Friday, May 6, 2011

Komunikasi Lintas Budaya


A.     Pengertian Komunikasi Lintas Budaya
Secarasederhana, komunikasi bisnis lintas budaya adalah komunikasi yang digunakandalam dunia bisnis baik komunikasi verbal maupun komunikasi nonverbal denganmemperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah, wilayah, atau negara.Pengertian lintas budaya dalam hal ini bukanlah semata-mata budaya asing(internasional), tetapi juga budaya daerah yang tumbuh dan berkembang diberbagai daerah dalam wilayah
suatu negara.
Sebagaimanadiketahui, setiap daerah yang ada di Indonesia ini memiliki budaya yang tidakdimiliki oleh daerah lainnya, seperti bagaimana mereka memanfaatkan waktu yangada, bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka meyakini atau mempercayaisesuatu yang sudah turun menurun dari nenek moyang mereka.
Apabila parapelaku bisnis akan melakukan ekspansi bisnisnya ke daerah lain atau negaralain, pemahaman budaya di suatu daerah atau negara tersebut menjadi sangatpenting artinya, termasuk bagaimana memahami produk-produk musiman pada suatunegara. Hal ini dimaksudkan agar jangan sampai terjadi kesalahan baik terhadapbagaimana masyarakat suatu negara bersikap dan berperilaku dalam kehidupansehari-hari.
B.     Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya
Era yangditandai dengan semakin meluasnya berbagai produk dan jasa termasuk teknoogikomunikasi ini, menyebabkan pertukaran informasi dari suatu negara ke negaralain semakin leluasa, sehingga seolah dunia tidak lagi terikat dengansekat-sekat yang membatasi wilayah suatu negara. Contoh sederhananya adalahmasuknya sejumlah produk dan jasa dari luar negeri yang dapat dikonsumsi olehkonsumen di tanah air, seperti makanan cepat saji, minuman ringan, mainan anak,pakaian, dan perlengkapan komunikasi.
Dalam menyikapiera perdagangan bebas dan globalisasi, perusahaan besar mencoba melakukanbisnis secara global. Pada umumnya, perusahaan besar yang beroperasi di tanahair menggunakan konsultan asing untuk membantu mengembangkan perusahaan mereka.Begitu pula dengan perusahaan besar di tanah air yang mengembangkan bisnisnyake berbagai negara.
C.     Memahami Budaya dan Perbedaannya
Setiap oranghidup, tumbuh, dan berkembang dalam suatu kelompok tertentu. Merekamasing-masing menerapkan suatu aturan maupun perilaku yang sesuai denganbudayanya. Contoh sederhananya adalah penampilan, cara berpakaian, danberbicara diantara kelompok masing-masing akan berbeda.
I.     DefinisiBudaya
Beberapa definisi tentang budaya:
a.    MenurutLehman, Himstreet, dan Baty, budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalamanhidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri.
b.    MenurutHofstede, budaya diartikan sebagai pemrograman kolektif atas pikiran yangmembedakan anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya.
c.     MenurutBovee dan Thill, budaya adalah system sharing atas simbol, kepercayaan, sikap, nilai,harapan, dan norma untuk berperilaku.
d.    MenurutMurphy dan Hilldebrandt, budaya diartikan sebagai tipikal karakteristikperilaku dlam suatu kelompok.
e.    MenurutMitchel, budaya merupakan seperangkat nilai inti, kepercayaan, standar,pengetahuan, moral, hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu danmasyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, danmemandang dirinya serta orang lain.
Berdasarkan beberapa pengertian budaya tersebut, adabeberapa hal penting yang perlu diperhatikan, antara lain bahwa budaya mencakupsekumpulan pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing, dan tipikalkarakteristik perilaku setiap individu yang ada dalam suatu masyarakat,termasuk didalamnya tentang bagaimana sistem nilai, norma, simbol, dankepercayaan atau keyakinan mereka masing-masing.

II.   KomponenBudaya
Menurut Cateora, budaya memiliki beberapa elemen,yaitu budaya material, lembaga sosial, sistem kepercayaan, estetika, danbahasa.
Budaya material(material culture), dibedakan ke dalam 2 bagian, yaitu teknologi dan ekonomi.Teknologi mencakup teknik atau cara yang digunakan untuk mengubah ataumembentuk material menjadi suatu produk yang dapat berguna bagi masyarakat padaumumnya. Sedangkan ekonomi adalah suatu cara orang menggunakan segalakemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupunorang lain.
Organisasisosial (social institution) dan pendidikan adalah suatu lembaga yangberkaitan dengan cara bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, mengorganisasikankegiatan mereka untuk dapat hidup secara harmonis dengan yang lain.
Sistemkepercayaan atau keyakinan(belief systems) yang dianut oleh suatu masyarakat akan berpengaruh terhadapsistem nilai yang ada di masyarakat tersebut.
Estetika(aesthetics) berkaitan dengan seni, dongen, hikayat, musik, drama, dantari-tarian. Nilai estetika yang ditunjukkan masyarakat dalam berbagai perantentunya perlu dipahami secara benar, agar pesan yang disampaikan mencapaisasaran secara efektif.
Bahasa (language)adalah suatu cara yang digunakan dalam mengungkapkan sesuatu melalui simboltertentu kepada orang lain. Bahasa juga merupakan saah satu komponen budayayang paling sulit dipahami.

III. TingkatanBudaya
Masing-masing tingkatan budaya dapat dijelaskansebagai berikut:
a.    Formal,merupakan sebuah tradisi yang dilakukan oleh suatu masyarakat yangturun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya dan hal itu bersifatformal atau resmi.
b.    Informal,budaya lebih banyak diteruskan oleh suatu masyarakat dari generasi ke generasiberikutnya melalui apa yang didengar, dilihat, digunakan, dan dilakukan, tanpadiketahui alasannya mengapa hal itu dilakukan.
c.     Teknis,pada tingkatan ini bukti dan aturan merupakan hal terpenting. Terdapat suatupenjelasan yang logis mengapa sesuatu harus dilakukan da yang lain tidak bolehdilakukan.



IV. MengenalPerbedaan Budaya
Dalam era globalisasi ketika banyak perusahaan asingyang melakukan kegiatan bisnis di Indonesia, diperlukan pemahaman yang baik danbenar terhadap budaya dalam suatu negara. Hal ini sangat diperlukan untukmenghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Perbedaan budaya dapat dilihatdari :
a.    Nilai-nilaisosial
b.    Perandan Status
c.     PengambilanKeputusan
d.    KonsepWaktu
e.    KonsepJarak Komunikasi
f.     KonteksBudaya
g.    BahasaTubuh
h.    PerilakuSosial
i.      PerilakuEtis
j.      PerbedaanBudaya Perusahaan

D.     Komunikasi dengan Orang Berbudaya Asing
I.      Belajartentang Budaya
Ketika merencanakan untuk melakukan bisnis denganorang yang memiliki budaya berbeda, seseorang akan dapat berkomunikasi secaraefektif bila ia telah mempelajari budayanya. Lagipula, ketika merencanakanuntuk tinggal di negara lain, ia tentunya juga sudah mempersiapkan bahasa yangharus dikuasainya.
Di samping belajar bahasa,  Anda juga harus membaca buku dan artikeltentang budaya asing tersebut, dan selanjutnya menanyakan secara langsungkepada mitra bisnis Anda. Usahakan agar Anda berkonsentrasi belajar padamasalah yang berkaitan dengan sejarah budaya, agama, politik, nilai, dan adatistiadat.
II.    MengembangkanKeterampilan Komunikasi Lintas Budaya
Mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh seseorangtentang budaya tertentu sebenarnya merupakan suatu cara yang baik untukmenemukan bagaimana mengirim dan menerima pesan-pesan lintas budaya secaraefektif. Namun, jangan terlalu yakin bahwa seseorang akan dapat memahami budayaorang lain secara utuh dan jangan mudah terbawa kepada pola generalisasiterhadap perilaku seseorang dan budaya yang berbeda.
Mempelajari keterampilan komunikasi lintas budaya padaumumnya aka membantu seseorang beradaptasi dalam setiap budaya, khususnya jikaseseorang berhubungan dengan orang lain yang memiliki budaya berbeda.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

Blog Archive

About

Featured Posts Coolbthemes