masalah yang sesungguhnya maka diperlukan pembatasanpenelitian sehingga penelitian yang dihasilkan menjadi lebih fokus dan tajam.
5.    Rumusan masalah hendaknya dapatmengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
6.    Rumusan masalah hendaknya dinyatakandalam kalimat Tanya.
7.    Memberi petunjuk dimungkinkannya pengumpulan data dan adanyametode Pemecahannya.





2.2    Tujuan Penelitian
Berdasarkan Indriantoro dan Supomo (1999), menetapkan tujuan meliputibeberapa hal sebagai berikut:
1.    Pengenalan/identifikasi masalah
2.    Jangkauan proyek penelitian
3.    Sifat dan landasan yang mendasari
4.    Merumuskan tujuan
Rumusan tujuan penelitian harus selalu konsisten dengan rumusan masalah.Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu pula tujuan yang akan dicapai.Untuk itu, perlu ditetapkan suatu tujuan penelitian berdasarkan persoalan yangdipilih. Tujuan yang jelas memberikan landasan untuk perancangan proyekpenilitian, untuk pemilihan metode yang paling tepat dan untuk pengolahanproyek setelah dimulai serta memberikan bentuk dan makna bagi laporan akhir.
Menurut Sugiono(1999) Tujuan penelitian hendakanya harus dirumuskan secara spesifik dan jelasyaitu mengenai kejadian apa, dimana, bilamana terjadinya dan bagaiamana.Kaburnya tujuan penelitian akan berakibat kaburnya hasil penelitian yang akandiperoleh. Dengan menentukan tujuan penelitian secara singkat dan jelas, researcher dapat menyaring data apa sajayang benar-benar diperlukan artinya yang relevan terhadap persoalan, sehinggadengan demikian akan mempermudah pembuatan daftar pertanyaan (questionnaire) yang akan dipergunakanuntuk memperoleh data tersebut.
BerdasarkanSuryabrata (2000), menurut tujuannya maka penelitian dikategorikan menjadi 4yaitu:
1.   Untuk memperolehfamiliaritas (familiarity) dari suatufenomena atau mencari hubungan-hubungan baru (new relationship), agar bisa merumuskan persoalan penelitian lebihtepat lagi dan dapat pula untuk menentukan hipoteis. Dalam hal ini persoalanriset terlalu luas dan sifat exploratif (mencari/menyelidiki) dalam upayamenemukan pengetahuan baru.
2.   Untuk mengetahui ataumemperoleh gambaran tentang sesuatu dengan jelas. Menguraikan karakerustik atausifat-sifat dari suatu keadaan. Untuk menentukan frekuensi terjadiya suatuperistiwa (event) tertentu. Biasanyadisertai atau tidak disertai dengan hipotesis-hipotesis. Descriptive studies bertujuan untuk menguraikan tentang suatukeadaan pada waktu tertentu dalam upaya pengembangan pengetahuan.
3.   Experimental studies bertujuanuntuk menguji hipotesis-hipotesis. Tentang adanya hubungan antaravariable-variabel dalam upaya untuk mengetahui sebab akibat. Penelitian iniberupa percobaan-percobaan dalam upaya untuk menguji kebenaran suatupengetahuan.
4.   Forecast study (studi peramalan) untukmendapatakan data peramen sebagai dasar perencanaan. Tujuan Penelitian ini bersifatprediktif.

BAB 3. KESIMPULAN

Berdasarkanliteratur-literatur yang ada mengenai identifikasi perumusan masalah dan tujuanpenelitian, maka kesimpulan yang diperoleh dari bahasan tersebut adalah sebagaiberikut:
1.   Tahap-tahap yang perludiperhatikan dalam proses identifikasi perumusan masalah ialah:
a.      Memilih/menetapkan masalahsebagai landasan/pangkal penelitian berdasarkan syarat-syarat tertentu yangdiperoleh dari berbagai sumber permasalahan yang terkait.
b.     Merumuskan masalah yangberarti proses penyederhanaan masalahyang kompleks, menjadi masalah yang dapat diteliti menggambarkan suatupernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akanditeliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.
2.    Tujuan penelitian harus selalu konsistendengan rumusan masalah. Berapa banyak masalah dirumuskan, sebanyak itu pulatujuan yang akan dicapai. Untuk itu, perlu ditetapkan suatu tujuan penelitianberdasarkan persoalan yang dipilih, baik penelitian yang bertujuan mencarifamiliaritas/ hubungan baru (Familiarity/New Relationship), Descriptive Studies, Experimental Studies,dan atau Forecast Studies.

DAFTAR PUSTAKA

Indriantoro, N dan B. Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Bisnis. Yogyakarta:BPFE.
Notohadiprawiro, T. 2006. MetodePenelitian dan Penulisan Ilmiah. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Purwanto, E. 2008. MetodePenelitian Remaja. http://metodekir.blogspot.com [20 Desember2009].
Subiyanto. 1999. Metode Penelitian Akuntansi. Yogyakarta:STIE YKPN.
Sugiono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung:Alfabeta.
Suryabrata, I. 2000. Langkah-LangkahPenelitian. http://ibnurusdi.wordpress.com [20 Desember2009].

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Follow by Email

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes