Monday, July 4, 2011

Pandangan Islam terhadap IPTEK


 

Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta(2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, yangkini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini, mencegangkan banyakorang di pelbagai penjuru dunia. Kesejahteraan dan kemakmuran material(fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuatbanyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpadibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisismultidimensional yang diakibatkannya.
Peradaban Barat moderen dan postmodern saat inimemang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolahmenjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Namun karena kemajuan tersebuttidak seimbang, pincang, lebih mementingkan kesejahteraan material bagisebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8)saja dengan mengabaikan, bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alamnegara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek, ekonomi danmiliternya, maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaankolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan.

Kemajuan Iptek di Barat, yang didominasi olehpandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagaianak kandung filsafat-ideologi materialisme-sekuler, pada akhirnya juga telahmelahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyakmanusia baik di Barat maupun di Timur.
Krisis multidimensional terjadi akibatperkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan danagama. Krisis ekologis, misalnya: berbagai bencana alam: tsunami, gempa dankacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkantingginya polusi industri di negara-negara maju; Kehancuran ekosistem laut dankeracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambanganmineral emas, perak dan tembaga, seperti yang terjadi di Buyat, Sulawesi Utaradan di Freeport Papua, Minamata Jepang. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil, Rusia, dan di India, dll. KrisisEkonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin,terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) olehnegara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan danteknologi modern.
Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim,saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negaraterkebelakang, yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasaiperkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Karena nyatanyasaudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah, maka merekakehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Beberapa di antara merekakemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negaraBarat. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai, ideologi dan budaya materialis(’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologiinformasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dankejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim.
Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. UmatIslam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jayadi masa lalu, justru kini terpuruk di negerinya sendiri, yang sebenarnya kayasumber daya alamnya, namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikandan Ipteknya). Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaandunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Sementara80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisamakanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju.
Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengansumber daya alam minyak dan gas bumi, justru mengalami krisis dan kelangkaanBBM. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dantembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia, kita justru mengalamikesulitan dan krisis ekonomi, kelaparan, busung lapar, dan berbagai penyakitakibat kemiskinan rakyat. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepadatanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia?
Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknyamenjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigihmemperjuangkan kemandirian politik, ekonomi dan moral bangsa dan umat.Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter danmoral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan danteknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Serta melawanpengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular, Matre dan hedonis(mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu).
Akhlak yang baik muncul dari keimanan danketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan, Keindahan dan Kemuliaan.Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali denganpemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadapalam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan,Kekuasaan dan Keagungan-Nya.
Islam, sebagai agama penyempurna dan paripurnabagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari,mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengankata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan danteknologi.
Berbeda dengan pandangan dunia Barat yangmelandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’dan sekular, maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untukmenjadi sarana ibadah-pengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanatKhalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepadakemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin).Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan,pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam, untuk ditafakuri danmenjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Yang paling terkenal adalah ayat:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)bagi orang-orang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambilberdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentangpenciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkauciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imron[3] : 190-191)
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yangberiman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Mujadillah [58]: 11 )
Bagi umat Islam, kedua-duanya adalah merupakanayat-ayat (atau tanda-tanda) ke-Mahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Ayattanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge), sepertikitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat, Zabur, Injil dan AlQuran), maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena, prinsip-prinsip dan hukum alam),keduanya bila dibaca, dipelajari, diamati dan direnungkan, melalui mata,telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan,pengenalan, keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt, Tuhan Yang MahaKuasa, Wujud yang wajib, Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Jadi agama dan ilmu pengetahuan, dalamIslam tidak terlepas satu sama lain. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koinyang sama. Keduanya salingmembutuhkan, saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis, holistikdan integratif.

0 comments:

Post a Comment

Sample Text

Social Profiles

Pengikut

Guest Counter

Powered by Blogger.

Ads 468x60px

Popular Posts

About

Featured Posts Coolbthemes