Saturday, April 30, 2011
PERAN AKUNTAN MANAJEMEN DI PERUSAHAAN
Akuntanmanajemen di Perusahaan tidak hanya terbatas personil yang
bekerjadi Unit Kerja Akuntansi (disebut Biro Akuntansi), namun juga
ditempatkansecara formal di unit kerja lain yang masih relevan atau bahkan
ditempatkandi unit kerja yang kurang relevan tetapi sangat membutuhkan
dukunganilmu akuntansi.
1.Fungsi Internal Audit
Untukmembantu manajemen khususnya Direktur Utama dalam
mengawasidan mengendalikan jalannya perusahaan, diperlukan peran
akuntanmanajemen sebagai internal auditor (disebut Satuan
PengawasanIntern). Akuntan manajemen sebagai internal auditor
melakukanpengawasan keuangan Perusahaan secara
menyeluruh.Akuntan Manajemen melakukan pengawasan operasional
berupacompliance test terhadap peraturan dan sistem prosedur yang
berlakudalam semua kegiatan operasional perusahaan.
2.Fungsi Accounting
Akuntanmanajemen yang bekerja di unit kerja akuntansi tentu saja
menemukanperan utamanya dalam mengimplementasikan ilmu
akuntansiyang diperolehnya selama kuliah. Akuntan manajemen dapat
berperansebagai pengolah data transaksi dan kejadian untuk
menghasilkaninformasi dalam bentuk laporan keuangan standar
sebagaimanayang dipersyaratkan dan diberi rambu oleh PSAK.
Akuntanmanajemen juga dapat berperan sebagai pengolah data
transaksidan kejadian untuk menghasilkan informasi sesuai dengan
kebutuhanstakeholder, terutama pihak Manajemen, Dewan Komisaris
danPemegang Saham. Terdapat satu fungsi lagi di Biro Akuntansi yaitu
VerifikatorBiro Akuntansi yang berfungsi untuk memverifikasi
kebenaranformal dan kelengkapan setiap transaksi dana masuk atau
keluardan sekaligus melakukan entry masuk setiap transaksi keuangan
untukselanjutnya diolah oleh fungsi akuntansi yang lain menjadi laporan
keuanganutama ataupun laporan manajemen.
3.Fungsi Budgeting
Perusahaanmenganggap budgeting sebagai alat manajemen
yangpenting dalam merencanakan dan mengendalikan perusahaan.
Untukbisa efektif merencanakan operasi perusahaan maka budgeting
harusdisusun sedemikian rupa persis sebagaimana akuntansi bekerja.
Dengandemikian dapat memudahkan pula dalam mengendalikan
sebelumdan sesudah transaksi dilakukan karena secara singkat dan
mudahdapat diperbandingkan dalam analisa variance.
4.Fungsi Financing dan Tax
Pengelolaanpendanaan dan pengaturan pemakaian dana akan lebih
efektifdan efisien apabila dilakukan oleh personil yang mengerti dan
memahamifungsi akuntansi. Kegiatan financing sangat erat kaitannya
denganfungsi akuntansi. Pengelolaan pembiayaan operasional ataupun
proyeksangat bergantung kepada informasi akuntansi. Demikian pula
pengaturanpemakaian dana dan pembayaran sangat bergantung
kepadaproses verifikasi kebenaran formal dan kelengkapan data yang
dilakukanoleh Verifikator Biro Akuntansi.
Pengelolaanpajak yang sangat erat kaitannya dengan setiap transaksi
yangdikelola fungsi akuntansi dikelola oleh Biro Keuangan. Sebagian
besardata transaksi berasal dari fungsi akuntansi, demikian pula
sebagianbesar informasi laporan keuangan yang dibutuhkan untuk
perhitunganpajak berasal dari Biro Akuntansi.
5.Fungsi Information Technology
Adayang berasumsi bahwa pada era teknologi informasi peran akuntan
manajemenakan tergantikan oleh mesin atau oleh software aplikasi
akuntansi.Ternyata hal ini tidaklah benar. Akuntan manajemen sangat
berperansebagai business analyst, set up sistem aplikasi dan
impelementatorsistem yang sudah disetup tersebut. Akuntan
manajemenpula yang men-set up accounting trace, audit trail dan
sistempengendalian intern di dalam sistem aplikasi. Bahkan untuk
memeliharadan mengembangkan sistem aplikasi personil Teknologi
Informasiperlu berkonsultasi dengan akuntan manajemen sehingga
sistemdapat terpeliharaa sesuai dengan sistem informasi akuntansi
yangsudah terlebih dahulu di-setup dan sistem yang dikembangkan
dapatdiintegrasikan dengan sistem informasi akuntansi yang ada.
6.Fungsi Marketing
Pricingpolicy dapat ditentukan dengan berbagai metode. Produk PT
PupukKujang tidak semua dijual dipasar bebas sehingga tidak semua
hargajual tidak didasarkan pada harga pasar. Oleh karena itu pricing
policyyang digunakan adalah cost + fee, Harga Eceran Tertinggi (HET)
dikurangibiaya lini IV tetapi tetap memperhatikan margin yang
diperoleh,dan harga pasar yang disesuakan dengan kondisi penjualan.
Olehkarenanya peran akuntan manajemen sangat menentukan dalam
kebijakanpenentuan harga dan dalam mengevaluasi margin penjualan
produkuntuk setiap produk dan setiap sektor penjualan.
Syarat Akuntan Manajemen
Pengalaman pada saat rekrutmen akuntan / sarjana akuntansi yang baru dan
penempatan akuntan manjemen baik yang baru diterima sebagai karyawan
maupun dalam melakukan mutasi/rotasi di PT Pupuk Kujang, dapat diberikan
gambaran persyaratan yang dibutuhkan dari seorang akuntan manajemen
yang akan bekerja di perusahaan, sebagai berikut:
1. Pemahaman ilmu akuntansi dan implementasinya di perusahaan
Sesuai dengan tujuan perkuliahan di perguruan tinggi jurusan akuntansi,
tentu saja penguasaan ilmu akuntansi baik konsep maupun teknisnya
merupakan persyaratan yang sangat penting. Akuntan manajemen
diharapkan sangat menguasai konsep akuntansi sehingga apabila
menemukan suatu perkembangan bisnis, maka akuntan manajemen
dapat menentukan kebijakan akuntansi, treatment akuntansi yang tepat
untuk perkembangan bisnis tersebut. Demikian pula keterampilan teknis
sangat diperlukan untuk melakukan implementasi konsepnya,
memberikan arahan dan bimbingan kepada setiap personil akuntansi
yang melakukan fungsi akuntansi sesuai dengan area tugasnya.
Oleh karena itu penguasaan konsep dan teknis perlu dikuasi keduanya
dengan seimbang dan komprehensif. Tidak hanya jago konsep tetapi
tidak bisa implementasi, namun juga tidak hanya bisa implementasi
tanpa menguasai konsepnya.
Akuntan Manajemen di PT Pupuk Kujang Halaman 6 dari 10
2. Menguasai keahlian dalam lingkup area pekerjaan akuntansi
Sebagaimana dikemukakan diatas bahwa area pekerjaan akuntan
manajemen tidak sesempit hanya di fungsi akuntansi atau internal audit.
Oleh karena itu ilmu-ilmu akuntansi yang berada di area fungsi
akuntansi, seperti pengolahan laporan keuangan, pengelolaan
piutang/hutang, pengelolaan aktiva tetap, dsb. harus dikuasasi. Ilmuilmu
akuntansi yang berada di area fungsi internal audit, seperti audit
atas sistem pengendalian intern, audit atas laporan keuangan, audit
atas aktivitas keuangan dan audit atas aktivitas operasional, dsb. juga
harus dikuasai. Disamping itu ilmu-ilmu akuntansi yang berada di area
lain harus dikuasai sehingga bila terdapat kesempatan untuk bekerja di
area tersebut, maka dapat mengintegrasikan area pekerjaanya dengan
fungsi-fungsi lain dalam organisasi dengan bahasa akuntansi sebagai
alat komunikasinya.
3. Memahami ruang lingkup usaha perusahaan secara keseluruhan
Salah satu fungsi akuntansi manajemen adalah mengolah setiap dan
semua transaksi dan setiap/semua kejadian yang terjadi dalam siklus
bisnis perusahaan. Tidak boleh ada satu transaksi atau satu kejadian
pun yang boleh luput dari pencatatan akuntan manajemen. Untuk itu
sebelum terjun ke fungsi akuntansi yang mendalam sebaiknya setiap
langkah siklus bisnis perusahaan harus dikuasai dan dimengerti,
sehingga akuntan manajemen dapat men-setup sistem informasi yang
memadai untuk setiap langkah siklus bisnis tersebut.
Penguasaan siklus bisnis dapat dilakukan sebelum bekerja, yaitu
dengan mempelajari siklus bisnis setiap industri: manufaktur, jasa,
perdagangan, dsb. Apabila akuntan manajemen tersebut telah bekerja
Akuntan Manajemen di PT Pupuk Kujang Halaman 7 dari 10
di salah satu perusahaan dalam industri yang sudah dipelajarinya, maka
akuntan manajemen harus memperdalam penguasaan siklus bisnis
perusahaan yang dikelolanya.
4. Kompeten dalam bidang komputer dan memahami software aplikasi
Pada era komputerisasi dan perkembangan teknologi informasi
/komunikasi yang sangat pesat, cepat dan canggih, akuntan manajemen
tidak boleh gaptek (gagap teknologi) namun tidak harus juga menjadi
pakar teknologi informasi karena bukan bidang utamanya. Pertama,
akuntan manajemen harus paham logika cara bekerjanya sistem
teknologi informasi, baik sistem operasi maupun berbagai aplikasi
perkantoran. Kedua, akuntan manajemen harus paham logika sotware
aplikasi akuntansi atau software aplikasi lain. Ketiga, akuntan
manajemen akan mempunyai nilai lebih bila menguasai berbagai
aplikasi perkantoran yang banyak dipakai dan menguasai salah satu
software aplikasi akuntansi. Keempat, walaupun pada saat masuk
bekerja tidak menguasai salah satu software aplikasi akuntansi namun
dengan pemahaman logika cara bekerjanya suatu sistem informasi
akuntansi yang di-set up dalam suatu software aplikasi, maka tidak akan
lama dan tidak akan sulit seorang akuntan manajemen dalam
menguasai software aplikasi akuntansi yang digunakan di perusahaan
tempat ia bekerja. Produk software aplikasi akuntansi manapun pasti
akan menggunakan logika yang sama.
Akuntan Manajemen di PT Pupuk Kujang Halaman 8 dari 10
5. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan kemampuan
berhubungan dengan pihak lain dengan baik
Akuntan manajemen mengolah kejadian yang dilakukan oleh pihak
diluar fungsi akuntansi tapi masih didalam perusahaan, misalnya fungsi
fungsi proses produksi, fungsi ketenagakerjaan, dsb. Akuntan
manajemen juga mengolah transaksi yang dilakukan oleh fungsi diluar
fungsi akuntansi yang berhubungan dengan pihak lain, misalnya fungsi
pengadaan barang, fungsi pemasaran, dsb. Akuntan manajemen juga
menerbitkan informasi yang diperuntukan untuk semua stakeholder,
baik yang berada didalam perusahaan, misalnya Manajemen, Dewan
Komisaris, Pemegang Saham, Serikat Pekerja, dsb. maupun yang
berada diluar perusahaan, misalnya Departemen Keuangan, Pajak,
Perbankan, BPK, dsb.
Intinya adalah akuntan manajemen pasti berhubungan dengan pihak
lain baik melalui laporan keuangan atau laporan manajemen yang
diterbitkan, maupun berhadapan langsung dengan pihak lain dalam
presentasi, dalam tanya jawab, dalam kerjasama men-set up sistem
informasi, dsb, Bahkan dalam implementasi sistem akuntansi
pertanggung jawaban, fungsi akuntansi cenderung membeberkan
kegiatan yang telah dilakukan oleh suatu unit kerja dan konsekuensi
biaya/investasi yang telah dikeluarkannya. Hal ini dapat menimbulkan
konflik apabila tidak dikelola dan dikomunikasikan dengan cara yang
baik. Oleh karena itu kemampuan berkomunikasi dalam rangka
memperoleh/mengolah data transaksi/kejadian dan kemampuan
mengkomunikasikan informasi yang diterbitkannya sangat diperlukan,
sehingga semua data dapat diolah secara akurat, tepat waktu, dan
Akuntan Manajemen di PT Pupuk Kujang Halaman 9 dari 10
informasi yang diterbitkan relevan dengan kebutuhan setiap
stakeholder.
6. Dapat beradaptasi dengan perubahan perubahan ilmu dan teknologi
Akuntan manajemen tidak boleh berpuas diri dengan kemampuan yang
diperolehnya semasa kuliah. Bila terdapat perubahan teknologi,
perubahan ilmu pengetahuan sebaiknya segera diaplikasikan dalam
suatu mata kuliah, namun bila tidak maka calon akuntan manajemen
harus mempelajari sendiri perubahan tersebut.
Akuntan manajemen yang telah bekerja pun tidak boleh berpuas diri
dengan kemampuan semasa kuliah plus semasa bekerja, tetapi harus
terus menimba ilmu dan mengasah keterampilan, dengan cara tetap
mengikuti perkembangan standar akuntansi keuangan yang diterbitkan
IAI, mengikuti PPL, mengikuti seminar dan lokakarya dan tetap
berhubungan dengan perguruan tinggi untuk mengupdate ilmu dan
pengetahuan sehingga sistem informasi di perusahaan tetap up to date.
Teknologi saat ini dan mendatang menawarkan kecepatan, ketepatan
dan tidak terbelenggu oleh jarak dan area (borderless). Akuntan
manajemen dapat memanfaatkan teknologi ini untuk memudahkan dan
mempercepat pengolahan data, dan mempercepat dan memudahkan
penyampaian informasi. Dengan demikian Stakeholder dapat segera
mengambil keputusan bisnisnya. Kecepatan pengambilan keputusan
sangat menentukan kelangsungan usaha dalam era persaingan yang
sangat ketat ini.
Akuntan Manajemen di PT Pupuk Kujang Halaman 10 dari 10
7. Mengerti/paham mengenai hukum, peraturan dan kebijakan
Era reformasi telah membuka mata betapa pentingnya penegakan
hukum diberlakukan secara aktif di negeri ini. Akuntan manajemen sejak
awal telah menyadari hal ini, oleh karenanya diberlakukan sistem
pengendalian intern dalam penciptaan sistem informasi
akuntansi/manajemen dalam semua siklus bisnis perusahaan. Akuntan
manajemen menjadi penjaga dan pengawas berlakunya sistem
pengendalian intern ini untuk semua transaksi dan kejadian baik
sebelum berlangsung, sedang berlangsung maupun setelah
transaksi/kejadian berlalu.
Monday, April 25, 2011
EVA dan Residual Income
Akuntansidan Penilaian Kinerja
Laporankeuangan memberikan ikhtisar mengenai keadaan suatu perusahaan, yang disebut neracayang mengungkapkan nilai aktiva, utang dan modal pada suatu saat tertentu, danlaporan laba rugi yang melaporkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periodetertentu biasanya meliputi periode satu tahun.
Untukmengukur tingkat pengembalian suatu investasi atau modal terdapat beberapa alatukur, mulai dari ROI (return on investment), ROE (return on equity), EPS(earning per share), dan lain-lain.
Indikatoryang paling sering digunakan selama ini dalam menilai kinerja adalah ROI (returnon investment). ROI adalah perbandingan antara laba dengan jumlahinvestasi. ROI menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalamkeseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Perhitungan ROI didapatdari keuntungan netto sesudah pajak dibagi jumlah aktiva dan hasilnya berupapersentase. Namun, perhitungan ROI dirasakan mempunyai beberapa kelemahan:
- ROI tidak membawa keadilan bagi sesama pusat pendapatan. Kenaikan dalam ROI belum tentu berarti bagus bagi para pemegang saham.
- Banyaknya biaya diluar kendali
- Dampak jangka panjang
EconomicValue Added (EVA)
Sebagaialternatif dari ROI adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur labaekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapattercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua modal biaya operasi (operatingcost) dan biaya modal (cost of capital).
Rumus EVA
l EVA = NOPAT – Capital Charges
Keterangan:
NOPAT = NetOperating Profit After Tax/Keuntungan bersih setelah pajak
CapitalCharges = Invested Capital x Cost of Capital
Atau bisajuga
l EVA= EBIT-Tax-WACC
Ket:
EBIT= LabaUsaha Sebelum Bunga dan Pajak
Tax = PajakPenghasilan Perusahaan
WACC =Biaya modal rata-rata
Berdasarkanrumus diatas maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan manajemen dalammengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan EVA, antara lain:
l Menghitung biaya modal
l Menghitung besarnya strukturpermodalan/pendanaan
l Menghitung biaya modal rata-ratatertimbang (WACC)
l Menghitung nilai EVA
UkuranKinerja
Hasilpenilaian kinerja suatu perusahaan dengan menggunakan ukuran EVA dapatdikelompokkan kedalam 3 kategori yang berbeda, yaitu sebagai berikut:
l Nilai EVA>0 atau EVA bernilaipositif
Pada posisiini berarti manajemen perusahaan telah berhasil menciptakan nilai tambahekonomi bagi perusahaan.
l Nilai EVA = 0
Pada posisiini berarti manajemen perusahaan berada pada posisi titik impas. Perusahaantidak mengalami kemunduran tetapi sekaligus tidak mengalami kemajuan secaraekonomi
l Nilai EVA < 0 atau EVA bernilainegatif
Pada posisiini berarti tidak terjadi proses pertambahan nilai ekonomis bagi perusahaa,dalam arti laba yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan para kreditor danpemegang saham perusahaan (investor).
LangkahPerbaikan dan Manfaatnya
Terdapattiga cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk meningkatkan EVA dari tahun ketahun, yaitu sebagai berikut:
l Tingkatkan keuntungan tanpamenggunakan penambahan modal
l Merestrukturisasi pendanaan perusahaanyang dapat meminimalkan biaya modalnya
l Investasikan modal padaproyek-proyek dengan return yang tinggi
Keunggulandan Kelemahan EVA
KeunggulanEVA:
l EVA dapat menyeleraskan tujuanmanajemen dan kepentingan pemegang saham dimana EVA digunakan sebagai ukuranoperasional dari manajemen yang mencerminkan keberhasilan perusahaan didalammenciptakan nilai tambah bagi pemegang saham atau investor
l EVA memberikan pedoman bagimanajemen untuk meningkatkan laba operasi tanpa tambahan dana/modal, mengekposurpemberian pinjaman (piutang), dan menginvestasikan dana yang memberikan imbalantinggi.
l EVA merupakan sistem manajemenkeuangan yang dapat memecahkan semua masalah bisnis, mulai dari strategi danpergerakkanya sampai keputusan operasional sehari-hari
KelemahanEVA:
l Sulitnya menentukan biaya modal yangbenar-benar akurat, khususnya biaya modal sendiri. Terutama dalam perusahaan gopublic biasanya mengalami kesulitan dalam perhitungan sahamnya.
l Analisis EVA hanya mengukur faktorkuantitatif saja. Sedangkan, untuk mengukur kinerja perusahaan secara optimum,perusahaan harus dikur berdasarkan faktor kuantitatif dan kualitatif
ResidualIncome (RI)
ResidualIncome (RI) adalah laba yang dihasilkan diatas target pengembalian investasipada suatu pusat laba.
RI =Laba – (Investasi x Target ROI)
Keunggulandan kelemahan RI
KeunggulanRI:
l Membuat semua pusat laba memilikisasaran yang sama untuk pusat investasi yang sebanding
l Dapat digunakan tarif beban modalyang berbeda untuk aktiva yang memiliki resiko yang berbeda
KelemahanRI:
l RI hanya mendorong manajer pusatlaba untuk berorientasi pada tujuan-tujuan jangka pendek, karena kinerjanyadibatasi hanya untuk satu periode akuntansi saja.
l RI sangat dipengaruhi oleh metodedepresiasi yang digunakan perusahaan.
l Karena hasil akhir RI adalah berupaangka absolut, bukan rasio maka sulit untuk membandingkan RI dari satu pusatlaba dengan RI dari pusat laba lainnya yang memiliki jumlah investasi yangberbeda.
Biaya modal(Cost of Capital)
Biaya modaladalah biaya yang harus dibayar oleh perusahaan atas penggunaan dana untukinvestasi yang dilakukan perusahaan, baik dana yang berasal dari utang ataudari pemegang saham.
Biayamodal = Tarif bunga pinjaman – (tarif pajak x tarif bunga pinjaman)
Atau
BiayaModal = (tarif deviden x nilai nominal saham) : harga pasar saham
Atau
Biayamodal = (deviden lembar saham saat ini : harga pasar saham) + tingkatpertumbuhan rata-rata deviden yang diharapkan
PENILAIAN KINERJA MANAJEMEN
Pengertiankinerja
Penilaiankinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional perusahaansuatu organisasi, bagaina organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran,standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
ManfaatPenilaian Kinerja
► Mengelola operasi organisasi secaraefektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimum
► Membantu pengambilan keputusan yangbersangkutan dengan karyawan ex: promosi, mutasi dan pemberhentian
► Mengidentifikasi kebutuhan pelatihandan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasiprogram pelatihan karyawan
► Menyediakan umpan balik bagikaryawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka
► Menyediakan unsur distribusipenghargaan
Tahappenilaian dan kriteria kinerja
Penilaiankinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yakni tahap persiapan dan tahappenilaian.
Terdapattiga macam kriteria ukuran dalam mengukur kinerja antara lain:
► Kriteria tunggal (hanya satu ukuransaja ex:jumlah penjualan bagi manajer pemasaran)
► Kriteria beragam (ukuran penilaiankinerja dengan beragam ukuran ex: profitabilitas, pangsa pasar dll)
► Kriteria gabungan (ukuran penilaiankinerja dengan menggunakan metode penilaian gabungan antara beberapa ukuran ex:profitabilitas dan pangsa pasar bagi manajer pemasaran)
Kinerjakeuangan
► Rasio profitabilitas
► Rasio aktivitas
► Rasio leverage
► Rasio likuiditas
Tingkatpengembalian investasi
Dari semuajenis ratio yang ada untuk menilai hasil kinerja manajemen secara keseluruhanadalah rasio tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI).
ROI = labausaha
total aktiva
ROI = labausaha x penjualan
penjualan total aktiva
ROI =marjin x turnover
Manfaat dankerugian ROI
Manfaat:
- Mendoronng setiap manajer menaruh perhatian serius terhadap hubungan antara pendapatan, biaya dan investasi
- Mendorong setiap manajer untuk melakukan efisiensi biaya
- Mencegah setiap manajer melakukan investasi yang berlebihan didalam organisasi yang dipimpinnya
Kerugian:
- Tidak mendorong setiap manajer untuk melakukan investai yang dapat mengakibatkan turunnya ROI dari pusat laba yang dipimpinnya
- Setiap manajer pusat laba hanya memusatkan perhatiannya hanya pada sasaran jangka pendek
- Kinerja setiap pusat laba akan sangat dipengaruhi oelh metode depresiasi aktiva tetap yang digunakan
TARGET COSTING
Pengertian
Targetbiaya atau target costing adalah metode penentuan biaya produksi dimanaperusahaan terlebih dahulu menentukan biaya produksi yang harus dikeluarkanberdasarkan harga kompetitif, dengan demikian perusahaan memperoleh laba yangdiharapkan.
Targetbiaya = harga jual – laba yang diharapkan.
Terdapatdua alasan mengapa target costing sebaiknya digunakan perusahaan didalamsituasi pasar yang sangat kompetitif:
- Perusahaan tidak dapat menentukan dan mengendalikan harga jual produknya secara sepihak.
- Sebagian besar biaya produk ditentukan pada tahap design.
Siklusbiaya (The cost life cycle)
Siklusbiaya adalah urutan aktivitas biaya dalam perusahaan mulai dari riset danpengembangan, desain,
produksi, pemasaran distribusi dan pelayanan padapelanggan.Riset dan pengembangan àDesain(Target Costing) àProduksiàPemasaran danDistribusi àPelayanan pada pelanggan
SiklusBiaya lanjutan..
Untukmenurunkan biaya sampai kepada tingkat yang dikehendaki tersebut, perusahaanmemiliki alternatif sebagai berikut:
- Mengintegrasikan teknologi pemanufakturan baru, menggunakan teknik-teknik manajemen biaya yang canggih
- Dengan melakukan desain ulang terhadap produk atau jasa, perusahaan dapat menurunkan biaya sampai tingkat target biaya yang diinginkan.
Pengimplementasiantarget costing
Untukmengimplementasikan metode target biaya didalam perusahaan terdapat serangkaianfase yang harus dilalui oleh perusahaan antara lain:
- Menentukan harga pasar
- Menetukan laba yang diharapkan
- Menghitung target biaya pada harga pasar dikurangi laba yang diharapkan
- Menggunakan rekayasa nilai untuk mengidentifikasi cara yang dapat digunakan untuk menurunkan biaya produk.
- Menggunakan kaizen costing dan pengendalian operasional untuk terus menurunkan biaya
TeoriKendala
Kebalikandari target biaya yang berfokus pada tahap awal dari siklus biaya adalah teorikendala (theory of constraint).
Teorikendala adalah suatu upaya untuk memfokuskan perhatian manajer pada kendalaatauy pemborosan, yang memperlambat proses produksi.
Penetapan harga jual produk dan harga transfer
Kebijakan harga jual produk
Salah satu persoalan rumit yangdihadapi oleh manajemen suatu perusahaan adalah menetapkan harga jual produkperusahaan. Harga jual produk perusahaansangat berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Penetapan harga jual produkmemerlukan berbagai pertimbangan yang terintegrasi. Mulai dari biaya produksi,biaya operasional, target laba yang diinginkan perusahaan, daya belimasyarakat, harga jual pesaing, kondisi perekonomian secara umum elastisitasharga produk dan sebagainya.
Metode penetapan harga jual
Secara umum terdapat beberapametode yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual suatu produk denganberbasis pada besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan, yaitu sebagaiberikut:
- Maksimalisasi laba
- Tingkat pengembalian atas modal yang digunakan
- Biaya konversi
- Marjin kontribusi, dan
- Biaya standar
Metode Maksimalisasi Laba
Dalam metode ini adalahmengkombinasikan antara harga jual dan volume penjualan guna mencapai hasilyang optimal terhadap laba perolehan.
Terkadang perusahaan menetapkanterlebih dahulu besarnya tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkannyadidalam bidang usaha, sebagai dasar untuk menetukan harga jual produk yangdihasilkan perusahaan tersebut. Tingkat pengembalian yang diharapkan oleh parapenanam modal perusahaan mengharuskan perusahaan menggunakannya sebagai dasar untukmenetapkan harga jual produk yang dimiliki perusahaan.
Harga = total biaya + (tingkatpengembalian modal x modal)/volume penjualan
Metode biaya konversi
Jika perusahaan memproduksi lebihdari satu produk dengan komposisi biaya yang berbeda satu dengan lainnya makaperusahaan tersebut dapat mempertimbangkan untuk membuat pilihan produksi yang paling menguntungkan bagiperusahaan.
Metode marjin kontribusi
Marjin kontribusi adalah selisihantara harga jual dengan biaya produksi variabel yang dikeluarkan untukmenghasilkan produk tersebut.
Metode biaya standar
Jika perusahaan telah memilikibiaya standar yang dijadikan tolak ukur dalam menentukan besarnya biayaproduksi maka penentuan harga jual dapat pula ditentukan berdasarkan biayastandar yang dimiliki perusahaan.
Secara umum terdapat 4 jenisperusahaan dilihat dari reaksi yang mereka lakukan terhadap penyimpangan biayastandar, yaitu sebagai berikut:
Perusahaanyang tidak merevisi standar yang telah ditetapkannya, walaupun terjadipenyimpangan didalam realisasi biaya produksi
Perusahaanyang merevisi standar biaya yang telah ditetapkannya dalam batas tertentu, padasaat terjadi penyimpangan didalam realisasi biaya produksi
Perusahaanyang merevisi standar yang telah ditetapkannya agar lebih sesuai dengan kondisiaktual, pada saat terjadi penyimpangan didalam realisasi biaya produksi
Perusahaan menggunakan hargapasar, pada saat terjadi penyimpangan terhadap realisasi biaya produksi
Metode penetapan harga pasar
Adalah sebuah metode harga yangditetapkan didalam transaksi penjualan dan pembelian diantara berbagai unitorganisasi didalam kelompok perusahaan yang sama.
Secara umum, terdapat beberapametode yang dapat digunakan dalam menetapkan harga transfer, yaitu sebagaiberikut:
- Harga pasar,
- Biaya (cost),
- Biaya plus (cost-plus),
- Negosiasi, dan
Arbitrer (arbitrary)
Anggaran dan fungsi manajemen (2)
Klasifikasi Biaya
Secara umum biaya dalam perusahaan manufakturdikelompokkan menjadi beberapa biaya menurut spesifikasi biayanya yakni:
n Biaya bahan baku
n Biaya tenaga kerja langsung
n Biaya overhead yang terdiri dari:biaya bahan penolong (bahan tidak langsung), biaya tenaga kerja penolong(tenaga kerja tidak langsung), biaya pabrikase, biaya pemasaran dan biayaadministrasi dan umum.
Kemudian biaya-biaya tersebut dikelompokkanlagi kedalam 2 kelompok besar yakni:
Ø Biaya Produksi yang terdiri dari: biaya bahanbaku langsung dan biaya overhead.
Ø Biaya Operasional yang terdiri dari biayapemasaran dan biaya administrasi dan umum.
Anggaran Biaya Bahan Baku
Penetapan anggaran biaya bahan baku ditentukanoelh kebutuhan bahan baku dari setiap unit produk yang dihasilkan dikalikandengan volume produksi, sehingga ditemukan volume total bahan baku untukperiode tersebut.
Kebutuhan total bahan baku untuk produksi ditambahdengan persediaan bahan baku yang diinginkan pada akhir periode tesebutdan dikurangi dengan persediaan bahan baku yang direncanakan padaawal periode. Dari penjumlahan dan pengurangan akan diperoleh volume bahan bakuyang direncanakan untuk dibeli, dikalikan dengan hargabahan baku per unitnya akan diperoleh nilai pembelian bahan baku yangdirencanakan.
Anggaran Biaya Tenaga Kerja
Terdapat beberapa metode penetapan tarif biayatenaga kerja:
Ø Tarif per jam kerja
Dengan metode ini perusahaan tinggal menghitungtaksiran kebutuhan jam kerja keseluruhan yang dibutuhkan untuk memproduksiseluruh produk perusahaan dalam volume yang direncanakan
Ø Tarif per hari kerja
Jika pembayaran tenaga kerja ditetapkanberdasarkan hari kerja maka harus dihitung hari kerja dalam satu bulan atausatu tahun dikalikan dengan jumlah tenaga kerja keseluruhan.
Ø Tarif per unit produk
Jika pembayaran tenaga kerja ditetapkanberdasarkan unit produksi yang dihasilkan maka tinggal dihitung tarif upah perunit produknya dikalikan dengan volume produksi total. Hasil perkalian tersebutmerupakan biaya tenaga kerja total dalam periode tersebut.
Anggaran biaya overhead
Penyusunan anggaran biaya overhead dapatditetapkan berdasarkan jam kerja per unit atau berdasarkan persentase tertentudari biaya produksi. Penghitungan yang lebih terinci pun dapat dilakukan, jikamemang kebutuhan setiap komponen biaya overhead per unit produk tersebutdiketahui.
ANGGARAN DAN FUNGSI MANAJEMEN (1)
PENGERTIANANGGARAN
Anggaranadalah rencana kerja organisasi dimasa mendatang yang diwujudkan dalam bentukkuantitatif, formal dan sistematis.
Anggaranmemiliki kemiripan dengan ramalan dan proyeksi. Tetapi, antara anggaran denganramalan maupun dengan proyeksi memiliki perbedaan.
Ciri-cirianggaran
• Dinyatakandalam satuan moneter
• Umumnyamencakup kurun waktu satu tahaun
• Mengandungkomitmen manajemen
• Usulananggaran disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari pelaksana anggaran
• Perubahananggaran (hanya dilakukan apabila ada keadaan khusus)
Analisisyang mendalam apabila terdapat adanya penyimpangan (varians)
FungsiAnggaran
Berkaitanerat dengan empat fungsi manajemen yang antara lain:
• Planning (perencanaan)
• Organizing (Pengorganisasian)
• Actuating (Menggerakkan)
• Controlling (Pengendalian)
Berkaitandengan keempat fungsi diatas maka anggaran memiliki dua fungsi yakni:
- Alat perencanaan
- Alat pengendalian
Macam-macamAnggaran
- Anggaran Operasional (rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan didalam suatu periode tertentu) yang termasuk dalam anggaran operasional (anggaran pendapatan, anggaran biaya dan anggaran laba).
- Anggaran keuangan (anggaran yang berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas operasi perusahaan. Yang termasuk dalam anggaran keuangan (anggaran investasi, anggaran kas dan proyeksi neraca)
Anggarandan perilaku
Didalamproses penyusunan anggaran terdapat berbagai pertimbangan yang perludiperhatikan didalam proses penyusunan anggaran, antara lain:
- Tingkat kesulitan
- Partisipasi manajemen puncak
- Keadilan
- Kesulitan departemen anggaran
- Struktur organisasi
- Sumberdaya perusahaan
Sistematikaanggaran
- Perusahaan membuat anggaran penjualan yang berasal dari ramalan penjualan dengan menggunakan data dari tahun-tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang relevan (tingkat inflasi, daya beli masyarakat, perubahan selera konsumen, dsb).
- Berdasarkan anggaran penjualan tersebut, perusahaan dapat menyusun anggaran produksi dalam satu periode tertentu.
- Dari anggaran produksi, perusahaan dapat menentukan jumlah bahan baku yang dibutuhkan dalam satu periode tertentu. Berdasarkan anggaran produksi, dapat disusun anggaran pembelian bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja dan anggaran biaya overhead pabrik.
- Setelah anggaran produksi disusun biasanya disusun pula anggaran biaya operasi/komersial yang didalamnya terdapat anggaran biaya pemasaran dan anggaran biaya administrasi dan umum.
- Berdasarkan gabungan dari keseluruhan anggaran penjualan, anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja, anggaran biaya overhead, dan anggaran biaya komersial tersebut dapat dihasilkan anggaran laba
- Tahap akhir dari penyusunan anggaran adalah dengan disusunnya anggaran keuangan
- Dari gabungan anggaran penjualan, anggaran produksi, anggaran biaya operasi, dan anggaran investasi dapat disusun anggaran kas
- Pada tahap akhir, dapat disusun anggaran neraca.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Sample Text
Kategori
- Akuntansi Manajemen (13)
- Bank dan L Keuangan (18)
- Bisnis Internasional (11)
- Bisnis Syariah (15)
- Dasar Akuntansi (33)
- Ekonomi (18)
- Elektronik (4)
- Etika Bisnis (2)
- Filsafat Ilmu (1)
- Hukum (4)
- Humor (7)
- IE Mikro (12)
- Islam (141)
- Kata Bijak (1)
- Kesehatan (48)
- Komputer (71)
- Komunikasi Bisnis (25)
- Koperasi dan UKM (16)
- Makroekonomi (26)
- Manajemen Biaya (10)
- Manajemen Pemasaran (15)
- Manajemen SDM (28)
- Motivasi (2)
- news (1)
- Pendidikan Pancasila (12)
- Pengantar Bisnis (1)
- Pengantar Manajemen (8)
- Pengetahuan (189)
- Perekonomian Indonesia (12)
- Perpajakan (19)
- Renungan (5)
- Umum (3)
- Wiraswasta (14)
Social Profiles
Arsip Blog
-
▼
2012
(14)
-
▼
March
(14)
- Pengertian atribut produk, harga dan promosi
- Sejarah Peradaban Romawi Kuno
- Makalah Khalifah islam
- Pengertia Zakat
- Pengertian Wakaf
- Tak Ada Peradaban Islam Tanpa Wakaf
- Perbedaan Zakat Mal
- Teori Konsumsi Dan Investasi
- TEORI KONSUMSI KONVENSIONAL VS ISLAM
- ETIKA DEONTOLOGIS IMMANUEL KANT
- PENGERTIAN DAN RELEVANSI ETIKA
- PENGERTIAN UTILITARISME
- Perbedaan Biaya dan Beban
- Hasil Final All England Maret 2012
-
▼
March
(14)
Pengikut
Guest Counter
Powered by Blogger.
Labels
- Akuntansi Manajemen (13)
- Bank dan L Keuangan (18)
- Bisnis Internasional (11)
- Bisnis Syariah (15)
- Dasar Akuntansi (33)
- Ekonomi (18)
- Elektronik (4)
- Etika Bisnis (2)
- Filsafat Ilmu (1)
- Hukum (4)
- Humor (7)
- IE Mikro (12)
- Islam (141)
- Kata Bijak (1)
- Kesehatan (48)
- Komputer (71)
- Komunikasi Bisnis (25)
- Koperasi dan UKM (16)
- Makroekonomi (26)
- Manajemen Biaya (10)
- Manajemen Pemasaran (15)
- Manajemen SDM (28)
- Motivasi (2)
- news (1)
- Pendidikan Pancasila (12)
- Pengantar Bisnis (1)
- Pengantar Manajemen (8)
- Pengetahuan (189)
- Perekonomian Indonesia (12)
- Perpajakan (19)
- Renungan (5)
- Umum (3)
- Wiraswasta (14)
Ads 468x60px
Popular Posts
-
Ø ATRIBUT PRODUK 1. Merek, merupakan istilah, nama, tanda,symbol/lambing, desain, warna, gerak atau kombinasi atribut-atribut pro...
-
FUNGSI MOTHERBOARD Pusat pengendali yang mengatur kerja dari semua komponenyang terpasang padanya. Mengatur pemberian daya listrik pada seti...
-
CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) : LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SEJARAH PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKA...
-
Secaraumum produk BMT dalam rangka melaksanakan fungsinya tersebut dapatdiklasifikasikan menjadi empat hal yaitu: a. Produk penghi...
-
CONTOH KARYA TULIS ILMIAH (KTI) : LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) IPS SOSIOLOGI PENERAPAN PENDEKATAN KOLABORATIF MURDER DALAM MENI...
-
1. Makna Zakat Secara bahasa, zakat itu bermakna :[1] bertambah, [2] suci, [3] tumbuh [4] barakah. (lihat kamus Al-Mu`jamal-Wasith jilid 1 h...
-
1. Ajaran pokok etikadeontologis Kant Etikadeontologis adalah teori filsafat moral yang mengajarkan bahwa sebuah tindaka...
-
Konstitusi Negara bisa disebut dengan Undang-Undang Dasar (UUD), istilah Konstitusi dan Undang-Undang Dasar(UUD) dua istilah yang terkait ...
-
Romawi ialahperadaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawidikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Su...
-
Saat kita mengakses Internet. kita akan berhubungan dengan yangnamanya cookies. Apa cookies itu dan bagaimana mengatasinya sehingga tidakmen...
Blog Archive
-
▼
2012
(14)
-
▼
March
(14)
- Pengertian atribut produk, harga dan promosi
- Sejarah Peradaban Romawi Kuno
- Makalah Khalifah islam
- Pengertia Zakat
- Pengertian Wakaf
- Tak Ada Peradaban Islam Tanpa Wakaf
- Perbedaan Zakat Mal
- Teori Konsumsi Dan Investasi
- TEORI KONSUMSI KONVENSIONAL VS ISLAM
- ETIKA DEONTOLOGIS IMMANUEL KANT
- PENGERTIAN DAN RELEVANSI ETIKA
- PENGERTIAN UTILITARISME
- Perbedaan Biaya dan Beban
- Hasil Final All England Maret 2012
-
▼
March
(14)